RS Awal Bros Pekanbaru Gelar Seminar Geriatri, Jumlah Peserta Membludak

Pekanbaru, Tribun-RS Awal Bros Pekanbaru kembali menggelar seminar awam, dengan mengambil tema besar bertajuk ‘Hidup Sehat di Usia Senja, Mungkinkah?’, Sabtu (10/2) pagi.

 

Safety Induction oleh Tim K3RS

Safety Induction oleh Samuel Clinton (Tim K3RS)

 

Kata Sambutan oleh Direktur RS Awal Bros Pekanbaru, dr Nurhidayati Endah Puspita Sari, MARS

Dipandu oleh dr. Engga Demartha sebagai moderator, dalam kegiatan seminar yang dilaksanakan di ruang Awaloeddin Function Hall Lantai A RS Awal Bros Pekanbaru ini dihadirkan 2 orang dokter sebagai narasumber yang berkompeten.

dr. Engga Demartha selaku Moderator

dr. Engga Demartha selaku Moderator

Mereka adalah dr. Poerniati Koes Andrijani, SpPD, FINASIM dengan pemaparan sub tema ‘Tetap Sehat dan Produktif di Usia Senja’ serta dr. Andre Lukas, SpS dengan mengambil sub tema ‘Pikun, Apakah Bisa Dihindari?’.

Pembicara 1 : dr. Poerniati Koes Andrijani, SpPD, FINASIM “Tetap Sehat dan Produktif di Usia Senja”

 

Pembicara 2 : dr. Andre Lukas, SpS “Pikun, Apakah Bisa Dihindari?”

Para peserta yang rata-rata memang dari usia dewasa hingga lansia ini, tampak antusias mengikuti jalannya seminar.

Karena selain pemaparan dari narasumber, mereka juga diperkenankan untuk mengajukan pertanyaan, soal apa yang menjadi keluhan mereka.

 

Salah satu peserta seminar bertanya kepada narasumber

Menurut panitia pun, jumlah peserta di hari itu membludak. Yang hadir lebih 160 orang peserta, dari target awal yang hanya 125 orang peserta.

Direktur RS Awal Bros Pekanbaru  dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari, MARS kepada Tribun menuturkan, seminar awam ini adalah bagian dari rangkaian launching produk terbaru. Berupa layanan geriatri terpadu atau bahasa awamnya lansia terpadu.

“Kami di 2018 akan menyiapkan baik itu poliklinik atau rawat inap yang khusus spesifik menangani orang-orang lansia,” ujar dia.

Disebutkan wanita berhijab yang akrab disapa dr. Ita ini, pasien lansia ini pada dasarnya punya karakteristik sendiri. Baik dari segi penyakit, penanganan, hingga obat-obatan, semuanya khusus.

Pelayanan lansia terpadu akan launching pada bulan Februari 2018 ini. Dr. Ita menyatakan, sebenarnya selama ini pihaknya sudah melayani pasien lansia.

“Tapi kita ingin membuatnya menjadi layanan terpadu, atau dalam artian agar lebih ramah lagi bagi lansia. Ruangannya kita buat nyaman, kita beri bantuan untuk berjalan jika si pasien susah berjalan,” papar dia.

Selain itu menurut dr. Ita, sebagian besar pasien RS Awal Bros juga terdiri dari lansia. Jika dulu hanya fokus melihat kepada penyakit yang diderita, kini pihaknya mencoba melihat lebih ke individunya.

“Di pelayanan terpadu khusus lansia, kita sediakan layanan screening untuk deteksi-deteksi masalah pada lansia di poli rawat jalan. Ada juga klinik memori untuk yang merasa pikun atau khawatir pikun bisa datang ke sana,” sambung dr. Ita.

“Penanganan penyakit dalamnya juga spesifik, berbagai permasalahan yang biasa dialami ditangani di sana (pelayanan terpadu lansia). Rawat inapnya juga tidak digabung dengan yang lain, perawatnya pun yang memang betul-betul paham tentang masalah geriatri atau lansia ini,” sambung dia lagi.(rzk)

 

Foto Bersama Peserta Seminar

sumber : Harian Tribun Pekanbaru. Minggu, 11 Februari 2018

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *