dr. Sherly Ikyos Dahlia Lie, SpBA : Mengenal Hernia pada Anak

Narasumber : dr. Sherly Ikyos Dahlia Lie,SpBA

Dokter Spesialis Bedah Anak RS Awal Bros Pekanbaru

 

dr. Sherly Ikyos Dahlia Lie,SpBA

Apa itu hernia?

Hernia adalah penonjolan organ, seperti usus, melalui dinding dari rongga di mana biasanya organ tersebut berada. Bagian dari usus atau jaringan lain di dekatnya dapat mendorong daerah yang lemah. Ini menyebabkan benjolan atau tonjolan di bawah kulit yang disebut hernia.

Hernia pada anak merupakan kelainan perkembangan yang sering terjadi dan memiliki penanganan berbeda dari orang dewasa. Sehingga penting untuk orang tua mengenal apa itu hernia dan apa saja yang perlu menjadi perhatian dalam menangani hernia pada anak. Ada beberapa jenis hernia pada anak, namun ada dua jenis yang sering terjadi, yaitu hernia inguinalis (hernia di lipat paha) dan hernia umbilikalis (hernia di pusar).

Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis pada anak dapat terjadi pada salah satu atau kedua sisi selangkangan. Hernia ini dapat terjadi hingga 5 dari 100 bayi, dimana kejadiannya lebih sering terjadi tiga hingga sepuluh kali lipat pada anak laki-laki. Pada bayi prematur sekitar 13 hingga 30 dari 100 bayi dapat terjadi hernia, terutama pada bayi yang kurang dari 1000g. Sekitar 75% terjadi di sisi kanan dan dapat terjadi pada kedua sisi.

Penyebab

Hernia inguinalis pada anak berbeda dengan yang terjadi pada orang dewasa, di mana pada dewasa terjadi karena kelemahan di otot dinding perut, sedangkan pada anak terjadi karena pada saat perkembangan bayi, ada jalur alami antara rongga perut dengan selangkangan, yang disebut saluran inguinalis. Pada anak laki-laki, testikel berkembang di perut dan bergerak ke dalam skrotum melalui saluran inguinalis, sedangkan pada anak perempuan walaupun tidak memiliki testikel, mereka tetap memiliki saluran ini, sehingga mereka juga tetap bisa mendapatkan hernia. Saluran ini seharusnya menutup segera setelah lahir, sehingga saat saluran ini tidak menutup sepenuhnya, cairan, usus atau jaringan lain dari dalam rongga perut dapat masuk ke selangkangan.

Tanda dan Gejala

Tanda yang sering terlihat pembengkakan di area lipat paha atau di dalam skrotum yang semakin jelas pada saat menangis, batuk, bersin atau mengejan. Kadang disertai rasa nyeri atau ketidaknyamanan di daerah yang menonjol tersebut. Jika terjadi pembengkakan yang disertai rasa nyeri, muntah bahkan kemerahan di kulit sekitarnya hal ini merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera karena telah terjadi jepitan pada organ yang telah masuk ke dalam hernia tersebut.

Penanganan

Hernia inguinalis tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan, hanya dapat dengan pembedahan, terutama jika telah terjadi  jepitan pada organ yang masuk ke dalam saluran inguinalis, operasi haruslah dilakukan sesegera mungkin.

Hernia Umbilikalis

Sebagian besar bayi dilahirkan dengan lubang kecil di otot perut, di mana saat kandungan terdapat tali pusar. Beberapa minggu setelah lahir, dapat muncul tonjolan di pusar, yang disebut hernia umbilikalis. Hernia ini dapat terjadi pada sekitar 10 hingga 30 dari 100 bayi yang lahir, dan terjadi pada 75% bayi yang lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 1500g). Besarnya beragam, tetapi jarang menimbulkan gejala. Kadang-kadang sebagian kecil dari usus dapat masuk dan keluar melalui pembukaan ini, yang dapat merubah ukurannya menjadi lebih besar. Hernia ini dapat menghilang  tanpa pengobatan sebelum usia 3 tahun.

Penyebab

Pada saat lahir lubang tempat pembuluh darah masuk dari ibu ke janin melalui tali pusar tidak langsung menutup. Selama 5 tahun pertama pertumbuhan otot perut akan menutup lubang ini, keterlambatan atau gagal menutupnya lubang ini berkembang menjadi hernia umbilikalis.

Tanda dan Gejala

Hernia umbilikalis berupa pembengkakan di sekitar pusar yang mungkin membesar dengan menangis, batuk, bersin atau mengejan. Biasanya pembengkakan ini dapat hilang timbul atau mudah dimasukkan kembali, jika terjadi pembengkakan yang tidak dapat mengecil disertai nyeri perut dan muntah dapat berarti bahwa telah terjadi jepitan pada organ yang masuk ke dalam kantong hernia.

Pengobatan

Sebagian besar anak-anak dengan hernia umbilikalis tidak memerlukan pembedahan. Pembedahan dilakukan jika hernia menetap hingga usia lebih dari 3 tahun atau jika besar lubang lebih dari 1,5cm pada usia 2-3 tahun. Seperti pada hernia inguinalis, hernia umbilikalis perlu dilakukan pembedahan jika telah terjadi jepitan pada organ di dalam kantung hernia. Dahulu sering dilakukan penempelan koin pada area pusar, namun kini hal tersebut tidak lagi diperlukan karena tidak dapat menyembuhkan hernia bahkan dapat menyebabkan ruam kulit yang serius.

Categories: Artikel and RS Awal Bros Pekanbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *