dr. Zaldy Zaimi, SpOG : Persalinan Normal Vs Bedah Caesar

Narasumber : dr. Zaldy Zaimi, SpOG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Awal Bros Pekanbaru

dr. Zaldy Zaimi, SpOG

Proses persalinan adalah suatu kejadian yang pasti akan dijalani oleh semua wanita hamil, baik persalinan dilakukan secara normal ataupun melalui operasi caesar. Operasi caesar menjadi salah satu prosedur bedah yang paling umum dilakukan.

Bagaimanapun, melahirkan secara normal tetap lebih baik dan diutamakan dibanding operasi caesar (semua tindakan medis harus sesuai indikasi). Namun, perlu kedewasaan bagi masyarakat untuk tidak buru-buru mengecap ibu yang melahirkan normal itu hebat dan sebaliknya. Seorang dokter kandungan akan melakukan tindakan persalinan (lahir normal atau lahir caesar) sesuai indikasi ibu dan bayi. Jadi tidak tepat rasanya jika muncul pertanyaan di masyarakat: Dokter pro mana, pro lahir normal atau pro SC? Yang benar adalah semua dokter kandungan pro untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi.

Persalinan Normal

Meskipun persalinan pervagina adalah proses yang panjang, (beberapa pasien bahkan mendeskripsikan sebagai suatu proses yang menderita dan penuh perjuangan), dokter kandungan akan lebih merekomendasikan proses lahir normal daripada operasi caesar.

Pada persalinan normal, proses persalinan dilakukan lewat cara alami, yaitu melalui vagina. Jikapun digunakan obat-obatan untuk induksi (merangsang kontraksi) harus sesuai dosis dan cara yang benar. Pada kasus-kasus tertentu, bisa saja persalinan normal ini memerlukan bantuan alat tambahan, seperti forsep ataupun vakum.

Ada 3 hal yang harus terpenuhi jika Ibu menginginkan persalinannya berlangsung secara normal, disingkat ‘3 P’.

Pertama, faktor bayi dalam kandungan (passenger). Selama bulan-bulan kehamilan, ibu disarankan melakukan kontrol secara rutin. Dokter akan selalu melakukan USG untuk memantau kondisi kesehatan janin, seperti ukuran janin (bobot tubuhnya) apakah normal untuk usia kandungan tertentu. Di bulan terakhir kehamilan, bobot bayi lahir yang normal berkisar antara 2,5-4,0 Kg. Pastikan bobot bayi tidak terlalu besar ataupun sebaliknya. Dokter juga dapat memantau keadaan plasenta dan tali pusatnya.

Sebuah sumber dalam jurnal ilmiah menyebutkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan ahli medis melakukan caesar hanya karena faktor lilitan tali pusat. Mengapa? Rata-rata bayi normal memiliki panjang tali pusat sekitar 50 Cm, sehingga ukurannya cukup panjang. Jika terjadi lilitan 1-2 kali saja tidak menimbulkan masalah, tergantung posisi plasenta ada di sebelah mana. Namun, jika lilitannya melebihi 2-3 kali, baru akan berpengaruh dan peluang ini jarang terjadi. Selama posisi kepala di bawah, tidak ada plasenta yang menghalangi jalan lahir, kita boleh mencoba persalinan normal.

Kedua, faktor ibu itu sendiri yang berkaitan dengan ukuran panggul (passage) apakah cukup luas untuk dilewati bayinya kelak. Harus ada kesesuaian antara yang ‘mau lewat’ dengan ‘yang dilewati’, sehingga perlu untuk memperhatikan ukuran bayi, Selain itu, ibu pun harus dinyatakan sehat secara fisik, artinya tidak menderita penyakit lain, seperti hipertensi atau penyakit jantung yang beresiko. Saat 9 bulan dan mulai kontraksi, dokter akan melakukan pemeriksaan dalam untuk mengukur panggul ibu dan melihat apakah kepala bayi bisa lewat atau tidak.

Ketiga, faktor kontraksi saat menjelang atau pada hari ‘H’(power). Apakah ada kontraksi simultan ataukah hilang-timbul, bahkan tidak ada kontraksi sama sekali yang mengharuskan si ibu diinduksi dengan pemberian hormon oksitosin melalui infus atau prostaglandin melalui vagina. Pada dasarnya, setiap kasus persalinan adalah unik dan membutuhkan penanganan yang berbeda.

Ada faktor lain yang sering dianggap remeh namun sebenarnya sangat berpengaruh, yaitu kondisi psikis si ibu. Dukungan dari si ayah ataupun kerabat keluarga lain sangat diperlukan demi kelancaran persalinan, selain tenaga medis yang menanganinya. Hindarkan stres karena hanya akan menimbulkan persalinan menjadi tidak lancer.

Kelebihan persalinan normal
Persalinan normal memang yang paling ideal. Semua proses melahirkan ada risikonya, tapi melahirkan normal lebih kecil risikonya. Biaya persalinannya tentu jauh lebih murah ketimbang caesar. Proses pemulihan setelah persalinan umumnya lebih cepat. Rahim pun akan melalui proses alami untuk kembali ke bentuk semula. Jika Ibu berencana memiliki anak lagi, maka tidak ada masalah dengan jarak kehamilan berikutnya.

Secara biologi, persalinan ini memicu kelenjar susu memproduksi kolostrum untuk dihasilkannya air susu. Selain itu, bayi yang lahir secara normal memiliki daya tahan tubuh terhadap alergi yang lebih tinggi.

• Kekurangan persalinan normal

Meski kini ada banyak pilihan untuk meredakan/menghilangkan rasa nyeri saat persalinan, memang pada persalinan normal masih menyisakan trauma nyeri persalinan. Bagi sebagian ibu, nyeri ini bisa terasa semakin menyakitkan terutama bila si ibu tegang. Selain itu, penyayatan sebagian area vagina di dekat anus yang istilah medisnya ‘episiotomi’ ini, berisiko membuat keelastisitasan vagina saat berhubungan seks menjadi berkurang. Ada kemungkinan, Ibu pun mengalami kesulitan duduk dan berdiri jika ada infeksi dan komplikasi pada penjahitan luka robekan tersebut.

  • Operasi Caesar

Operasi caesar (c-section) adalah prosedur bedah dilakukan melalui sayatan/dipotong dari perut untuk melahirkan bayi keluar dari rahim ibu. Secara umum, ada 2 jenis operasi Caesar yakni operasi caesar elektif dan caesar darurat/emergency. Untuk operasi caesar elektif biasanya sebuah prosedur yang terencana. Sebuah operasi caesar elektif dilakukan ketika melahirkan melalui vagina terlalu berisiko bagi ibu dan bayi dan sarat untuk melahirkan normal tidak terpenuhi. Sedangkan operasi caesar darurat biasanya dilakukan dalam kasus-kasus di mana persalinan normal telah gagal, atau ada kondisi yang mengancam jiwa ibu dan bayi dalam kandungannya seperti terdapat fetal distress pada bayi karena ditemukan denyut jantung melambat dan ireguler adalah tanda adanya distress pada bayi. Bayi juga memberikan tanda berupa mengeluarkan mekonium yang bercampur pada cairan ketuban sehingga ketuban menjadi kehijauan. Jika bayi tidak dilahirkan segera maka risiko kematian tinggi., distress ibu terdapat situasi yang mengancam jiwa selama proses dan sebelum persalinan seperti perdarahan berlebihan, tekanan darah tinggi, preeklamsia berat, atau bahkan eklampsia/kejang, maka operasi sesar emergiensi dapat diindikasikan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan proses lahir tidak maju dan persalinan lama. Kondisi ini dapat terjadi ketika jalan lahir bayi terlalu sempit atau kepala bayi lebih besar dari normal, sehingga relatif tidak bisa melewati jalan lahir pada panggul ibu. Pada saat ini, juga kadang disertai gagalnya kontraksi uterus sehinnga terjadi persalinan lama. Kondisi ini dapat mengancam jiwa dan membutuhkan operasi caesar emergency.

• Kekurangan persalinan caesar

Bila ibu bersalin secara caesar, maka ada beberapa hal ketidaknyamanan yang kelak dirasakan meski operasi dijalankan sesuai standar operasionalnya. Beberapa hari pertama pasca persalinan, akan timbul rasa nyeri yang kadarnya dapat berbeda-beda pada setiap ibu. Proses pemulihan cenderung berlangsung lebih lama, sehingga ibu harus menjalani waktu rawat inap yang lebih lama ketimbang persalinan normal. Sementara cara penyuntikkan obat bius di tulang punggung dapat membuat ibu sering merasakan kesemutan dan rasa pusing di kemudian hari. Operasi besar ini menimbulkan trauma operasi, seperti terjadinya risiko perdarahan dua kali lebih besar ketimbang persalinan normal dan juga risiko kerusakan kandung kemih. Tentu saja biaya persalinan caesar akan jauh lebih mahal.

• Kelebihan persalinan caesar

Bila indikasi medis membuat persalinan normal menjadi berisiko tinggi, persalinan caesar tentu saja menjadi cara teraman. Ibu yang memilih dibius secara lokal dapat melahirkan secara sadar, sehingga bisa segera menyusui si bayi dengan IMD (inisiasi menyusui dini) segera setelah operasi. Selain itu, karena tidak ada proses mengejan, risiko meregangnya otot-otot dasar panggul dan vagina menjadi berkurang. Proses persalinan dengan cara ini relatif singkat (membutuhkan waktu kurang dari satu jam).

Saya berharap bahwa kita semua sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana metode persalinan dan perlu diingat masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada pemenang dalam perbandingan ini. Bagi mereka yang memenuhi syarat untuk melahirkan normal, Anda dianjurkan untuk melakukannya. Tapi untuk kehamilan dengan indikasi operasi caesar, Anda tidak harus mengambil risiko akan melalui persalinan normal bahkan jika banyak yang mengatakan persalinan normal relatif lebih menguntungkan. Apapun metode yang persalinan yang dipilih, tujuan utamanya adalah untuk melahirkan bayi yang sehat dengan aman ke dunia yang indah ini.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *