Kembalikan Senyum Anak Bibir Sumbing

batampos.co.id – Sebanyak 63 pasien bibir sumbing menjalani operasi gratis yang digelar dalam rangka merayakan hubungan bilateral Indonesia dan Singapura ke-50 tahun, RI-SING 50 Kepri Singapura di Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Bibir sumbing sendiri merupakan keadaan dimana jaringan rahang atas dan hidung tidak menyatu dengan sempurna. Kondisi ini termasuk cacat sejak lahir, namun masih bisa disembuhkan dengan jalan operasi.

Operasi ini akan melibatkan 10 dokter Indonesia spesialis bedah plastik dari PERAPI dengan dukungan Smile Asia, sebuah organisasi non profit internasional yang bergerak di bidang bakti sosial kesehatan anak. Ada 4 dokter dari Pekanbaru, 2 dari Jakarta, 2 dari Medan, 1 Surabaya dan 1 dari Batam.

Acara yang diselenggarakan oleh Konjen Singapura bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Dinas Kesehatan Kota Batam, Smile Asia, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kepri, PSMTI Batam, Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Ikatan Keluarga Persaudaraan Tionghoa Bengkalis (IKPTB) Pekanbaru, Perhimpunan Dokter Bedah Plastik (PERAPI) dan Kodim 0316 Batam ini dikhususkan untuk membantu masyarakat miskin di wilayah Kepri dan Riau.

“Karena ada juga yang datang dari Provinsi Jawa dan Sumatera lainnya yang membutuhkan operasi, tentu kita layani juga,” kata Ketua Acara, Randy Tan, Kamis (25/1) di RS Awal Bros Batam.

Ada 72 pasien yang telah dilakukan screening pada tanggal 23-24 Januari lalu, namun hanya 62 pasien yang memenuhi syarat untuk dilakukan operasi. Adapun teknik operasinya akan dilakukan sesuai standar yang sudah ada, termasuk anastesinya. Untuk operasi bibir sumbing, anak harus minimal usia 3 bulan dengan berat badan minimal 5 kilogram. Operasi palato (langit-langit) anak minimal usia 1 tahun dengan berat badan 9 kilogram.

Lanjut Randy mengatakan semua biaya operasi gratis. Pihaknya juga menanggung semua transportasi, akomodasi dan makan untuk pasien dan satu orang pendamping yang berasal dari luar kota Batam.

“Misalnya ada masyarakat pulau, kita tanggung biaya selama di Batam. Begitu pula bila ada pasien dari Riau yang butuh rawat inap, kami tanggung juga selama di Batam ini,” jelasnya.

Sekjen PERAPI Pusat, Dona Savitri mengatakan tahun 2020, Indonesia harus bisa mencapai Zero Sumbing. Namun, karena ada area yang tidak bisa dijangkau, sehingga tidak bisa cepat terlaksana. “Operasi bibir sumbing ini tentu kita dukung. Apalagi langit-langit sumbing yang akan mengganggu fungsi bicara anak-anak tersebut,” kata Dona.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmarjadi yang hadir turut hadir dalam acara pembukaan Bakti Sosial Bibir Sumbing RI-SING 50 mengatakan dari 1.000 kelahiran ada 1 penderita bibir sumbing.

“Jika ada 100 ribu kelahiran berarti ada 100 penderita bibir sumbing. Kalau mereka semua dalam kehidupan yang beruntung dan mampu bisa lekas operasi, bayangkan jika sebagian besar berasal dari kurang mampu,” kata Didi.

Angka penderita bibir sumbing sendiri menurun dari tahun ke tahun. Bisa dilihat dari penurun jumlah peserta Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis ini. Dari yang awalnya mencapai 200, di tahun berikutnya turun jadi 100 orang dan sekarang bakti sosial ini diselenggarakan angkanya turun menjadi 62 pasien.

“Itupun termasuk sedikit tambahan dari Provinsi Riau dan lainnya,” lanjut Randy Tan.

Upaya Zero Sumbing sendiri tidak hanya mengandalkan tahapan penyembuhan dengan jalan operasi, namun juga pencegahan. Didi melanjutkan bibir sumbing bisa dicegah dengan jalan konsumsi asam folat ketika usia kehamilan menginjak 3-4 minggu pertama.

“Langkah ini tentu membantu untuk mengurangi angka penderita bibir sumbing di Kepri khususnya Batam,” ujar Didi.

Direktur RS Awal Bros Batam dr. Widya Putri, MARS menyambut baik bakti sosial ini dengan menyediakan segala fasilitas mulai dari ruang operasi dan perawatan pasien. Widya mengatakan kegiatan ini akan sangat membantu masyarakat miskin.

“Jelas ini akan meningkatkan prestasi anak di sekolah setelah selesai operasi. Kami akan menyiapkan segala hal sesuai standar prosedur. Kami berharap kali ini kegiatan bisa sukses seperti sebelumnya,” terang Widya. (why)

SUMBER : https://batampos.co.id/2018/01/26/kembalikan-senyum-anak-bibir-sumbing/
Categories: CSR, Media Clipping, and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *