RS Awal Bros Pekanbaru Taja Seminar Medis Difteri

Pekanbaru, Tribun-Sebanyak hampir 250 orang dokter umum dari sejumlah Puskesmas dan Klinik se-Riau mengikuti acara seminar medis yang ditaja RS Awal Bros Pekanbaru, Sabtu (27/1/2018) pagi.
Adapun seminar medis ini mengambil tema tentang ‘Pencegahan dan Tatalaksana Terkini Difteri’.
Acara yang digelar di ruang Awaloeddin Function Hall Lantai A Gedung RS Awal Bros di Jalan Sudirman ini menghadirkan setidaknya 3 orang narasumber.
Diantaranya yakni dr. Riza Yefri, Sp.A yang menyampaikan pembahasan soal diagnosik tatalaksana difteri, dr. Yesmi Sp.A yang membahas tentang imunisasi wajib pada anak, serta dr. Hidayatul Fitri yang memberi materi tonsilolaringofaringitis difteri.
Direktur RS Awal Bros Pekanbaru dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari, MARS menuturkan, adapun diangkatnya tema tentang difteri ini lantaran kini di Indonesia kasus difteri di beberapa Provinsi dikategorikan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Di Pekanbaru memang belum, tapi kami selaku pihak rumah sakit mengupayakan bagaimana kalau nantinya terjadi, teman-teman sejawat dokter sudah mengetahui apa-apa saja yang harus dilakukan,” kata dia.
Misalnya disebutkan terkait masalah rujukan. Dalam hal ini, pihak dokter yang merujuk harus mengonfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit rujukan.
“Karena memang kami sebagai rumah sakit rujukan tentu harus menyiapkan tatalaksana yang sesuai. Mulai dari ruangan isolasi khusus, alat pelindung diri khusus, sesuai dengan diagnosis,” ucap dia.
Selain itu dinyatakan wanita yang juga akrab disapa dokter Ita ini, RS Awal Bros sendiri memang sangat peduli dan menaruh perhatian khusus terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan komunitas masyarakat secara umum, seperti halnya difteri ini.
Artinya, RS Awal Bros akan selaku melakukan update sesuai dengan permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat. Ditambahkan dia, soal penanganan difteri, di RS Awal Bros Pekanbaru sudah sangat lengkap.
Mulai dari tersedianya imunisasi difteri, ruangan isolasi khusus untuk pasien yang terjangkit dan peralatan penunjang lainnya.
Sementara itu, dr. Deddy Satria Putra, Sp.A selaku Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Riau yang turut hadir dalam acara ini mengungkapkan, secara umum difteri merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan sifatnya menular.
Sebagian besar yang terjangkit adalah dari kalangan anak-anak. Lantaran sistem imunitas tubuhnya yang masih lemah. Namun bukan berarti orang dewasa tidak bisa terjangkit penyakit ini.
“Difteri ini sangat berbahaya. Jika satu anak terjangkit, bisa menyebar ke lingkungannya. Karena kan penularannya sangat mudah, bisa lewat air liur,” sebut dia.
Dibeberkan Deddy, orang yang terjangkit difteri biasanya akan mengalami pembengkakan pada bagian leher, penyumbatan saluran nafas, hingga kematian. Tahun 2017 lalu, setidaknya ada 26 kasus difteri di Riau. Namun masih tergolong suspect, belum confirm. Rata-rata banyak terjadi di luar daerah, seperti Kampar dan Siak.
“Untuk itu kita himbau ikutilah vaksinaksi lengkap anjuran pemerintah untuk melakukan imunisasi sebelum usia 1 tahun. Bisa di Posyandu dan Puskesmas secara gratis. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” tandasnya.(rzk)

Sumber : Harian Tribun Pekanbaru (Minggu, 28 Januari 2018)

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *