Cegah Difteri Sejak Dini dengan Vaksinasi Lengkap, Begini Cara Penularannya

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Saat ini penyakit difteri sedang mewabah di beberapa daerah di Indonesia. Penyakit tersebut tergolong menular dan terbanyak menjangkiti anak-anak. Oleh karena itu, kata Dr Yustinah Atmadja, M,Si, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Awal Bros, para orangtua harus mengetahui gejalanya dan mewaspadai difteri ini. Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.

Penularan difteri dapat melalui kontak langsung dengan penderita pada masa inkubasi atau melalui kontak dengan carier, yakni anak yang tidak ada gejala difteri tapi pada swab tenggorok ditemukan kuman difteri.

Kontak melalui cara ini terjadi lewat pernapasan (droplet), muntahan dan luka (difteri kulit).

Adapun ciri anak yang mengalami difteri adalah adanya riwayat imunisasi yang tidak lengkap, dengan gejala anak tampak sakit berat walaupun demam tidak tinggi dan jarang mencapai lebih dari 39 derajat Celcius.

Anak akan mengalami nyeri telan, sesak napas, sulit bicara, suara serak dan ngeces. Ada bengkak di leher seperti leher sapi, batuk menggongong, hidung berair. Bila diperiksa mulutnya terdapat pseudomembran yang berwarna keabuan yang tidak mudah lepas dan mudah berdarah. Apabila seorang anak terkena difteri maka anak tersebut harus diisolasi, diberi anti difteri serum dan antibiotik. Walaupun diberi terapi, 1 dari 10 pasien difteri akan meninggal. Jika tidak diterapi 1 dari 2 pasien difteri akan meninggal. Oleh sebab itu, pencegahan yang paling efektif adalah melalui vaksinasi yang lengkap sampai dilakukan booster. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/zid)

(Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/2017/12/17/cegah-difteri-sejak-dini-dengan-vaksinasi-lengkap-begini-cara-penularannya?page=2)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *