Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus)

Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus) adalah penyakit serius yang kasusnya mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Jutaan orang di dunia didiagnosis terjangkit kencing manis karena gaya hidup tidak sehat dan kurang berolahraga. Dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM – Sub Spesialis Endokrin dan Penyakit Metabolik dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi menjelaskan bahwa penyakit kencing manis ini bisa terjadi pada anak-anak hingga orang lanjut usia. Meskipun ini penyakit yang tidak bisa disembuhkan namun sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Penyakit kencing manis adalah suatu penyakit gangguan metabolik, yaitu gangguan metabolisme gula yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi melebihi normal. Hal ini disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh atau terganggunya kerja insulin dalam tubuh.

Apa sebenarnya penyebab terjadinya diabetes mellitus? Tidak ada penyebab yang pasti tetapi merupakan gabungan dari beberapa faktor resiko yaitu:

  • Kegemukan
  • Mereka yang jarang untuk olahraga
  • Pola makan yang berlebihan
  • Mereka yang memiliki anggota keluarga menderita diabetes atau kencing manis
  • Mereka yang pernah, mengalami, menderita hipertensi kemudian penyakit jantung koroner atau gangguan pada metabolisme lemak atau disebut juga ‘hiperkolesterolemia’.

Jadi apabila ada disekitar kita atau diri kita sendiri yang memiliki faktor resiko tersebut maka harus melakukan pemeriksaan kadar glukosa darahnya. Yaitu yang pertama kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah dua jam sesudah makan atau pemeriksaan HBA1C. Dan bila diperlukan, dilakukan pemeriksaan glukosa darah dengan toleransi tes glukosa oral untuk memastikan apakah yang bersangkutan menyandang diabetes atau tidak.

Penatalaksanaan pada kasus diabetes mellitus atau kencing manis ada lima pilar yaitu:

  1. Edukasi artinya bagi penyandang diabetes harus memahami dan harus bersahabat dengan diabetes.
  2. Bergaya hidup sehat, melalui pola makan.
  3. Melakukan latihan fisik atau meningkatkan aktifitas fisik, latihan fisik atau olahraga yang bersifat aerobic pilihannya yaitu bisa jalan cepat, lari, naik sepeda atau berenang. Lama latihannya sekitar 30 menit sehari dengan frekuensi 5x perminggu atau berselang satu hari.
  4. Obat-obatan untuk menurunkan kadar glukosa darah.
  5. Memonitor kadar glukosa darah secara berkala sesuai dengan kepentingan atau sesuai dengan kadar glukosa darah penyandang diabetes.
Bagikan ke :