Menyikapi Kegemaran Junk Food Si Kecil

Anak-anak pada umumnya suka makanan junk food atau siap saji. Pilihannya bervariasi, enak, praktis dan terjangkau. Junk food mudah ditemukan. Tempat menjual junk food biasanya menyediakan playground untuk bermain.

Berbagai hal – hal menarik itupun membuat si kecil ketagihan mengonsumsi junk food. Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Brain Gantoro, SpGK mengatakan junk food tidak baik untuk kesehatan karena makanan tersebut tinggi lemak, garam dan gula, kurang serat, vitamin dan mineral.

Junk food berbahaya karena tinggi lemak, garam dan gula disebut dengan zero-calories,” katanya. Menurut dia, anak – anak atau orang dewasa yang suka konsumsi junk food bisa diimbangi dengan makan buah dan sayur. “ Untuk anak usahakan makan buah karena lebih suka dari pada sayur. Atau anak disodori es krim yang berisi banyak buah,” jelasnya.

Ia menyarankan sayur dan buah tersebut sebaiknya dalam keadaan segar dan tanpa diolah, seperti di jus atau diperas. Karena jika diolah dapat mengurangi kandungan vitamin yang ada pada buah. “Sebaiknya konsumsi sayur dan buah lima porsi perhari. Satu porsi ukurannya satu mangkok kecil sekitar 5 gram. Selain, makan sayur dan buah juga wajib menyuplai vitamin, mineral dan air,” ujarnya.

Anak – anak mulai belajar konsumsi makanan orang dewasa sejak umur satu tahun. Namun, sebaiknya diusia satu tahun tersebut jangan dulu dikenalkan junk food karena terlalu cepat dan berakibat komposisi lemak badan akan cepat meningkat. “Komposisi lemak badan yang tidak seimbang menyebabkan percepatan  penuaan, peningkatan risiko penyakit degenerative (hypertensi, penyakit jantung koroner dan kanker),” pungkasnya.

Beda Junk food dan Fast Food

Sebagian orang kurang memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya. Makanan asal kenyang dan enak. Dr. Brain menyebut ada dua tipe makanan yang sangat disenangi masyarakat yakni junk food dan fast food. Kedua tipe itu sering disamakan karena isinya hampir sama, praktis, enak dan terjangkau. Padahal keduanya memiliki perbedaan. Junk food merupakan makanan yang tinggi lemak, garam, gula, kurang serat, vitamin dan mineral, sehingga tak baik untuk kesehatan.

Sedangkan fast food adalah makanan olahan, umumnya digoreng sehingga tinggi lemak. “Supaya enak terkadang diberi gambar, gula dan penyedap yang berlebih,” katanya. Namun ada beberapa makanan yang termasuk fast food tapi tetap sehat, misalnya salad serta potongan buah di supermarket. Kedua jenis makanan itu memang sering disamakan karena isinya mirip. Hanya penyajiannya yang berbeda. “Karena itu setelah makan junk food harus makan buah dan sayur,” kata dr. Brain.

SUMBER : KORAN SINDO | HEALTH | 28 MARET 2018 | HAL. 16
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *