Mengenal Lebih Dekat Penyakit Cacar Air

PENYAKIT cacar air atau disebut varicella dalam bahasa latin adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster ditandai oleh adanya erupsi yang khas pada kulit. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi virus akut dan cepat menular. Penyakit ini merupakan hasil infeksi primer pada penderita yang rentan. Di Indonesia penyakit ini dikenal dengan istilah cacar air, sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama chicken-pox.

’’Penyakit cacar air ini disebabkan virus varicella zoster, termasuk famili herpes virus,’’ ujar Dokter Umum Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru Dr Wendy Yolanda R, Kamis (25/1).

Penularan dan Epidemiologi

Virus varicella zoster penyebab penyakit cacar air ini berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan ludah yang berasal dari batuk atau bersin penderita dan diterbangkan melalui udara atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. Virus varicella masuk ke tubuh manusia melalui paru-paru dan tersebar ke bagian tubuh melalui kelenjar getah bening. Virus varicella zoster juga menginfeksi sel satelit di sekitar Neuron pada ganglion akar dorsal sumsum tulang belakang. Dari sini virus bisa kembali lagi dan menimbulkan gejala dalam bentuk penyakit herpes zoster.

Benjolan akan timbul menyebar di seluruh bagian tubuh, tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata , termasuk bagian tubuh yang paling intim. Namun dalam waktu kurang dari sepekan, lesi tersebut akan mengering dan bersamaan dengan itu terasa gatal.  Varicella pada umumnya menyerang anak-anak, di negara-negara yang memiliki empat musim, 90 persen kasus varisela terjadi sebelum usia 15 tahun.

Varicella tersebar kosmopolit (di seluruh dunia), dapat mengenai semua golongan umur, termasuk neonatus (bayi) (varicella kongenital). Tersering menyerang terutama anak-anak, tetapi dapat juga menyerang orang dewasa. Bila terjadi pada orang dewasa, umumnya gejala konstitusi lebih berat. Transmisi penyakit ini berlangsung secara aerogen (melewati udara). Varicella sangat mudah menular terutama melalui kontak langsung, droplet (batuk) atau aerosol dari lesi (luka/bintik) vesikuler di kulit ataupun melalui saluran nafas, dan jarang melalui kontak tidak langsung. Masa penularannya, penderita dapat menularkan penyakit selama 24-48 jam sebelum lesi kulit timbul sampai semua lesi timbul krusta/keropeng, biasanya kurang lebih 6-7 hari dihitung dari timbulnya gejala erupsi di kulit. Penyakit ini cepat sekali menular pada orang-orang di lingkungan penderita. Seumur hidup seseorang hanya satu kali menderita varicella. Serangan kedua mungkin berupa penyebaran ke kulit pada herpes zoster.

Varicella dapat terjadi di sepanjang tahun. Di negara barat, prevalensi kejadian varicella tergantung dari musim (musim dingin dan awal musim semi lebih banyak). Di Indonesia belum pernah dilakukan penelitian, agaknya penyakit virus menyerang pada musim peralihan. Angka kejadian di Negara kita belum pernah diteliti, tetapi di Amerika dikatakan kira-kira 3,1-3,5 juta kasus dilaporkan tiap tahun.

Gejala

– Diawali dengan gejala melemahnya kondisi tubuh.

– Pusing.

– Demam dan kadang-kadang diiringi batuk.

– Dalam 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi (mirip kulit yang terangkat karena terbakar).

– Terakhir menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan.

Sebelum munculnya erupsi pada kulit, penderita biasanya mengeluhkan adanya rasa tidak enak badan, lesu, tidak nafsu makan dan sakit kepala. Satu atau dua hari kemudian, muncul erupsi kulit yang khas.

‘’Munculnya erupsi pada kulit diawali dengan bintik-bintik berwarna kemerahan (makula), yang kemudian berubah menjadi papula (penonjolan kecil pada kulit), papula kemudian berubah menjadi vesikel (gelembung kecil berisi cairan jernih) dan akhirnya cairan dalam gelembung tersebut menjadi keruh (pustula). Bila tidak terjadi infeksi, biasanya pustel akan mengering tanpa meninggalkan abses,’’ sebut dr Wendy.

Komplikasi

Komplikasi tersering secara umum :

   a. Pnemonia (infeksi Paru)

   b. Kelainan ginjal.

   c. Ensefalitis. (infeksi Otak)

   d. Meningitis. (infeksi selaput otak)

Komplikasi yang langka :

   a. Radang sumsum tulang.

   b. Kegagalan hati.

   c. Hepatitis.

   d. Sindrom Reye.

Komplikasi yang biasa terjadi pada anak-anak hanya berupa infeksi varisela pada kulit, sedangkan pada orang dewasa kemungkinan terjadinya komplikasi berupa radang paru-paru atau pnemonia 10-25 lebih tinggi dari pada anak-anak.

Pengobatan

Karena umumnya bersifat ringan, kebanyakan penderita tidak memerlukan terapi khusus selain istirahat dan pemberian asupan cairan yang cukup. Yang justru sering menjadi masalah adalah rasa gatal yang menyertai erupsi. Bila tidak ditahan-tahan , jari kita tentu ingin segera menggaruknya. Masalahnya, bila sampai tergaruk hebat, dapat timbul jaringan parut pada bekas gelembung yang pecah. Tentu tidak menarik untuk dilihat. Segera konsultasikan ke dokter Anda.

Umum

   1. Isolasi untuk mencegah penularan.

   2. Diet bergizi tinggi (Tinggi Kalori dan Protein).

   3. Bila demam tinggi, kompres dengan air hangat.

   4. Upayakan agar tidak terjadi infeksi pada kulit, misalnya pemberian antiseptik pada air mandi.

Upayakan agar vesikel tidak pecah.

       – Jangan menggaruk vesikel.

       – Kuku jangan dibiarkan panjang.

       – Bila hendak mengeringkan badan, cukup tepal-tepalkan handuk pada kulit, jangan digosok.

‘’Untuk mencegah penularan, hindari kontak dengan penderita, tingkatkan daya tahan tubuh dan lakukan vaksinasi,’’ tegas dr Wendy.

Jadwal vaksinasi dan penggunaan vaksin varicella dianjurkan untuk semua anak tanpa kontraindikasi yang berusia 12 sampai 15 bulan. Vaksin ini dapat diberikan kepada semua anak pada usia ini terlepas dari riwayat varicella.***

Sumber : Harian Riau Pos (Minggu, 28 Januari 2018)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *