361 Titik Penyembuhan dengan Akupunktur

Dulu pengobatan akupunktur hanya sebatas jarum yang ditusuk ke titik tertentu. Perkembangan dunia kedokteran saat ini, membuat akupunktur semakin diminati lewat berbagai jenis metodenya. Sebut saja laserpunktur, aquapunktur, sonopunktur dan tanam benang.

Buku Huang Ti Nei Cing, ensiklopedia Ilmu Pengobatan China mencatat ilmu akupunktur sudah dikenal sejak 4.000-5.000 tahun lalu. Ilmu akupunktur berkembang layaknya ilmu lainnya di negara tersebut. Khasiatnya bahkan terdengar hingga ke Korea, Jepang dan negara lainnya. Di Indonesia sendiri, ilmu ini konon dibawa oleh perantau asal Tiongkok. Hanya saja, pengobatan tersebut hanya hidup terbatas dalam lingkungannya sendiri. Tahun 1963, pengobatan Timur ini pun mulai diterima masyarakat banyak, setelah mendapatkan instruksi dari Menteri Kesehatan masa itu, Prof Dr Satrio yang membentuk sebuah Tim Riset Ilmu Pengobatan Tradisional Timur.

Sejak saat itu, pengobatan akupunktur diadakan secara resmi di Rumah Sakit Umum Pusat, Jakarta. Akupunktur atau biasa disebut dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) pada masanya diteruskan secara turun temurun. Dari bahan batu hingga jarum yang ditusukkan ke titik tertentu untuk menyalurkan Qi atau energi dalam bahasa Tiongkok.

World Health Organization (WHO) bahkan sudah merekomendasikan 60 penyakit yang bisa ditangani oleh pengobatan ini. Tentu saja berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Di negara Barat, penyebarannya cukup populer. Lalu, bagaimana jarum kecil itu bisa membantu masalah kesehatan? Akupunktur berasal dari bahasa Latin ”Acus” yang artinya jarum, dan ”Punctur” yang artinya menusuk, dari sisi bahasa, akupunktur berarti menusuk dengan jarum.

Akupunktur adalah jenis terapi pengobatan dengan teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam tubuh anatomi manusia, berdasarkan titik- titik akupunktur yang terstandarisasi oleh WHO. Di Indonesia sudah ada dokter spesialis akupunktur sebagai penunjang kesehatan nasional.

“Akupunktur bisa sebagai self healing, yakni memperbaiki sistem imun tubuh dengan cara lebih natural. Merupakan langkah preventif, rehabilitatif dan kuratif. Sehingga akupunktur bisa bekerja dengan disiplin ilmu medis lainnya,” kata Dokter Spesialis Akupunktur RS Awal Bros Batam dr Mia Sophia Irawadi, SpAK. Seiring perkembangan dunia kedokteran, akupunktur berkembang lagi melalui berbagai metode lainnya seperti akupresure, aquapunktur, laserpunktur, sonopunktur dan metode tanam benang. “Tindakan ini diberikan berdasarkan jenis keluhan dan kondisi pasien,” ucap dr Mia.

Misalnya pada pasien gula yang tidak teratur, penggunaan akupunktur jarum sangat dijauhi. Karena itu disarankanlah laserpunktur untuk pengobatannya. Kemudian, pada pasien kanker yang harus menjauhi penggunaan laser karena bisa memicu sel kanker, dapat menggunakan metode akupunktur yang lainnya. Seperti aquapunktur yang menggunakan media air dan sonopunktur yang menggunakan gelombang suara.

Titik akupunktur atau akupunktur point ini tersebar di 361 titik di seluruh tubuh. Titik inilah yang menjadi pemicu untuk menghilangkan ketidakseimbangan neurotransmiter. Neurotransmiter adalah senyawa organic endogenus membawa sinyal di antara neuron (sel saraf ). Sel saraf inilah yang berfungsi mengantarkan impuls listrik yang terbentuk akibat adanya suatu stimulus (rangsangan). Jutaan sel saraf ini membentuk suatu system saraf. “Dalam kedokteran modern, neurotransmiter ini berfungsi mengurangi rasa sakit, relaksasi, dan mengurangi gangguan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Akupunktur ini memang jauh lebih dikenal melalui terapi kecantikan dan melangsingkan. Namun, banyak manfaat lainnya dari akupunktur, seperti gangguan tidur, disfungksi ereksi, memperlambat menopouse, terapi, alergi, kecanduan obat atau rokok dan masih banyak lagi. “Seperti yang direkomendasikan WHO, ada 60 penyakit yang bisa ditangani oleh akupunktur,” jelasnya.

Untuk kelainan anatomis, seperti patah tulang, memang tidak bisa disembuhkan, namun akupunktur bisa mengurangi nyerinya. Sama halnya dengan pasien kanker, metode ini bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Akupunktur ini, lanjut Mia, sangat baik untuk orang tua dan orang yang tidak bisa menjalani pengobatan oral alias meminum obat. “Akupunktur itu salah satu pilihan pengobatan. Tanpa harus mengurangi dan menghilangkan manfaat pengobatan lainnya,” jelasnya. Pasien awalnya didiagnosa secara medik terlebih dahulu oleh dokter yang bersangkutan sesuai dengan keluhannya. Misalnya kasus asma, dilakukan kontrol paruparu terlebih dahulu.

Dari hasil diagnosa tersebut, barulah bisa diambil tindakan akupunktur yang diperlukan pasien. “Terapi ini bisa dilakukan seminggu dua kali. Atau 12 kali terapi dalam satu sesi. Saat ini tidak ada pantangan, karena akupunktur adalah alternatif penyembuhan,” jelasnya. Satu kali terapi, jarum yang ditusukkan memiliki efek hingga 72 jam setelah itu efeknya habis. Karena itu, disarankan akupunktur bisa dilakukan setelah 3 hari sejak terapi pertama. Hal ini berbeda dengan akupunktur dengan metode tanam benang yang memiliki efek lebih Panjang yakni 10-12 hari. “Metode ini biasanya dilakukan untuk pasien yang memiliki kesibukan lebih tinggi sehingga memilih akupunktur tanam benang. Benang yang ditanam adalah benang khusus yang dapat diserap oleh tubuh,” terangnya. Namun, jumlah titik yang bisa distimulan pada metode ini jauh lebih sedikit. Berbeda dengan metode akupunktur dengan jarum yang bisa sampai 30 titik. “Kenapa? Karena untuk mengurangi efek samping akibat masuknya benda asing pada tubuh, yakni benang khusus tadi,” tambahnya.

SUMBER : BATAM POS | HEALTHY LIVING | HAL. 19 | MINGGU, 3 DESEMBER 2017
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *