Tingkatkan Peluang Kehamilan, Subur Berkat Akupunktur Medik

Akupunktur medik dikatakan bisa menjadi jalan alternatif dalam memperoleh keturunan. Lalu, seperti apa cara kerja jarum akupunktur ini sehingga membuka peluang kehamilan?

Banyak pasangan suami istri (pasutri) yang kesulitan mendapatkan momongan meski sudah menikah bertahun – tahun. Hal tersebut memang menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi pasutri karena anak dianggap sebagai generasi penerus keluarga. Kondisi tersebut dikatakan kondisi tidak subur atau infertilitas.

Infertilitas merupakan kondisi ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama satu tahun atau lebih, jika pada wanita berusia di atas 35 tahun selama enam bulan atau lebih.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), diperkirakan 10-15 persen pasutri usia reproduktif menderita infertile, sekitar 30 persen disebabkan karena faktor pria, kelainan pada wanita sekitar 30 persen, gangguan pria dan wanita sekitar 20 persen, serta 20 persen tidak diketahui penyebabnya.

Penyebab infertilitas pada wanita dapat dibagi menjadi empat kelompok. Pertama, kelainan pada produksi oosit (sel telur). Kedua, kelainan tomis saluran reproduksi yang menyebabkan obstruksi transport sperma, oosit maupun embrio. Ketiga, kelainan proses implantasi seperti efek pada perkembangan awal embrio dan interaksi embrio – endometrium. Terakhir, faktor lainnya yang mungkin berperan dalam infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. “misalnya, usia, berat badan, merokok, alcohol, dan asupan kafein. Lalu, faktor psikologis dan emosional, kelainan imunologi, ketidakseimbangan hormon dan sifatnya borderline (gangguan kepribadian),” kata Dokter Spesialis Akupunktur Medik RS Awal Bros Batam dr. Mia Sopha Irawadi, SpAK.

Sedangkan infertilitas pada pria mengalami gangguan pada kelainan pretestikuler (gangguan sebelum testis), seperti kelainan pada ypothalamus atau bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid dan gukokortikoid, glukosa dan suhu. Selain itu kelainan hipofisis seperti tumor, proses infiltrasi, hiperproklatinemia atau kondisi peningkatan kadar prolactin, hemokromatosis atau kelebihan zat besi.

Selanjutnya adalah kelainan Testikuler (Pada testis) seperti anomaly kromosom, penyakit yang menyebabkan otot makin lama makin lemah atau miotonik distrofi, ketidaksesuaian tempat bagi testis atau anorchia bilateral. “Lalu ada kelainan post testikuler yakni gangguan motilitas dan fungsi sperma, infeksi dan lainnya,” ujar dr. Mia.

Beberapa tahun terakhir, popularitas akupunktur sebagai metode yang dinilai bermanfaat dalam berbagai aspek kesehatan meningkat pesat. Dalam terapi kesuburan, akupunktur dianggap dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan. “Akupunktur dapat mengurangi stres, memberkan rasa relaksasi dan pikiran positif, serta meningkatkan kualitas hidup juga merangsang aliran darah apda rahim wanita sehingga memperngaruhi silklus menstruasi dan ovulasi,” jelasnya.

Terapi dilakukan untuk merangsang titik tertentu dengan cara menusuk jarum untuk menyembuhkan suatu keadaan penyakit, termasuk juga mengatasi ketidaksuburan. Sebelum melakukan terapi akupunktur medik ini, diperlukan ketelitian yang dalam pemeriksaannya, sehingga diagnosis dapat dilakukan dengan benar dan dapat memilih titik akupunktur yang tepat.

“Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terapi akupunktur sungguh meningkatkan peluang kehamilan,” ujarnya. Terlihat dari khasiat akupunktur yang dapat meningkatkan aliran darah khususnya pada rahim. Hal ini memberikan manfaat jangka panjang yang positif bagi kesehatan seseorang. Akupunktur juga menenangkan sistem saraf dan biasanya digunakan sebagai metode untuk mengatasi stres. Turunnya tingkat stres dapat memberikan kesehatan yang lebih baik, termasuk soal hormonal dan pengaruh pada kesuburan.

Akupunktur bekerja secara sentral dan lokal. Bagian tubuh sentral akan merangsang susunan saraf pusat hormon reproduksi di bagian kepala. Secara lokal, akupunktur akan merangsang mikrosirkulasi darah, pembuluh darah dan saraf organ reproduksi di bagian perut serta system imunitas. “Jarum akupunktur ini akan ditusukkan pada titik untuk menyuburkan. Terapi ini juga menstimulasi sensorik khusus yang dapat mengaktifkan reaksi homeostatis atau keseimbangan tubuh,” jelasnya.

Mekanisme kerja akupunktur dalam penanganan kasus infertilitas pada pria juga sama, bekerja secara sentral dan lokal. Penusukan titik akupunktur menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah termasuk pada testis dan epididymis (struktur dalam skrotum).

Studi terdahulu menemukan adanya hubungan antara kualitas sperma yang rendah dengan kadar Reaktive Oxygen Species (ROS) yang sangat tinggi. ROS akan meningkatkan pada keadaan stres termasuk dalam proses spermatogenesis. Kadar ROS yang tinggi juga menyebabkan kerusakan jaringan termasuk sel – sel spermatozoa. “pada keadaan normal dapat memproduksi zat – zat yang bersifat sebagai antioksidan pada reproduksi pria seperti Superoxide Dismutase (SOD), Glutathione Peroxidase (GPX) dan Catalase (CAT),” ungkapnya.

Pada kasus infertilitas akibat gangguan motilitas (kemampuan bergerak) sperma, memiliki sperma dengan kadar antioksidan yang lebih rendah dari pada normal. Terjadinya pelebaran diameter pembuluh darah yang terjadi ketika otot – otot di dinding pembuluh darah mengendur atau vasolidilatasi akibat penusukan titik akupunktur akan meningkatkan pasokan suplemen antioksidan seperti vitamin C, E dan glutation untuk mencegah kerusakan membrane plasma karena ROS yang tinggi sehingga dapat memperbaiki sel sperma.

Hasil studi eksperimental juga membuktikan bahwa elektroakupunktur pada titik tertentu dapat meningkatkan produksi ROS dan meningkatkan aktivitas SOD sebagai suatu enzim yang bersifat antioksidan sehingga dapat menurunkan kadar stres. “Tingkat sentral, akupunktur dapat mempengaruhi kualitas dari sel sperma,” ujarnya.

Lalu bagaimana proses akupunkturnya sendiri. Dr. Mia mengatakan jarum ditusukkan selama kurang lebih 30 menit. Terapi akupunktur medik ini biasanya dilakukan dalam beberapa seri terapi. Satu seri terapi terdapat 12 kali terapi yang sebaiknya rutin dilakukan dua kali dalam seminggu. Meski disebut ampuh, lanjut Mia, akupunktur tidak dapat mengatasi infertilitas yang sifatnya genetik, kelainan kromosom serta kelainan anatomis. Diperlukan pengobatan dan penelitian yang lebih spesifik. “Diperlukan data klinis dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk istri, serta dokter andrology untuk suami,” tutupnya.

SUMBER : BATAM POS | HEALTHY LIVING | 25 MARET 2018 | HAL. 19
Categories: Media Clipping and RS Awal Bros Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *