Kenali Gejala Difteri

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit,
Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae

Gejala Difteri

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
  • Lemas dan lelah.
  • Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah

Penegakan diagnosis

Dokter anda akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek pembesaran kelenjar getah bening. Mereka juga akan menanyakan riwayat medis Anda dan gejala yang Anda rasakan. Dokter juga akan yakin bahwa pasiennya mengalami difteri jika melihat lapisan abu-abu di tonsil atau di tenggorokan. Untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter akan mengambil sampel jaringan yang terkena dan akan mengirimkannya ke laboratorium.

Terapi difteri
Difteri merupakan kondisi yang serius, maka dokter akan memberikan terapi dengan cepat dan agresif. Langkah pertama terapi adalah injeksi antitoksin. Injeksi antitoksin ini akan melawan toksin yang dihasilkan bakteri di dalam tubuh. Pastikan beritahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat tertentu.  Jika memang ada suatu alergi, maka dokter akan berhati-hati dalam pemberian antitoksin, dimulai dari dosis yang sedikit lalu meningkat sedikit demi sedikit. Dokter juga dapat meresepkan antibiotik seperti penisilin dan eritromisin, untuk membantu memberantas infeksi dalam tubuh.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Panam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *