Apakah mungkin terjadi serangan jantung karena diabetes melitus? Penyakit jantung adalah kelainan yang diturunkan maupun didapat yang menyebabkan kerusakan pada jantung. Kelainan itu bisa terjadi di selaput jantung (perikard), otot jantung (miokard), katup jantung, irama jantung dan yang terbanyak penyakit jantung koroner atau penyakit akibat tersumbatnya aliran darah yang memberikan makanan ke jantung. Salah satu penyebab seseorang bisa menderita sakit jantung adalah penyakit Diabetes Melitus (disingkat Diabetes).

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana hubungan Sakit Jantung dan Diabetes, Redaksi berkesempatan menemui dr Yudistira Panji Santosa SpPD-KKV., M.Kes., FAPSIC., FICA., FINASIM, spesialis jantung dari RS Awal Bros Tangerang. “Diabetes atau kencing manis dapat membuat kelainan pada berbagai organ maupun sistim tubuh. Salah satu sistim tubuh yang sering terkena dan berakibat fatal adalah sistim kardiovaskuar (jantung dan pembuluh darah),” ujarnya. Kelainan itu disebabkan akibat stress oksidatif dari keadaaan gula yang meningkat dan mengakibatkan iritasi dari endotel (selaput dalam) pembuluh darah dan mengakibatkan terjadinya plak aterosklerosis atau sumbatan di pembuluh darah.

Pembuluh darah yang terkena dapat terjadi di semua organ tubuh seperti pembuluh darah di otak, mata, ginjal, kaki dan yang fatal dapat terjadi di pembuluh darah jantung. Sumbatan yang terjadi jika makin bertambah maka akan menyebabkan gejala dan tanda pada tubuh manusia. Gejala dan tanda yang terjadi, seperti: nyeri dada saat aktifitas, sesak nafas, mudah lelah dan terbangun pada malam hari karena sesak atau batuk.

Kerusakan dapat juga terjadi pada syaraf yang mengatur irama jantung, sehingga irama jantung menjadi tidak teratur bahkan dapat terjadi henti sejenak dari irama jantung. Selain itu dapat mengakibatkan ketidaksesuaian irama. Respons dari ketidaksesuaian irama ini bisa mengakibatkan penderita berdebar-debar, hilang pandangan mendadak, pingsan maupun kejang-kejang.

Pencegahan Serangan Jantung karena Diabetes

Tindakan Pencegahan serangan jantung karena Diabetes menurut dr Yudistira bisa dibagi 3, yaitu tindakan pencegahan Primer, Sekunder dan Tertier.

Tindakan pencegahan primer bertujuan mencegah terjadinya penyakit jantung pada pasien Diabetes yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiogram (EKG)), uji latih (treadmill test), echocardiography yang berkala atau jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh dokter.

Sedangkan pencegahan sekunder adalah untuk mendeteksi dini penyakit jantung dan segera mengobatinya untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pemeriksaan jantung dapat dilakukan pada penderita kencing manis seperti pemeriksaan elektrokardiogram setiap enam bulan, treadmill test setiap tahun dan echocardiogram setiap dua tahun. “Sedangkan untuk mengatasi dan mengontrol faktor risiko lain yang dapat menyertai kencing manis dapat dilakukan tiap tiga bulan. Jika diperlukan dilakukan pemeriksaan CT scan jantung, MRI jantung bahkan kateterisasi jantung jika mengarah terjadi penyakit jantung,” jelas dokter spesialis oenyakit dalam Rumah Sakit Awal Bros tersebut.

Pencegahan tertier adalah pemulihan atau rehabilitasi untuk terjadinya kecacatan dan kematian. Seperti contoh pada kasus ini adalah penderita kencing manis yang sudah mengalami serangan jantung dan dokter berusaha mengurangi terjadinya gagal jantung akibat kerusakan otot jantung. Pemeriksaan jantung yang dilakukan seperti elektrokardiogram, echocardiogram, treadmill test atau stress echocardiogram dilakukan lebih intensif. Sedangkan pemeriksaan CT scan jantung, MRI jantung dan kateterisasi jantung dapat dilakukan secara berkala.

Gaya hidup sedentari dan sakit jantung

Apakah benar orang yang lebih banyak duduk atau kurang aktifitas lebih berisiko terkena sakit jantung?  “Orang yang banyak duduk dan kurang aktifitas dapat menyebabkan ketidakseimbangan pengeluaran energi dan pemasukan makanan. Orang yang tidak aktif cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan/cemilan daripada orang yang senang berjalan maupun berlari. Energi yang dikeluarkan juga jauh lebih sedikit daripada aktifitas berjalan dan berlari,” terang dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Awal Bros tersebut.

Dengan ketidakseimbangan itu akan dapat menimbulkan beberapa penyakit dan yang paling sering terjadi adalah obesitas atau berat badan berlebih. Obesitas merupakan keadaan yang dapat menimbulkan terjadinya kencing manis, peningkatan kadar kolesterol dan pengentalan darah. Hal-hal ini dapat memberikan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung pada orang yang lebih banyak duduk atau kurang aktifitas.

Beberapa Faktor Risiko yang Dapat Mengakibatkan Serangan Jantung

Faktor-faktor risiko yang dapat mempermudah seseorang mengidap penyakit jantung baik sendiri mapun bersama-sama adalah:

Semakin banyak faktor risiko di atas yang dimiliki oleh seseorang, semakin tinggi risikonya.

Pencegahan Serangan Jantung

Pencegahan umum penyakit jantung yang terbaik, menurut dr Yudistira adalah dengan melakukan hidup sehat. Konsumsi makanan yang secukupnya, seimbang dan tak berlebih. Melakukan aktifitas fisik dan olah raga yang teratur. Sedangkan jika sudah menderita sakit jantung maka diperlukan tatalaksana yang komprehensif, menyeluruh dan holistik baik diet, program aktifitas, meminum obat yang teratur, dan jika diperlukan tindakan seperti pemasangan ring maupun operasi.

**

Tips Agar Tidak Terjadi Serangan Jantung Karena Diabetes

Tips agar tidak terjadi serangan jantung karena diabetes adalah melakukan tatalaksana diabetes melalui diet, aktifitas fisik dan berolah raga. Jika gula darah masih belum terkontrol maka diperlukan obat untuk menurunkan kadar gula darah yang tepat dan jika diperlukan penggunaan insulin. Target gula darah yang perlu dicapai adalah HBA1C < 7.0 (hemoglobin yang tereduksi < 7.0). Diperlukan juga melakukan tatalaksana faktor-faktor risiko kardiovaskuler yang lain di luar diabetes mellitus seperti berhenti merokok, tatalaksana peningkatan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, penatalaksanaan hipertensi, mengatasi kegemukan, menjauhi stress dan alkohol. Melakukan pemeriksaan yang rutin baik pemeriksaan ke dokter dan pemeriksaan penunjang yang tepat yang dianjurkan ke dokter dan jika sudah terjadi akan mengikuti saran dan tatalaksana yang diberikan oleh dokter demi terjadinya peningkatan kesehatan pasien.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat.

 

Ilustrasi Gambar: Unsplash

Aritmia adalah salah satu penyakit jantung yang dapat disembuhkan secara total. Nama lain Aritmia adalah gangguan irama jantung. Penderita mungkin tidak perlu lagi mengkonsumsi obat-obat anti aritmia seumur hidupnya. Teknologi terkini sudah dapat melakukan hal tersebut tanpa melalui prosedur pembedahan dan tanpa bius total. Tentunya akan lebih aman dan nyaman untuk pasien.

Untuk mengatasi aritmia dengan irama jantung yang lebih cepat dari normal sebuah teknologi kedokteran yang disebut Ablasi. Ablasi bisa dilakukan dengan metode konvensional maupun 3 dimensi telah digunakan secara luas. Ablasi adalah tindakan intervensi non bedah dengan cara memasukkan kateter ablasi melalui pembuluh darah vena maupun arteri di daerah lipat paha maupun leher untuk kemudian mencapai jantung.

dr. Agung Fabian Chandranegara, SpJP (K) FIHA adalah dokter spesialis penyakit jantung dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang mengatakan bahwa dengan sebuah metode yang dinamakan Electrophysiology study (EPS). Dengan menggunakan kateter tersebut, yang diletakkan di beberapa tempat di permukaan dalam jantung (Endocard), diagnosis aritmia kemudian ditegakkan. Kateter tersebut akan mengirimkan suatu gelombang radiofrekuensi yang kemudian akan mengablasi (memanaskan) dengan tujuan menonaktifkan jalur konduksi atau sel jantung yang abnormal penyebab aritmia. Kini bahkan teknologi tersebut telah berkembang dengan ditemukannya ablasi dingin atau cryo ablation.

Tindakan ablasi baik secara konvensional maupun 3 dimensi, radiofrekuensi maupun cryoablation, memiliki resiko yang rendah dan dapat dikatakan cukup aman untuk dilakukan. Tingkat keberhasilan ablasi bervariasi untuk setiap diagnosis/kelainan irama namun kisarannya mencapai 90-98%. Beberapa kelainan memang secara alamiah memiliki tingkat kekambuhan/rekurensi yang lebih tinggi namun secara umum dapat dikatakan tingkat kekambuhan berkisar antara 2-5%. Namun dengan melakukan reablasi angka tersebut akan menurun drastis. Tindakan ablasi dapat dilakukan dalam waktu yang singkat dan pemulihannya pun tidak lama. Penderita hanya memerlukan rawat inap selama 1 malam untuk keesokan harinya dapat pulang dan bekerja seperti biasa keesokan harinya tanpa perlu pengawasan maupun pantangan khusus.

Olahraga bukan merupakan kontra indikasi mutlak pada penderita dengan gangguan irama jantung. “Beberapa jenis aritmia memang dapat terpicu dan memburuk bahkan hanya dengan aktifitas sedang. Maka pada penderita aritmia yang belum diablasi atau memiliki kontraindikasi untuk ablasi dianjurkan berkonsultasi dahulu ke dokter spesialis jantung. Konsultesi perlu untuk mendapatkan saran aktifitas olahraga apa saja yang boleh dilakukan,” ujarnya. “Bagaimana dengan penderita gangguan irama jantung yang sudah menjalani ablasi? Penderita yang sudah menjalani tindakan ablasi yang berhasil (Succesful Ablation) maka tidak ada lagi pembatasan olahraga maupun aktifitas selama masih memungkinkan,” terang dokter Agung.

Pada penderita aritmia dengan gajala denyut jantung yang melambat maka terapinya adalah dengan cara memasang alat pacu jantung permanen. Alat pacu ini akan diimplan di bawah kulit, biasanya di dada sebelah kiri atau kanan atas. Alat ini akan bekerja dengan cara memberikan impuls listrik buatan yang dihasilkan oleh generator yang diatur oleh mikrokomputer. Alat ini dapat bertahan hingga 12 tahun. Pada saat baterai sudah habis maka yang diganti hanyalah baterai/generator nya saja (terintegrasi dalam satu alat) sehingga tidak perlu melakukan pemasangan kabel baru.

Terapi Untuk Gangguan Irama Jantung

Beberapa alat lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi aritmia antara lain ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator) yaitu alat yang dapat memberikan kejutan listrik dan impuls pada jantung. CRT (Cardiac Resynchronization Therapy) yaitu alat yang dapat mensinkronkan denyutan bilik kiri dan kanan sehingga kontraksi jantung dapat menjadi optimal. CRT dipasang pada penderita gagal jantung yang berat dengan kriteria tertentu.

Aritmia jantung merupakan sebuah kelainan irama jantung yang seringkali luput dari perhatian. Ahli di bidang ini masih sangat langka. Hanya ada 27 ahli aritmia jantung (cardiac electrophysiologist) yang ada di Indonesia saat ini. Rumah Sakit Awal Bros saat ini memiliki 2 orang ahli aritmia yang dilengkapi dengan alat ablasi konvensional dan 3 dimensi.

(UnK)

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat.

Tahukah Anda bahwa banyak orang yang tidak mengetahui gejala penyakit jantung salah satunya yang menyerang pada irama jantung? Penyakit Jantung Aritmia atau Gangguan Irama Jantung menjadi topik hangat perbincangan saat ini karena kasus kematian mendadak ternyata sebagian besar disebabkan oleh gangguan irama jantung. Gangguan ini sering kali tidak terdeteksi sebagai penyakit jantung.

dr. Agung Fabian Chandranegara, SpJP (K) FIHA adalah dokter spesialis penyakit jantung dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang ini menjelaskan mengenai penyakit jantung Aritmia atau Gangguan Irama Jantung. Aritmia adalah gangguan detak atau irama jantung. Gejalanya dapat dirasakan ketika jantung berdetak lebih cepat dari normal (takikardia) atau ketika jantung berdetak lebih lambat dari normal (bradikardia).

Jantung yang berdenyut lebih lambat tentu akan mengganggu peredaran darah ke otak sehingga penderitanya sewaktu-waktu dapat pingsan tiba-tiba. Sebaliknya, jika jantung berdenyut terlalu cepat dalam jangka waktu yang lama, maka dapat menimbulkan gejala berdebar, sesak nafas maupun nyeri dada. Dalam jangka panjang akan mengakibatkan gagal jantung kongestif menetap yang tentunya akan sangat merugikan kesehatan pasien. Gagal jantung kongestif adalah kondisi di mana jantung tidak memompa darah yang cukup ke organ tubuh dan jaringan lain.

Penyebab Penyakit Jantung Aritmia

Aritmia disebabkan oleh gangguan impuls jantung maupun gangguan penghantaran listrik jantung. Hal ini dapat terjadi bila sel saraf khusus  yang bertugas menghasilkan dan menghantarkan listrik tidak bekerja dengan baik. Aritmia ini juga dapat terjadi bila bagian lain dari jantung menghasilkan sinyal listrik yang abnormal.

“Aritmia terkadang tidak disadari oleh pasien. Walaupun beberapa  alat portabel saat ini sudah dapat mendeteksi adanya aritmia, tetapi untuk mengetahui berat ringannya aritmia harus dilakukan pemeriksaan yang rutin. Misalnya seperti EKG (Elektrokardiografi) maupun yang khusus seperti uji treadmill atau USG jantung.” terang dokter spesialis jantung tersebut. Alat lainnya adalah alat Holter Monitoring yang dapat merekam irama jantung selama 24-36 jam.

Ia mengatakan bahwa Aritmia dapat dipicu oleh stress, kelelahan, maupun gangguan  jantung lain. Misalnya serangan jantung maupun kelainan katup jantung. “Beberapa jenis aritmia dapat menimbulkan kematian mendadak. Hal ini sering kali dicurigai sebagai serangan jantung maupun stroke. Namun sebaliknya jenis aritmia lainnya tidak menunjukkan gejala dan tidak menyebabkan kematian,” ujarnya dokter jantung tersebut.

Jenis-jenis Penyakit Jantung Aritmia

Beberapa aritmia tanpa gejala dapat menyebabkan masalah yang berat di kemudian hari. Misalnya gagal jantung, kematian jantung mendadak, pingsan, maupun rasa lemah berlebihan atau dada berdebar kencang. Artimia Supra ventricular takikardi yang dapat menimbulkan kelemahan dan rasa mau pingsan. Dapat timbul pula Fibrillasi Atrial yang akan meningkatkan risiko penggumpalan darah dalam jantung dan meningkatkan risiko emboli dan stroke sebesar 500%, gagal jantung dan kematian tiba-tiba.

Untuk mengetahui apakah kita mengalami gangguan irama pada jantung, dr. Agung Fabian menyarankan untuk melakukan cek rutin kesehatan jantung. “Cek kesehatan jantung dapat dilakukan setahun sekali untuk usia dibawah 35 tahun. Untuk usia diatas 35 tahun sebaiknya cek lab kolesterol per 6 bulan dan cek jantung, EKG setiap tahun. Untuk usia diatas 50 tahun cek ke dokter jantung setiap 6 bulan sekali bila tidak ada keluhan. Namun kalau sudah ada keluhan cek kesehatan jantung 1 bulan sekali.  Cek kesehatan jantung dapat dilakukan di Rumah Sakit Awal Bros yang saat ini memiliki pusat layanan jantung (heart and vascular center),” imbuh dokter spesialis jantung tersebut.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat.

 

(UnK)

Ilustrasi gambar oleh James Graham

Kita kerap kali mendengar penyakit ‘Angin Duduk’. Tahukah Anda kalau penyakit Angin Duduk tersebut merupakan jenis penyakit jantung yang memiliki istilah ilmiah Angina Pektoris. dr. Addiena Primawati, SpJP adalah dokter spesialis jantung Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta yang akan mengajak kita mengenal penyakit jantung Angina Pektoris ini.

Apakah Angin Duduk / Angina Pektoris?

“Angina pektoris  adalah rasa nyeri pada dada yang terjadi saat aliran darah dan oksigen menuju otot jantung tersendat atau terganggu,” ujar ujar dokter Addiena Primawati. Terdapat dua jenis angina yaitu angina stabil dan angina tidak stabil. Nyeri dada pada angina stabil biasanya akan membaik dalam jangka 5 menit setelah beristirahat atau mengonsumsi obat. Angina stabil biasanya dipicu oleh olahraga berat, stres, masalah pencernaan, atau kondisi medis lain yang mendorong jantung bekerja lebih keras. “Walaupun tidak berbahaya, angina stabil berpotensi mengakibatkan serangan jantung jika tidak ditangani dengan tepat,” tambahnya.

Angina tidak stabil merupakan nyeri dada yang dirasakan tanpa penyebab awal yang jelas dan biasanya tidak kunjung membaik setelah beristirahat atau mengonsumsi obat. Rasa nyeri yang dialami lebih lama dibanding angina stabil, yaitu sekitar 30 menit. Ini merupakan kondisi darurat dan membutuhkan penanganan medis segera.

Apa penyebab Angin Duduk /  Angina Pektoris?

Jantung adalah organ utama dalam tubuh, di mana peredaran darah dan oksigen harus selalu lancar agar organ tubuh lainnya dapat bekerja dengan baik. Seperti organ – organ lain, jantung juga membutuhkan nutrisi dan oksigen agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Nutrisi dan oksigen tersebut disuplai oleh pembuluh darah yang disebut arteri koroner.

Dokter Addiena Primawati menjelaskan bahwa dalam jangka waktu tertentu, arteri berisiko diendapi plak seperti lemak, kolestrol, kalsium dan zat lainnya yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan tersumbat (aterosklerosis). Kondisi ini mengakibatkan otot jantung bekerja lebih keras, khususnya pada saat melakukan aktivitas berat, yang pada akhirnya berpotensi mengakibatkan gejala angina pektoris, atau yang lebih parah adalah Penyakit Jantuk Koronen (PJK).

Faktor Risiko dan Gejala Angin Duduk / Angina Pektoris

Risiko seseorang mengalami angina pektoris meningkat saat memasuki usia tua, memiliki keturunan kelainan jantung. Dapat juga berupa gejala angina, dan kondisi medis lainnya seperti hipertensi, kolestrol tinggi, dan diabetes. “Selain itu, gaya hidup juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko. Seperti merokok, mengonsumsi alkohol berlebih, mengonsumsi makanan berlemak, kurang berolahraga, obesitas, dan stres,” tandas dokter spesialis jantung tersebut.

Angina pektoris umumnya ditandai dengan rasa nyeri pada dada seperti ditekan, berat, dan tumpul. Nyeri juga dapat menyebar atau hanya dirasakan di dada kiri, lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. Beberapa gejala lainnya yang dapat dialami meliputi sesak napas, mudah lelah, maupun merasakan nyeri seperti gejala penyakit asam lambung.

Diagnosis Angin Duduk / Angina Pektoris

“Angina pektoris tidak mudah untuk didiagnosis karena ada beberapa penyakit yang memiliki gejala yang hampir sama, contohnya penyakit asam lambung,” terangnya. Karenanya, selain melakukan tes fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien beserta keluarga, tes berikut juga akan dilakukan:

“Apabila anda memiliki gejala seperti yang tersebut di atas segeralah memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat. Jangan sampai terlambat karena dapat berakibat fatal sampai dengan kematian mendadak,” tutup dokter spesialis jantung tersebut.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Evasari di 021 420 1515. Semoga bermanfaat.

 

(Unk/Kontributor Tino)

Ilustrasi Gambar oleh Robina Weermeijer

Jantung sangat berperan dalam kehidupan manusia. Organ tubuh yang bekerja tanpa henti ini terus memompa 38.000 liter darah dengan 100.000 denyutan setiap hari. Dr. Yudistira Panji Santosa SpPD-KKV., M.Kes., FAPSIC., FICA., FINASIM – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang mengatakan bahwa bertambahnya usia serta menurunnya kondisi kesehatan akan sangat mempengaruhi kerja jantung kita. Melakukan cek kesehatan secara berkala ke dokter merupakan hal yang harus rutin dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kondisi jantung. Berikut ini ada beberapa langkah untuk menjaga jantung tetap sehat.

Bagaimana Menjaga Jantung Tetap Sehat: Status Kesehatan

Bagaimana Menjaga Jantung Tetap Sehat: Gaya Hidup

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Tangerang di 021 5575 8888. Rumah Sakit Awal Bros memiliki Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah dengan dokter spesialis jantung terbaik di bidangnya. Semoga bermanfaat.

 

Ilustrasi gambar oleh James Graham

Saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep gizi berimbang. Jika kelebihan gizi akan menjadi masalah, kekurangan gizi pun menjadi masalah. Seperti apa konsep gizi seimbang secara sederhana yang bisa dipahami oleh masyarakat awam?

dr. Monique C. Widjaja, MGizi, SpGK – Dokter Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang menjelaskan bahwa konsep gizi seimbang: makanan yang dikonsumsi memenuhi unsur-unsur zat gizi yang lengkap (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan serat) dalam jumlah cukup tidak berlebihan dan tidak kekurangan, dan sesuai untuk kebutuhan tubuh.

Bagaimana Praktik gizi seimbang dalam keluarga

Pengertian konsep “Piring Makanku” yang memenuhi kaidah gizi seimbang

Konsep Gizi Seimbang Untuk Berbagai Kondisi

Gizi Seimbang Untuk Anak Usia Dini. Makan beraneka ragam makanan, kenalkan semua jenis makanan. Kurangi makanan yang manis/berasal dari tepung-tepungan dan turunannya, dan makanan yang terlalu asin/gurih. Biasakan untuk makan sayur dan buah beraneka ragam. Untuk menunjang pertumbuhan perhatikan asupan kalsium dan vit D. Jangan lupa aktivitas fisik yang cukup.

Gizi Seimbang Untuk Perempuan Aktif Dan Produktif. Makan beraneka ragam makanan. Kurangi makanan cepat saji dan makanan olahan. Cukup minum air putih atau teh kopi tanpa gula. Perhatikan juga asupan kalsium dan vitamin D. Makan sayur dan buah beraneka ragam dalam jumlah yang cukup. Olahraga cukup. Cukup istirahat. Hindari stres.

 

Konsep Gizi Seimbang Itu Menjauhkan Penyakit

Terhindar Dari Obesitas

Makan dalam jumlah cukup dan sesuai kebutuhan. Hindari cemilan / makanan dengan kadar gula/ garam terlalu banyak. Banyak makan sayur dan buah. Yang penting konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Sehingga semua nutrisi terpenuhi. Olahraga cukup minimal 3x seminggu. Hindari stres. Stop merokok dan minum alkohol.

 Mencegah Stunting 

Stunting artinya tinggi badan yang kurang atau anak pendek. Tinggi badan kurang menunjukkan kekurangan gizi yang sudah lama terjadi atau jangka panjang. Mencegah stunting dimulai sejak awal kehamilan. Kehamilan yg sehat juga ditentukan oleh status gizi ibu. Jadi anak perempuan/remaja perempuan harus disiapkan status gizinya agar dapat melahirkan anak yang sehat.

Kebutuhan gizi saat hamil juga harus diperhatikan. Kecukupan berbagai zat gizi ditentukan dari apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Jangan terlalu membatasi atau berlebihan dalam hal makan. Setelah anak lahir, berikan ASI (Airs Susu Ibu). Konsumsi makanan ibu menyusui juga harus diperhatikan. Jika tidak memungkinkan ASI maka baru diberi susu formula yang tepat dan sesuai kebutuhan. Kecukupan nutrisi bayi sejak lahir juga menentukan status gizi anak.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat.

Ilustrasi gambar oleh Brooke Lark

Rendahnya tingkat kesadaran dalam menjaga kebersihan dan pemeriksaan gigi secara rutin membuat banyak orang beresiko terkena gangguan gigi berlubang. Jika dibiarkan terus menerus, gigi berlubang akan berpengaruh pada kesehatan. Bahkan akan menimbulkan penyakit kronis yang berakibat fatal.

Drg. Rai Swastini – Dokter Gigi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur mengatakan bahwa masalah gigi yang dianggap sepele justru bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh karena jika tidak ditangani dengan benar, gigi berlubang bisa menyebabkan infeksi dalam jaringan tubuh.

Apakah Gigi Berlubang Itu?

Gigi berlubang adalah gigi yang ada lubang hitam atau tanda hitam di bagian permukaan gigi, di samping gigi atau di bagian depan gigi. Penyebab gigi menjadi berlubang adalah sisa makanan yang tertimbun dan tidak disikat dengan bersih akhirnya menyebabkan karies. Bila sudah sampai ke bagian saraf gigi maka akan sakit dan tidak bisa tidur selama 2 malam. Hal itu harus dilakukan perawatan saraf gigi serta dilakukan 3 kali kunjungan untuk pengobatannya.

Setelah dirawat itu akan diisi lagi, saraf giginya untuk kembali normal menjadi ke gigi yang sehat. Kemudian bila gigi sudah berlubang, lubangnya dibagian email itu akan ditambal permanen. Tapi kalau sudah mulai bagian saraf itu harus dilakukan perawatan saraf.

Untuk pencegahannya adalah menyikat gigi pada pagi dan malam dan berkunjung ke dokter gigi 6 bulan sekali meskipun sedang tidak sakit gigi. Bagi orang yang merokok sebaiknya dibersihkan karang giginya setiap 6 bulan sekali sehingga gigi tidak cepat berlubang ataupun goyang. Serta janganlah makan yang manis-manis seperti coklat, gula-gula, ataupun makanan snack yang cepat membuat gigi berlubang. Untuk para anak-anak jangan meminum susu botol (dot) karena bisa menyebabkan gigi berlubang bila tidak rajin pula untuk menggosok giginya pagi dan malam.

Rumah Sakit Awal Bros memiliki poliklinik gigi dengan fasilitas lengkap untuk merawat dan menjaga kesehatan gigi Anda.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Bekasi Timur di 021 8267 9999. Semoga bermanfaat.

 

Ilustrasi gambar oleh Teerawut Masawat

Pembedahan dengan sayatan yang minimal saat ini semakin menjadi trend sebagai pelayanan unggulan rumah sakit. Dahulu, operasi sering meninggalkan bekas luka cukup besar, rasa nyeri pasca bedah yang signifikan dan pemulihannya pun memerlukan waktu yang lebih lama. Sedangkan untuk pembedahan anak, saat ini  banyak pembedahan  minimal invasif  yang menjadi pilihan utama sebagai solusi permasalahan pembedahan anak.

Dr. Alifi Maulidyan, SpBA – Dokter Spesialis Bedah Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang menjelaskan pembedahan minimal invasif memerlukan peralatan yang kecil dan sayatan lebih sedikit dibandingkan pembedahan tradisional. Dengan metode ini, pembedahan anak umumnya pulih dalam dalam waktu yang lebih singkat dan luka operasi pun sangat tersamar. Biasanya anak bahkan dapat kembali kembali ke aktivitas normal, bermain dalam waktu yang sangat singkat.

Keuntungan Pembedahan Minimal Invasif untuk pembedahan anak dibandingkan Pembedahan Konvensional

Bagaimana Pembedahan Anak Invasif Dilakukan?

Pembedahan minimal invaid filakukan dengan memasukkan port melalui sayatan yang kecil (key-hole incisions) di rongga perut atau dada. Umumnya, jumlah sayatan yang diperlukan adalah 3-4 buah. Kamera dengan diameter yang kecil -disebut endoscope– akan dimasukkan melalui port. Kamera inilah yang memberikan pencitraan resolusi tinggi mengenai kondisi di dalam perut anak. Instrumen lain (seukuran diameter pulpen) akan masuk melalui port untuk melakukan prosedur pembedahan. Metode ini sangat berbeda dengan teknik tradisional. Sayatan yang umumnya lebih besar pada bedah konvensional berhubungan dengan jaringan sehat lebih banyak mengalami cedera, rasa nyeri pasca bedah lebih signifikan dan penmulihanpun lebih lama.

Single Incision Laparoscopic Surgery/Pembedahan Laparoskopi Satu Sayatan

Dengan inovasi teknologi kesehatan, saat ini pembedahan minimal invasif pada perut memungkinkan untuk dilakukan hanya dengan satu sayatan kecil pada pusar (umbilikus).  Port khusus akan dimasukkan, dan kemudian prosedur pembedahan dilakukan seluruhnya melalui sayatan di pusar. Permasalahan bedah anak yang sangat cukup sering – seperti radang usus buntu (appendisitis), hernia, dan undesensus testis dapat dilakukan melalui pendekatan single incision laparoscopic surgery. Mengingat bekas sayatan pada teknik ini amatlah kecil, kadang teknik ini juga dikenal sebagai almost no scar surgery.

Kondisi Apa Saja yang Bisa Ditangani Dengan Bedah Minimal Invasif?

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat.

Manfaat menyusui tidak hanya penting bagi bayi, tetapi juga sang ibu. Tidak ada yang bisa meniru formula Air Susu Ibu (ASI) dengan sempurna. dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A – Dokter Spesialis Anak & Konselor Laktasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi menjelaskan bahwa pemberian ASI merupakan titik penting bagi bayi karena tingkat kematian anak dapat diturunkan dengan memberikan ASI eksklusif.

Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui dimulai sejak ASI di produksi sampai dengan bayi menghisap dan menelan ASI. Jadi proses menyusui itu dimulai sejak ibu hamil tidak dimulai saat bayi lahir dan menyusui. Oleh karena itu ibu hamil dan keluarga yang akan mempunyai bayi untuk mencapai keberhasilan menyusui sebaiknya memiliki motivasi dan mencari informasi sejak ibu hamil. Karena produksi ASI itu sudah dimulai sejak ibu hamil bukan saat setelah bayi lahir dan manfaat menyusui amat banyak.

WHO (World Health Organization) telah mengeluarkan rekomendasi bagi ibu-ibu untuk menuju keberhasilan menyusui yaitu berupa 7 kontak plus. 7 kontak plus ini sejak ibu hamil, tidak sejak ibu melahirkan. Yaitu:

  1. Saat ibu hamil 28 minggu (kontak pertama).
  2. Saat ibu hamil 36 minggu (kontak kedua). Jadi saat ibu hamil minimal harus 2 kali kontak.
  3. Saat ibu melahirkan (kontak ketiga). Itu pada saat bayi melakukan inisiasi menyusui dini. Jadi sangat penting bagi para ibu untuk memilih fasilitas rumah sakit yang mendukung pemberian ASI eksklusif.
  4. Pada saat ibu masih dirawat di rumah sakit (kontak keempat).
  5. Saat nifas hari ke 7 (kontak kelima).
  6. Saat nifas hari ke 14 (kontak keenam).
  7. Saat nifas hari ke 39 (kontak ketujuh).

Dalam hal ini ibu, suami maupun keluarga memang sebaiknya sudah memiliki motivasi dan mencari informasi sejak hamil, oleh karena itu jika sudah memiliki informasi yang cukup saat bayi lahir ibu dan juga keluarga memiliki angka keberhasilan menyusui yang lebih tinggi.

Manfaat Menyusui

Menyusui itu penting baik bagi bayi maupun bagi ibu. Manfaat menyusui adalah:

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Bekasi Barat di 021 8267 9999. Semoga bermanfaat.

Ilustrasi gambar oleh Tanja Heffner

Akibat kurangnya deteksi dini Penyakit Jantung Bawaan Anak (PJB Anak) saat ini penanganannya masih belum maksimal. Hal itu perlu mendapat perhatian lebih khususnya bagi para orangtua. Dr. Nuvi Nusarintowati Mardanus,SpA(K) – Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta mengatakan bahwa tidak perlu ragu untuk mengunjungi dokter terdekat. “Sampaikan kekuatiran orangtua seperti berat tidak naik, sering batuk pilek, atau sering tampak lelah dan jangan lupa tanyakan apakah ada kelainan pada jantungnya,” ujar dokter spesialis anak tersebut.

Tindakan Pada Penyakit Jantung Bawaan Anak

Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh termasuk melakukan rontgen dada. Bila kemudian dokter menduga terdapat kelainan jantung, diperlukan pemeriksaan ekokardiografi. Pemeriksaan dengan alat ini dapat menentukan jenis PJB anak dan dilakukan dokter anak ahli kardiologi dan dokter jantung dewasa peminatan kelainan pada anak. Pemeriksaan ini serupa dengan pemeriksaan usg bila ibu hamil, namun dengan menggunakan alat yang lebih spesifik.

Jenis dan variasi PJB anak sangat luas, dapat terjadi kombinasi kelainan yang diderita oleh seorang anak. Bahkan pada suatu jenis kelainan yang sama, derajat keparahannya pun bervariasi dari sangat ringan sampai sangat berat. Koreksi kelainan jantung sangat tergantung pada kelainan PJB yang ditemukan, dan tidak semuanya dilakukan dengan operasi. Ada beberapa kelainan yang dapat diperbaiki dengan jalan intervensi di ruang kateterisasi jantung.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Evasari di 021 420 1515. Semoga bermanfaat.