Mengenal Tuberkulosis Daerah Pita Suara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tuberkulosis merupakan penyakit yang menular. Penyakit yang disingkat dengan TBC atau TB ini mempunyai angka kejadian yang tinggi di dunia, terutama di Indonesia. Dapat mengenai siapa saja tanpa mengenal batas umur atau pun jenis kelamin.

Selama ini yang banyak diketahui orang adalah tuberkulosis paru. Tapi sedikit yang tahu tentang tuberkulosis di daerah pita suara. Faktanya tuberkulosis tidak hanya menyerang paru, namun dapat dengan liar menyerang organ apa pun di tubuh termasuk daerah pita suara atau dikenal dengan laring.

Pada pertengahan 1900, TB laring memiliki prevalensi yang cukup tinggi di dunia dan 37 persen merupakan penderita yang disertai TB paru dengan prognosis yang buruk. Tuberkulosis ternyata penyakit yang sudah sepuh. Ditemukan 1883 oleh Robert Koch. Pria berkebangsaan Jerman ini berhasil menemukan bakteri penyebab tuberkulosis. Awalnya tuberkulosis dianggap sebagai penyakit bawaan lahir.

Melalui serangkaian penelitian, laki-laki yang ahli dalam masalah kuman ini mendapatkan penyebab tuberkulosis adalah kuman mycobacterium bacteri. Dari hasil ini Robert memperoleh hadiah nobel di bidang Fisiologi dan Kedokteran tahun 1905. Pada dua dekade terakhir angka kejadian.

“Tuberkulosis laring ini meningkat karena semakin banyaknya penyakit imunosupresif, pengaruh usia, imigran yang banyak dari daerah terjangkit TB dan terjadinya resestensi terhadap obat antituberkulosis,” ujar Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Hidayatul Fitria SpTHT-KL, Rabu (28/3).

Tuberkulosis yang menyerang daerah pita suara akan menyebabkan gangguan pada suara. Penderita mengalami suara serak dari yang ringan sampai progresif bahkan dengan suar tidak keluar sama sekali. Gejala ini biasanya disertai dengan nyeri menelan sehingga kadangkala untuk menelan air ludah saja begitu sakitnya. Keadaan inilah yang biasanya memaksa si penderita datang ke dokter.

“Jadi kondisi spesifik yang dirasakan penderita adalah suara serak bersama dengan nyeri menelan. Walau bisa saja tidak harus demikian pada beberapa individu. Keluhan lain dapat berupa suara serak dengan batuk-batuk yang lama. Biasanya yang tipe begini, tuberkulosis laring bersamaan dengan tuberkulosis paru,” sebutnya.

Nah, bagaimana jika gejala sudah lanjut? Sesak nafas akan muncul disertai bunyi nafas yang khas disebut dengan stridor. Timbulnya kondisi ini karena terjadi sumbatan jalan nafas atas oleh kumpulan kuman yang membentuk pembengkakan, disebut tuberkuloma. Sehingga pita suara tidak dapat bergerak dengan maksimal atau pada tingkat parahnya tertutup oleh tuberkuloma ini ada karena peradangan yang hebat.

Sekadar kita tahu, pita suara tidak hanya berfungsi sebagai fondasi untuk menghasilkan vokal, juga berperan dalam pernafasan, ketika bernafas, pita suara membuka, saat makan akan menutup. Gejala lain yang dapat juga dikeluhkan adalah batuk, berat badan menurun, lemas, nafsu makan berkurang dan keringat malam.

Daerah pita suara sendiri dikenal dengan nama laring, merupakan struktur yang kompleks diciptakan oleh Yang Maha Kuasa untuk manusia. Olah vokal yang kita hasilkan adalah gerakan pita suara. Pita suara akan membuka dan menutup, meregang atau mengendor.

Setiap insan yang terlahir akan mempunyai dua pasang pita suara yaitu sepasang pita suara asli atau plika vokalis dan sepasang pita suara palsu atau plika ventrikularis. Pita suara merupakan pembatas antara saluran nafas atas dan bawah, yakni pembatas antara tenggorok dan saluran paru.

Di samping itu, juga pelindung saluran nafas saat makan. Saat makan pita suara akan menutup agar makanan tidak  salah masuk ke saluran nafas, melewati jalan yang benar yaitu saluran digestif atau pencernaan. Oleh karena itu orang yang berbicara atau bercanda saat makan sering tersedak, karena pita suara terbuka, sehingga makanan bisa masuk ke saluran nafas.

Tuberkulosis dapat menular droplet melalui udara yang dihirup dan masuk ke saluran nafas. Gejala infeksi kuman muncul ditentukan oleh beberapa faktor. Di antaranya daya tahan tubuh, virulensi atau daya tular kuman dan jumlah kuman yang ada dalam tubuh. Daya tahan tubuh menjadi faktor yang penting untuk tertularnya kuman mycobakterium ini.

‘’Tuberkulosis sendiri dapat mengenai daerah pita suara dikarenakan dahak yang telah terinfeksi di paru kontak lansung dengan laring. Cara lain dapat terjadi dengan penyebaran kuman mycobakterium tuberkulosis melalui darah atau jaringan limfatik yang mencapai daerah pita suara,” katanya panjang lebar.

Lalu apa yang terjadi dengan daerah pita suara ketika terserang kuman ini?  Pada infeksi awal pada lapisan subeptelial akan merah, bengkak dan berlansung infiltrasi sel-sel eksudat. Kemudian terbentuk granuloma turberkel yaitu semacam benjolan yang lunak.

Tuberkel yang berdekatan kemudian bersatu dan meregang lapisan mukosa diatasnya, akhirnya pecah membentuk ulserasi. Ulkus yang terbentuk besar dan dangkal dan ditutupi oleh perkijuan. Pada keadaan ini pasien mulai merasakan nyeri terutama saat menelan. Kenapa saat menelan? Karena waktu menelan daerah pita suara terangkat, gerakan ini semakin merangsang rasa nyeri.

Apabila ulkus ini sampai ke tulang rawan daerah pita suara maka akan meninggalkan jaringan mati yang berbau, dan biasanya keadaan penderita bisa sangat buruk dan dapat berakibat fatal.

Untuk memastikan gejala suara serak akibat tuberkulosis daerah pita suara maka dokter THT akan melalukan pemeriksaan fiber optik laringoskopi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukan suatu alat seperti selang kecil melalui hidung terus ke tenggorok dan daerah pita suara.

Selanjutnya akan dilakukan evaluasi. Gambaran yang terlihat dapat berupa ulkus yang banyak dan tersebar disertai lesi hipertrofik atau semacam pembengkakan pada beberapa tempat. Secara makro, tuberkulosis derah pita suara mempunyai empat tipe yaitu tipe granulomatous, ulseratif, polipoid dan nonspesifik.

Selain pemeriksaan fiber optik laringoskopi juga dilakukan pemriksaan rontgen dada untuk melihat kondisi paru. Apabila dari pemeriksaan tersebut terdapat tuberkulosis di paru juga, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak. Pada akhirnya pengobatan tuberkulosis daerah pita suara dan paru disembuhkan secara bersamaan dengan obat yang sama.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan. Lama pengobatan berkisar sekitar enam bulan dan pada beberapa kasus bisa sampai sembilan bulan. Penderita akan diberikan obat anti tuberkulosis sebanyak empat macam selama dua bulan pertama dan dua macam pada empat bulan berikutnya. Agar pengobatan berhasil penderita harus patuh dan disiplin makan obat.

Kalau alpa mengosumsinya, maka pola terapi dimulai dari awal kembali dengan dosis yang sama. Hal ini akan memperlama masa pengobatan dan berisiko besar untuk terjadinya resistensi obat. Maksudnya obat tidak mampu lagi membunuh kuman sehingga kuman makin meyebar dan makin virulens.

Tentu tidak ada yang menghendaki hal demikian, bukan? Suara serak akan membaik dalam dua pekan pengobatan dan bukan berarti pengobatan sudah selesai, tetap dijalani selama enam bulan. Sementara untuk nyeri menelan sembuh lebih cepat, sekitar tiga sampai lima hari setelah makan obat.

“Tindakan operatif dilakukan sebagai tindakan life safing saat adanya sumbatan jalan nafas atas akibat tuberkulosis daerah pita suara. Hal ini terjadi karena fiksasi pita suara oleh infeksi kuman, sehingga tidak bisa membuka jalan nafas. Tindakan ini disebut trakheostomi sebagai jalan untuk mem-bypass jalan nafas sehingga sesak teratasi,” jelasnya.

Evaluasi berkala terhadap tuberkulosis dearah pita suara dilakukan setiap bulan. Fiber optik laringoskopi ulang dilakukan pada bulan keenam, untuk menentukan pengobatan telah selesai atau belum. Jika masih ada lesi di daerah pita suara, biasanya pengobatan diteruskan sampai tiga bulan kemudian.

“Tuberkulsosis daerah pita suara dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat dengan patuh dan disiplin. Waspadalah dengan suara serak, segera periksakan diri ke dokter jika gejala ini ada pada kita,” pintanya.***

 

Sumber: http://riaupos.co/berita.php?act=full&id=176922&page=3#.WsGoVi5ubIU

Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *