Pergantian Gigi Susu

UMUMNYA gigi susu manusia akan tanggal atau copot pada usia 6 tahun sampai dengan 13 tahun. Secara alami gigi anak-anak atau gigi susu memang harus tanggal atau digantikan oleh gigi permanen. Proses gigi yang tanggal hingga tumbuh ini dimulai sekitar usia enam tahun yang ditandai goyangnya gigi susu. Oleh karena itu tidak perlu khawatir berlebih jika anak Anda saat ini gigi susunya belum ada yang tanggal, seiring dengan berjalannya waktu, maka satu persatu gigi susu anak Anda juga akan tergantikan dengan gigi permanen. Gigi susu sifatnya hanyalah sementara. Gigi susu akan tanggal perlahan dan digantikan dengan gigi tetap gigi permanen

‘’Pergantian gigi susu setelah usia 13 tahun kemudian akan disusul oleh gigi geraham bungsu pada usia 17-21 tahun. Pergantian dari gigi susu ke gigi tetap / permanen ini akan ditandai dengan dengan proses fisiologis berupa goyangnya gigi susu. Dari masing-masing gigi akan mengalami waktu pergantian yang berbeda, contohnya seperti gigi seri sentral atas yang berganti pada usia 7-8 tahun dan pada gigi taring atas yang akan berganti pada usia 11-12 tahun,’’ ujar Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak drg. Agustina V. S. Sitohang, Sp.KGA kepada Riau Pos, Selasa (5/12).

Pertumbuhan gigi susu disebabkan oleh beberapa faktor seperti nutrisi, hormonal dan faktor genetik. Gigi susu pada bayi biasanya sudah muncul sejak usia enam bulan. Namun ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi di bawah usia enam bulan atau justru belum tumbuh hingga usia satu setengah tahun.

Meski akan mengalami pergantian, gigi susu sangat berfungsi bagi perumbuhan perkembangan setiap anak. Gigi susu membantu anak dalam proses pengucapan, membantu terjadinya proses pencernaan proses pengunyahan, serta menonjolkan unsur estetika pada wajah anak. Gigi susu juga memiliki fungsi lain yang tidak dimiliki oleh gigi  permanen. Gigi susu dapat berfungsi sebagai penjaga pertumbuhan lengkung rahang sekaligus menjadi petunjuk bagi gigi permanen agar tidak tumbuh keluar dari jalurnya.

Kebanyakan kasus gigi yang menumpuk dan tidak beraturan terjadi akibat gigi susu yang tanggal sebelum waktunya. Biasanya gigi susu yang tanggal sebelum waktunya (tanggal dini) atau  dicabut akan menghilangkan  petunjuk tumbuhnya gigi permanen. Rahang bekas tanggalnya gigi susu akan menyebabkan rahang melengkung dan menyempit sehingga tidak tersedia ruangan yang cukup untuk gigi permanen tumbuh teratur, tidak cukup menampung gigi dalam susunan yang teratur.

Sebelum berubah menjadi gigi permanen yang berjumlah 32 buah, gigi susu akan tumbuh sejumlah 20 buah dan pertumbuhan berlangsung bertahap selama 2,5 tahun pertama. Pertumbuhan gigi susu dimulai dengan tumbuhnya sepasang gigi seri bagian atas pada umur 6-10 bulan, sepasang gigi seri bagian bawah, gigi geraham atas dan bawah serta gigi taring atas dan bawah.

Secara lengkap, gigi susu berjumlah 10 gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah (4 gigi seri, 2 gigi taring dan 4 gigi geraham). Gigi geraham pada gigi susu hanya terdiri dari satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam. Umumnya dibedakan menjadi gigi geraham besar dan gigi geraham kecil.

Gigi susu mulai tanggal umumnya terjadi saat anak mencapai usia 6 tahun. Namun ada juga anak-anak yang mengalami tanggal gigi pertama kali di usia 4-5 tahun atau mengalami keterlambatan yakni baru muncul sekitar usia 7 tahun. Pastinya, gigi susu hanya akan siap tanggal apabila gigi permanen sudah akan atau sudah erupsi dan mendorong gigi susu tersebut. Akan tetapi, gigi susu juga bisa tanggal apabila anak mengalami kecelakaan sehingga gigi susunya lepas.

‘’ Hingga usia tiga tahun, terdapat 20 buah gigi susu. Nah, gigi susu yang tanggal lebih dahulu adalah gigi SUSU yang tumbuh terlebih dahulu. Biasanya, gigi seri bawah di bagian tengah diikuti dua gigi seri atas bagian tengah atau gigi insisif sentral,’’ jelasnya.

Kadang-kadang, ada anak yang terlambat dalam proses pergantian gigi susu ke gigi permanen karena mengalami keterlmabatan saat gigi susu tumbuh. Selama tidak terjadi masalah, hal itu tidak mengapa. Namun kadang-kadang, gigi permanen muncul sebelum gigi susu goyah. Inilah yang harus dikhawatirkan. Kondisi ini (gigi susu yang belum lepas padahal sudah masanya lepas) disebut gigi persistensi. Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya gigi berjejal. Akibatnya susunan gigi menjadi tidak rapi.

Gigi susu sebagai penuntun jalan bagi gigi permanen. Bila gigi susu dicabut sebelum waktunya, maka justru akan mengakibatkan susunan gigi tetap permanen anak menjadi berantakan. Gigi susu ini berguna untuk menjaga pertumbuhan lengkung rahang bagus dan menuntun gigi dewasa permanen untuk dapat tumbuh di tempatnya. Bila terlalu dini dicabut, maka gigi dewasa permanen yang tumbuh nanti akan kehilangan petunjuk, sehingga akan salah arah dan posisinya pun menjadi tidak ideal. Selain itu, akan berakibat lengkung rahang menyempit karena “ditinggal” gigi susu jauh sebelum waktunya, sehingga susunan gigi akan menjadi tidak teratur (crowding).

Gigi susu yang pertama kali ganti adalah gigi seri bawah, sekitar umur 6 tahun. Kemudian disusul gigi seri atas. Dan berurutan terus ke belakang. Gigi geraham susu akan tiba waktunya ganti sekitar umur 10 tahun. Dan yang perlu diperhatikan adalah di belakang gigi geraham susu akan tumbuh gigi geraham permanen. Gigi ini hanya tumbuh satu kali saja, tidak menggantikan gigi susu dan tidak ada lagi penggantinya. Oleh karena itu, gigi ini harus dijaga dan dibersihkan dengan baik agar tidak sampai dicabut dan menjadi ompong.

Secara normal, jika sudah tiba waktunya, akar gigi susu akan tertikis (resorpsi) oleh benih gigi permanen. Semakin lama akar gigi susu akan habis, dan gigi itupun goyang. Dan normalnya juga gigi susu itu akan lepas sendiri, tanpa perlu dicabut  karena terdorong oleh pergerakan benih gigi  permanen.

Tetapi banyak kasus juga dimana gigi susu masih kuat dan tidak tanggal sedangkan gigi dewasa sudah tumbuh. Pada kondisi ini, bawa segera anak anda ke dokter gigi. Tindakan yang diperlukan adalah pencabutan gigi susu tersebut. Dengan begitu akan memberi ruang untuk gigi permanen tumbuh ke tempat yang seharusnya.

Jika kondisi menumpuk antara gigi susu dan gigi permanen dibiarkan, maka akan memperburuk susunan gigi si anak sampai dia dewasa. Dan akhirnya akan membutuhkan perawatan kawat gigi untuk memperbaikinya. Nah, untuk mencegahnya, pantaulah proses pergantian gigi anak anda. Kalau anak anda mengeluh sedikit saja tentang giginya, jangan dicuekin.

etapi mungkin, anak Anda mengeluh giginya sakit atau rusak? Sedangkan gigi tersebut belum waktunya berganti? Jangan dicabut! Sebisa mungkin gigi susu itu dipertahankan sampai waktunya ganti gigi permanen. Tapi itu bukan artinya gigi yang rusak dibiarkan saja. Bawa ke dokter gigi, dan diskusikanlah. Sebaiknya gigi itu ditambal atau dilakukan perawatan lainnya.

Drg Agustina menjelaskan tahapan-tahapan pergantian susu yakni gigi seri pertama sentral rahang atas usia 7-8 tahun, rahang bawah 6-7 tahun, gigi seri kedua lateral rahang atas 8-9 tahun dan rahang bawah 7-8 tahun. Gigi taring rahang atas 11-12 tahun dan rahang bawah 9-10 tahun. Geraham kecil pertama rahang atas 10-11 tahun dan rahang bawah 10-12 tahun. Geraham kecil kedua rahang atas 10-12 tahun dan rahang bawah 11-12 tahun. Geraham besar pertama rahang atas 6-7 tahun dan rahang bawah 6-7 tahun. Geraham besar kedua rahang atas 12-13 tahun dan rahang bawah 11-13 tahun. Geraham bungsu rahang atas 17-21 tahun dan rahang bawah 17-21 tahun.

Pemantauan perkembangan gigi susu anak sebaiknya dilakukan teratur oleh orangtua. Mengajarkan anak untuk menggosok gigi secara benar dan teratur dengan sikat gigi khusus anak dapat menjadi solusi mencegahnya kerusakan gigi sejak dini. Membawa anak secara rutin ke dokter gigi dalam enam bulan sekali juga dapat membantu orangtua mengawasi pertumbuhan gigi susu anak.

‘’Yang paling terpenting adalah anak harus merawat gigi permanen yang nanti tumbuh, dengan cara  sikat gigi secara teratur dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur, hindari mengonsumsi makanan ataupun minuman yang banyak mengandung gula, kontrol rutin ke dokter gigi minimal dua kali dalam setahun,’’ tegasnya.*

Sumber : Harian Riau Pos (Minggu, 10 Desember 2017)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *