Sakit Jantung Karena Diabetes Melitus

Penyakit jantung adalah kelainan yang diturunkan maupun didapat yang menyebabkan kerusakan pada jantung. Kelainan itu bisa terjadi di selaput jantung (perikard), otot jantung (miokard), katup jantung, irama jantung dan yang terbanyak penyakit jantung koroner atau penyakit akibat tersumbatnya aliran darah yang memberikan makanan ke jantung. Salah satu penyebab seseorang bisa menderita sakit jantung adalah penyakit Diabetes Melitus (disingkat Diabetes).

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana hubungan Sakit Jantung dan Diabetes, Redaksi berkesempatan menemui dr Yudistira Panji Santosa SpPD-KKV., M.Kes., FAPSIC., FICA., FINASIM, spesialis jantung dari RS Awal Bros Tangerang. “Diabetes atau kencing manis dapat membuat kelainan pada berbagai organ maupun sistim tubuh. Salah satu sistim tubuh yang sering terkena dan berakibat fatal adalah sistim kardiovaskuar (jantung dan pembuluh darah),” ujarnya. Kelainan itu disebabkan akibat stress oksidatif dari keadaaan gula yang meningkat dan mengakibatkan iritasi dari endotel (selaput dalam) pembuluh darah dan mengakibatkan terjadinya plak aterosklerosis atau sumbatan di pembuluh darah.

Pembuluh darah yang terkena dapat terjadi di semua organ tubuh seperti pembuluh darah di otak, mata, ginjal, kaki dan yang fatal dapat terjadi di pembuluh darah jantung. Sumbatan yang terjadi jika makin bertambah maka akan menyebabkan gejala dan tanda pada tubuh manusia. Gejala dan tanda yang terjadi, seperti: nyeri dada saat aktifitas, sesak nafas, mudah lelah dan terbangun pada malam hari karena sesak atau batuk.

Kerusakan dapat juga terjadi pada syaraf yang mengatur irama jantung, sehingga irama jantung menjadi tidak teratur bahkan dapat terjadi henti sejenak dari irama jantung. Selain itu dapat mengakibatkan ketidaksesuaian irama. Respons dari ketidaksesuaian irama ini bisa mengakibatkan penderita berdebar-debar, hilang pandangan mendadak, pingsan maupun kejang-kejang.

Tindakan Pencegahan

Tindakan Pencegahan serangan jantung pada pasien Diabetes menurut dr Yudistira bisa dibagi 3, yaitu tindakan pencegahan Primer, Sekunder dan Tertier.

Tindakan pencegahan primer bertujuan mencegah terjadinya penyakit jantung pada pasien Diabetes yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiogram (EKG)), uji latih (treadmill test), echocardiography yang berkala atau jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh dokter.

Sedangkan pencegahan sekunder adalah untuk mendeteksi dini penyakit jantung dan segera mengobatinya untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pemeriksaan jantung dapat dilakukan pada penderita kencing manis seperti pemeriksaan elektrokardiogram setiap enam bulan, treadmill test setiap tahun dan echocardiogram setiap dua tahun. “Sedangkan untuk mengatasi dan mengontrol faktor risiko lain yang dapat menyertai kencing manis dapat dilakukan tiap tiga bulan. Jika diperlukan dilakukan pemeriksaan CT scan jantung, MRI jantung bahkan kateterisasi jantung jika mengarah terjadi penyakit jantung,” jelasnya.

Pencegahan tertier adalah pemulihan atau rehabilitasi untuk terjadinya kecacatan dan kematian. Seperti contoh pada kasus ini adalah penderita kencing manis yang sudah mengalami serangan jantung dan dokter berusaha mengurangi terjadinya gagal jantung akibat kerusakan otot jantung. Pemeriksaan jantung yang dilakukan seperti elektrokardiogram, echocardiogram, treadmill test atau stress echocardiogram dilakukan lebih intensif. Sedangkan pemeriksaan CT scan jantung, MRI jantung dan kateterisasi jantung dapat dilakukan secara berkala.

Gaya hidup sedentari dan sakit jantung

Apakah benar orang yang lebih banyak duduk atau kurang aktifitas lebih berisiko terkena sakit jantung?  “Orang yang banyak duduk dan kurang aktifitas dapat menyebabkan ketidakseimbangan pengeluaran energi dan pemasukan makanan. Orang yang tidak aktif cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan/cemilan daripada orang yang senang berjalan maupun berlari. Energi yang dikeluarkan juga jauh lebih sedikit daripada aktifitas berjalan dan berlari,” terangnya.

Dengan ketidakseimbangan itu akan dapat menimbulkan beberapa penyakit dan yang paling sering terjadi adalah obesitas atau berat badan berlebih. Obesitas merupakan keadaan yang dapat menimbulkan terjadinya kencing manis, peningkatan kadar kolesterol dan pengentalan darah. Hal-hal ini dapat memberikan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung pada orang yang lebih banyak duduk atau kurang aktifitas.

Beberapa faktor risiko yang dapat mengakibatkan serangan jantung

Faktor-faktor risiko yang dapat mempermudah seseorang mengidap penyakit jantung baik sendiri mapun bersama-sama adalah:

  1. Semakin bertambah usia, maka risiko untuk mengidap penyakit jantung makin bertambah
  2. Laki-laki. Kejadian penyakit jantung lebih banyak terjadi pada laki-laki daripada wanita.
  3. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Adanya riwayat keluarga dengan penyakit jantung memberikan kecenderungan terjadinya penyakit jantung pada keturunannya.
  4. Ras kulit hitam, hispanik, india dan asia lebih berisiko penyakit jantung daripada ras kulit putih.
  5. Merokok meningkatkan dua sampai empat kali risiko terjadinya penyakit jantung .
  6. Kolesterol tinggi. Risiko terjadinya penyakit jantung dapat terjadi dengan peningkatan kolesterol jahat (kolesterol LDL) dan menurunnya kolesterol baik (kolesterol HDL).
  7. Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan penyakit jantung, stroke dan gangguan ginjal.
  8. Gaya hidup yang kurang aktif/sedentari
  9. Mengidap penyakit Diabetes mellitus / kencing manis
  10. Mengalami Obesitas / kegemukan
  11. Stres yang berlebih. Studi mendapatkan orang yang mempunyai beban stress lebih dapat terkena serangan jantung
  12. Minum alkohol. Meminum alkohol yang berlebih dapat membuat penyakit hati, stroke dan penyakit jantung.

Semakin banyak faktor risiko di atas yang dimiliki oleh seseorang, semakin tinggi risikonya.

Pencegahan umum dan Penatalaksanaan

Pencegahan umum penyakit jantung yang terbaik, menurut dr Yudistira adalah dengan melakukan hidup sehat. Konsumsi makanan yang secukupnya, seimbang dan tak berlebih. Melakukan aktifitas fisik dan olah raga yang teratur. Sedangkan jika sudah menderita sakit jantung maka diperlukan tatalaksana yang komprehensif, menyeluruh dan holistik baik diet, program aktifitas, meminum obat yang teratur, dan jika diperlukan tindakan seperti pemasangan ring maupun operasi.

Tips agar tidak terjadi serangan jantung karena Diabetes

Tips agar tidak terjadi serangan jantung pada penderita diabetes adalah melakukan tatalaksana diabetes melalui diet, aktifitas fisik dan berolah raga. Jika gula darah masih belum terkontrol maka diperlukan obat untuk menurunkan kadar gula darah yang tepat dan jika diperlukan penggunaan insulin. Target gula darah yang perlu dicapai adalah HBA1C < 7.0 (hemoglobin yang tereduksi < 7.0). Diperlukan juga melakukan tatalaksana faktor-faktor risiko kardiovaskuler yang lain di luar diabetes mellitus seperti berhenti merokok, tatalaksana peningkatan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, penatalaksanaan hipertensi, mengatasi kegemukan, menjauhi stress dan alkohol. Melakukan pemeriksaan yang rutin baik pemeriksaan ke dokter dan pemeriksaan penunjang yang tepat yang dianjurkan ke dokter dan jika sudah terjadi akan mengikuti saran dan tatalaksana yang diberikan oleh dokter demi terjadinya peningkatan kesehatan pasien.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Tangerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *