Hernia, Berbahayakah?

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru

PENYAKIT hernia bisa menyerang siapa saja, tidak mengenal usia, jenis kelamin dan sebagainya. Hernia bukanlah penyakit turunan dan dapat terjadi pada semua umur baik tua maupun muda. Proses terjadinya hernia pada bayi berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang biasanya pada bayi, lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering terkena hernia adalah bayi atau anak laki-laki. Pada orang dewasa, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia.

Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi hernia itu sendiri. Isi hernia bisa usus atau jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha atau di pusar. Umumnya hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, akan terasa nyeri bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia dan jika ini terjadi bisa mengakibatkan kematian organ yang terjepit yang bisa berakibat fatal bagi pasien.

Dokter Spesialis Bedah Umum Rumah Sakit Awal Bros Panam dr Fahmi SpB kepada Riau Pos, Rabu (6/12) menjelaskan, hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama kelamaan akan mati dan rusak. Lekukan usus yang menonjol melalui hernia bisa terjepit dan tdak bisa diddorong kembali ke dalam rongga perut. Ketika hal ini terjadi, bagian dari usus itu dapat kehilangan suplai darah dan rusak.

‘’Hernia yaitu menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga. Hernia dapat disebabkan oleh tidak sempurnanya penutupan kanal-kanal saluran perpindahan organ saat masih dalam kandungan, sehingga saluran yang seharusnya menutup tersebut, tetap terbuka dan menjadi titik lemah di dinding perut. Misalnya pada anak laki-laki, testis yang semula berada di dalam perut, akan berpindah ke lokasi normalnya sebelum bayi lahir, melalui suatu saluran khusus. Jika saluran tersebut tidak tertutup setelah bayi lahir, maka bayi dapat menderita hernia,’’ ujar dr Fahmi.

Berdasarkan terjadinya penyakit hernia, penyakit ini terbagi menjadi dua jenis yaitu hernia bawaan atau disebut sebagai kongenital dan hernia yang didapat atau disebut sebagai akuisita.

Sedangkan berdasarkan letaknya, penyakit hernia terbagi menjadi empat jenis yaitu: Hernia diafragma adalah organ perut menonjol ke dalam rongga dada lewat satu lubang pada diafragma (sekat yang memberi batas pada rongga dada dan rongga perut). Penyakit hernia inguinal yang terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya, penyakit hernia umbilikus yakni benjol yang masuk lewat cincin umbilicus. Hernia umbilikus yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicu hernia jenis ini adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen. dan hernia femoral yakni benjolan di lipat paha yang lewat melalui anulus femoralis. Hernia femoralis yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.

Jenis hernia paling banyak ditemui adalah hernia inguinalis dan sering terjadi pada pria. Pada wanita, hernia paling sering ditemui merupakan hernia femoralis. Hernia femoralis dapat ditemui dengan gejala dan tanda berupa benjolan di daerah paha atas atau di atas garis lipat paha, benjolan berukuran variasi namun bisa ditemui semakin lama semakin besar, benjolan kenyal, tidak nyeri, bisa digerakkan (tidak menempel dengan jaringan sekitarnya). Faktor risiko terjadinya hernia umumnya karena tekanan dalam perut tinggi, misalnya sering mengejan, batuk lama, pemain alat musik tiup, obesitas dan lain sebagainya.

Hernia adalah penyakit anatomis, sehingga pengobatannya adalah dengan tindakan operatif. Ada beberapa teknik operasi hernia dan pemilihan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi pasien, jenis hernianya, juga apakah berdasarkan tingkat berat ringan atau komplikasi yang ditimbulkan akibat hernianya. Kesuburan umumnya tidak berkaitan dengan hernia maupun teknik operasi hernia. Namun pada kasus tertentu, misalnya hernia berulang, hernia yang sudah mengalami komplikasi nekrosis atau kematian jaringan usus kemudian terjadi peradangan dan perlengketan organ atau yang lain, bisa berpengaruh terhadap kesuburan baik pria maupun wanita. Namun hal tersebut jarang terjadi. Beberapa jenis hernia memang bisa ditindak lanjuti dengan observasi, tidak dioperasi, misalnya hernia yang ringan. Namun mengenai ringan beratnya kondisi pasien, sebaiknya terapi yang sesuai dikonsultasikan dengan dokter yang memeriksa secara langsung.

Dijelaskan dr Fahmi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan  untuk menjaga agar hernia tidak kambuh lagi setelah operasi yakni tiduran dengan posisi pinggang lebih tinggi untuk membantu memasukkan kembali benjolan hernia, menjaga berat badan ideal, menghindari mengangkat barang berat, makan makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan dan tidak merokok.

‘’Yang perlu diperhatikan pasien dan keluarga adalah tanda-tanda kegawatdaruratan hernia yakni mual dan muntah, demam, nyeri yang memberat, benjolan hernia yang berwarna merah, ungu atau lebih gelap, tidak dapat buang air besar maupun buang gas. Bila tanda-tanda ini ada, sebaiknya segera bawa  pasien ke rumah sakit guna dilakukan pemeriksaan lebih konprehensif,’’ jelas dr Fahmi.

Pengobatan satu-satunya yang bisa dilakukan untuk penyakit hernia adalah mellaui penanganan operasi. *

Sumber: Riau Pos, Tanggal 08 Desember 2017, halaman 8

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *