AWAS! Stres Bisa Picu Sakit Maag

SAAT ini, semua hal sepertinya dituntut serba cepat ya guys. Karena lambat sedikit aja bakal ketinggalan. Efeknya, kadang hal-hal yang seharusnya jadi prioritas justru terlupakan dan berakibat buruk.

Menunda makan misalnya. Mengisi perut yang semestinya menjadi prioritas sebagai sumber energi kadang diabaikan dengan alasan sibuk atau bentar lagi yang akhirnya berujung pada gangguan pencernaan.

Lenzo Purba, pria yang berprofesi sebagai penulis dan presenter ini mengaku mempunyai riwayat sakit maag. Saat kambuh, dia akan merasa perutnya kembung, mual, dan tidak bisa makan dalam jumlah banyak.
“Sakit maag banyak diderita di era modern seperti saat ini. Sakit maag itu kumpulan gejala dan dalam bahasa medisnya disebut sindroma dispepsia,” kata dr Arif Koswandi, spPd – KGEH, spesialis penyakit dalam dan konsultan penyakit saluran cerna dan penyakit hati Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Kumpulan gejala itu berupa nyeri ulu hati, kembung, cepat kenyang, hingga sendawa. Namun setiap orang bisa memiliki gejala yang berbeda-beda dengan rasa sakit yang berbeda juga.

Devina Wistiasari, mahasiswa Universitas International Batam mengungkapkan dia akan merasa mual hingga muntah, saat maag-nya kambuh. Dan ia sudah mengidap maag sejak SMP. Bahkan ia juga kerap merasa pusing dan sesak.

Namun berbeda dengan yang dirasakan Emily Rosaliana. Siswa Sekolah Permata Harapan ini mengatakan bahwa saat telat makan, ia akan merasa nyeri hanya saja tidak sampai mual hingga muntah.

Sementara Reni Hikmalia, karyawati swasta di salah satu perusahaan di Batam mengaku saat maag kambuh, ia merasa kembung dan tak bisa makan banyak. Sedangkan Suci Ramadani, karyawan swasta juga ini lebih merasa mual saat maag kambuh.

“Gejala maag itu biasanya pedih di ulu hati, seperti orang lapar. Lalu cepat kenyang padahal makannya cuman sedikit serta kembung. Sendawa juga bisa jadi salah satu gejalanya,” ujarnya.

Dr Arif mengungkapkan, sebagian besar atau sekitar 90 persen jika diteliti di bagian lambung tidak ada kelainan. Tetapi 10 persen disebut organik ada penyakitnya, seperti polip, tukak atau sariawan, luka lecet pada lambung atau usus 12 jari.

Dan ternyata guys ada tanda-tanda yang bisa dijadikan pembeda apakah kalian mengidap maag fungsional atau organik.

Tanda-tandanya bahaya maag organik adalah maag yang biasanya diderita pasien berusia 55 tahun ke atas, berat badan menurun. Bahkan, selama tiga bulan bisa turun lebih dari 10 kg, riwayat muntah darah dan BAB hitam, muntah tidak sembuh-sembuh, atau riwayat sakit saluran cerna pada keluarga.

“Kalau yang 90 persen itu biasanya karena stres, pola makan yang tidak teratur, jenis makan yang salah. Sering makan pedas dan asam. Dan maag fungsional biasanya di derita pasien usia di bawah 25 tahun atau dewasa,” ungkapnya.

Pengobatan pada maag bisa diketahui saat sudah diketahui penyebabnya. Jika karena stres, maka kamu perlu refreshing, kalau karena pola makan maka pola makannya yang harus diperbaiki, jika karena jenis makanan maka jenis makanan yang harus dijaga.

“Sakit maag itu tidak bahaya hanya saja sangat mengganggu aktivitas. Biasanya, sakit maag fungsional tidak menjadi organik jika faktor pencetusnya tidak dilakukan secara berulang-ulang. Dan maag bisa menyebabkan kematian jika faktor pencetus terus berulang-ulang, atau dicurigai karena adanya maag organik,” katanya.

Jadi tidak ada salahnya loh guys, kalau sesekali kamu kontrol ke dokter, tidak hanya konsultasi tetapi kamu juga bisa melakukan USG.

Karena penyebab maag organik bisa karena ada batu empedu, benjol pada pankreas, benjolan di hati, adanya tumor, polip, hingga tukak lambung. (*)

Sumber: http://batam.tribunnews.com/2018/03/22/awas-stres-bisa-picu-sakit-maag?page=2

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *