Makan Junk Food Bahaya Lho! Simak Apa Saja Akibat Buruknya

Junk food dan fast food, rasanya semua setuju jika kedua jenis makanan tersebut dinilai kurang sehat terutama dari kecukupan serat, vitamin serta mineral. Cara pengolahan yang cepat dan bahannya yang kebanyakan tinggi lemak, garam serta gula juga bisa diklaim bisa mengganggu kesehatan.

Sayangnya, meski bukan termasuk healthy food, kedua jenis makanan ini tetap saja menjadi favorit dan banyak dipilih untuk dikonsumsi. Terutama oleh kalangan Mellennial. Alasannya sudah pasti beragam. Namun, kebanyakan karena selain rasanya yang lebih tasty, baik junk food maupun fast food sangat mudah didapatkan bagi yang butuh makanan yang instan.

Lantas apa kata ahli gizi terkait dua jenis makanan tersebut? Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros, dr. Brain Gantoro, SpGK, junk food tidak baik untuk kesehatan karena tinggi lemak, garam dan gula. Junk food juga kurang serat, vitamin dan mineral.

Junk food berbahaya karena tinggi lemak, garam dan gula disebut dengan Zero-Calories,” katanya. Akibat jika keseringan mengonsumsi junk food, jumlah lemak badan menjadi tidak seimbang. Sehingga akan terjadi percepatan penuaan, peningkatan risiko penyakit degenerative (DM, hipertensi, penyakit jantung koroner dan kanker).

dr. Brain Gantoro, SpGK Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Awal Bros Batam

Dr. Brain juga menyebutkan bahwa selain junk food, fast food juga banyak disenangi banyak orang. Kedua tipe makanan tersebut sering disamakan karena isinya hampir sama, praktis, enak dan terjangkau. Namun junk food dan fast food mempunyai sedikit perbedaaan. Junk food merupakan makanan yang tinggi lemak, garam, gula kurang serat, vitamin dan mineral. Sedangkan fast food adalah makanan cepat saji, makanan olahan, umumnya digoreng sehingga tinggi lemak.

Misalnya saja, gorengan, makanan kaleng, sosis, daging ham, asinan, manisan kering, es krim, jeroan, keju olahan, makanan beku dan sebagainya. Dr. Brain juga menyebutkan bahwa selain junk food, fast food juga banyak disenangi banyak orang. Kedua tipe makanan tersebut sering disamakan karena isinya hampir sama, praktis, enak dan terjangkau.

Namun junk food dan fast food mempunyai sedikit perbedaan. Junk food merupakan makanan yang tinggi lemak, garam, gula kurang serat, vitamin dan mineral. Sedangkan fast food adalah makanan cepat saji, makanan olahan, umumnya digoreng sehingga tinggi lemak.

Misalnya saja, gorengan, makanan kaleng, sosis, daging ham, asinan, manisan kering, es krim, jeroan, keju olahan, makanan beku, dan sebagainya. “Supaya rasanya enak terkadang juga diberi garam yang melebihi kecukupan dalam sehari. Padahal, seharusnya jumlah asupan garam hanyalah lima gram per hari. Kemudian ada juga yang memberi gula yang banyak melebihi anjuran kesehatan. Padahal, normalnya maksimal 50 gram atau setara empat sendok sehari. Begitu juga penyedap rasa atau MSG yang normalnya hanya lima gram per hari,” katanya.

Menurutnya, kedua tipe makanan tersebut sering disamakan karena isinya hampir sama, namun penyajiannya berbeda karena fast food diolah lebih lama ketimbang junk food sehingga kandungan vitaminnya hilang. Dan ia menyarankan agar makan buah dan sayur setelah konsumsi junk food atau fast food.

“Agar gizi dalam tubuh dapat terpenuhi. Tidak ada salahnya kita seimbangkan dengan makanan yang kaya nutrisi, vitamin dan mineral,” katanya.

Tips
Seimbangkan Nutrisi Setelah Makan Junk Food

  • Konsumsi sayuran atau buah setelah mengonsumsi junk food atau fast food
  • Ganti konsumsi es krim dengan es krim yang terbuat dari sayur atau buah setelah makan junk food atau fast food
  • Konsumsi buah dan sayur dalam keadaan segar. Karena setelah diolah maka vitamin akan berkurang
  • Konsumsi sayur dan buah lima porsi perhari. Satu porsi sekitar seukuran mangkok kecil dengan 5 gram.
  • Selain makan sayur dan buah, bisa dibantu dengan penambahan vitamin, air yang cukup.
SUMBER : http://batam.tribunnews.com/2018/04/02/makan-junk-food-bahaya-lho-simak-apa-saja-akibat-buruknya
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *