sadari4

Payudara yang sering Diremas lebih Sehat daripada yang Dianggurin!

Meraba payudara merupakan metode ampuh untuk mendeteksi kanker sejak dini. Dengan tambahan sedikit tekanan, meremas payudara bahkan bisa menghambat pertumbuhan kanker payudara. Jadi jangan hanya diraba, sesekali boleh kok diremas.

  • Share on Tumblr
Jpeg

Kampanye Berhenti Merokok

Memperingati hari PARU Sedunia pada 15 November 2014 kemarin Di Sekitar Lobby RS Awal Bros Panam, tampak beberapa petugas menggunakan baju seragam hitam, para karyawan RS Awal Bros Panam sedang melakukan kampanye Berhenti Merokok untuk memperingati hari PARU Sedunia 15 November 2014 kemarin. Menariknya adalah mereka membagi -bagikan pita berwarna hitam dan memberikan permen sebagai…

  • Share on Tumblr
gambar1

Terapi Nutrisi Pada Diabetes Melitus

Saat ini Indonesia menghadapi beban kesehatan ganda, yaitu epidemi penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi dan epidemi penyakit menular. Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi diabetes melitus (DM) tipe 2 di seluruh dunia. Diperkirakan jumlah penyandang DM di Indonesia adalah sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2000. Pengaruh perubahan gaya hidup dan urbanisasi merupakan penyebab penting masalah ini. Obesitas, terutama obesitas sentral, dapat meningkatkan terjadinya resistensi insulin yang mengakibatkan DM. Patofisiologi DM tipe 2 adalah terjadinya resistensi insulin pada jaringan dan defek sekresi insulin relatif yang bervariasi. Resistensi insulin menyebabkan sel tidak dapat mengutilisasi glukosa untuk digunakan sebagai bahan bakar, akibatnya terjadi pemecahan glikogen (glikogenolisis) dan peningkatan produksi glukosa oleh hati (glukoneogenesis). Insulin dalam keadaan normal akan menghambat glikogenolisis dan glukoneogenesis, sehingga defek sekresi insulin akan menyebabkan peningkatan produksi glukosa. Pada DM tipe 2 kadar glukosa darah setelah makan meningkat akibat sel tidak dapat mengutilisasi glukosa, dan akibatnya glukoneogenesis akan meningkat sehingga menyebabkan peningkatan glukosa darah saat puasa. Banyak penyandang DM tidak menunjukkan gejala (asimtomatik) hingga 6-10 tahun tetapi timbul komplikasi yang berhubungan dengan DM. Diagnosis DM ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa darah serta ada atau tidaknya keluhan. Berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang DM, berupa keluhan klasik yaitu banyak kencing, banyak minum, banyak makan, dan adanya penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, dan keluhan lain seperti lemah badan, kesemutan, gatal-gatal, pandangan kabur, disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita. (gambar 1) Gambar 1. Diagnosis DM Sumber: Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, PERKENI, 2011 Tujuan penatalaksanaan DM secara umum adalah meningkatkan kualitas hidup penyandang DM, dengan cara pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan, dan profil lipid. Tujuan ini disesuaikan dengan kemauan dan kemampuan penyandang DM. Empat pilar penatalaksanaan DM adalah edukasi, terapi nutrisi, peningkatan aktivitas fisik, dan farmakologis. Diagnosis nutrisi yang berhubungan dengan DM tipe 2 adalah asupan kalori yang berlebih, asupan lemak berlebih, ketidakseimbangan asupan lemak dan karbohidrat, kurangnya asupan serat, gangguan fungsi saluran cerna (gastroparesis), abnormalitas nilai laboratorium yang berhubungan dengan nutrisi, adanya interaksi obat dan makanan, adanya kelebihan berat badan atau obesitas, kurangnya pengetahuan atau kepercayaan yang salah mengenai makanan dan nutrisi, dan ketidaksiapan terhadap perubahan diet dan gaya hidup. Tujuan terapi nutrisi adalah mendukung dan memfasilitasi modifikasi perilaku dan gaya hidup yang akan berakibat pada perbaikan kontrol metabolik, mencapai berat badan normal/ideal, serta mencegah atau memperlambat timbulnya komplikasi, dengan cara menciptakan pola makan sehat. Pola makan yang sehat meliputi apa yang dimakan (Jenis) dalam berapa banyak (Jumlah), dan kapan diberikan selama jeda waktu berapa lama (Jadwal) (3J). Terapi nutrisi pada DM sebaiknya diterapkan secara individual dengan memprioritaskan pada masalah metabolik karena DM berhubungan dengan banyak faktor misalnya usia, gaya hidup, dan pengaruh kultural. Terapi nutrisi untuk penyandang DM tidak berlaku one fit for all. Terapi yang diberikan dimonitor secara berkala untuk dapat dievaluasi dan disesuaikan dengan hasil monitoring tersebut. Terapi nutrisi pada DM secara umum meliputi: Manajemen berat badan Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas berhubungan kuat dengan terjadinya DM tipe 2. Obesitas merupakan faktor risiko independen dari hipertensi, dislipidemia, dan penyakit kardiovaskuler, yang merupakan penyebab kematian pada DM. Penurunan berat badan yang tepat dapat memperbaiki kontrol glikemik dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler. Terapi perubahan gaya hidup yang direkomendasikan adalah pengurangan asupan kalori sebanyak 500-1000 kalori per hari dan peningkatan aktivitas fisik. Asupan karbohidrat Monitoring jumlah asupan karbohidrat adalah strategi mencapai kontrol glikemik yang baik. Jumlah karbohidrat yang dianjurkan adalah 45-65% dari total asupan kalori. Karbohidrat yang dipilih adalah yang berserat tinggi. Diet rendah karbohidrat tidak dianjurkan karena karbohidrat merupakan sumber kalori terbaik, vitamin larut air dan mineral, juga serat. Asupan karbohidrat kurang dari 130 gram per hari tidak direkomendasikan karena otak dan sistem saraf pusat memerlukan glukosa sebagai sumber energi utama. Penggunaan gula sebagai bumbu masakan diperbolehkan dengan jumlah tidak lebih dari 5% total kalori. Penggunaan pemanis buatan diperbolehkan dalam jumlah tidak melebihi batas aman konsumsi harian (Accepted Daily Intake). Asupan protein Jumlah protein yang dibutuhkan adalah 10-20% total kalori. Asupan protein lebih dari 20% kalori total dapat meningkatkan risiko nefropati. Sumber protein dipilih yang mengandung lemak rendah. Pada pasien dengan nefropati asupan protein dikurangi atau 10% dari total kalori. Asupan lemak Asupan lemak yang dianjurkan adalah 20-25% kalori total dengan asupan lemak jenuh kurang dari 7%. Asupan lemak trans seminimal mungkin. Asupan lemak tidak jenuh ganda <10%, sisanya adalah lemak tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol dibatasi <200 mg/hari. Asupan serat Asupan serat yang dianjurkan adalah 14 gram per 1000 kalori. Serat didapat dari buah, sayur, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat tinggi serat. Asupan natrium Asupan natrium dibatasi 6-7 gram garam per hari atau setara 1 sendok teh. RS Awal Bros Tangerang dr. Monique Carolina Widjaja, MGizi, SpGK Jam Praktek Selasa & Kamis ( Jam : 09.00-13.00 )  Share on Tumblr

  • Share on Tumblr
Picture2

Kangaroo Mother Care, dari Alam untuk Umat Manusia

Salah satu contoh nyata “pemberian alam” yang tak lekang oleh waktu adalah Kangaroo Mother Care atau Perawatan Metode Kanguru (PMK), lebih dikenal para orangtua sebagai terapi skin-to-skin atau perawatan bayi lekat. Mengapa Kanguru?

  • Share on Tumblr
MuhibahJiran (16)

Puluhan Bidan dan Perawat Malaysia Kunjungi RSIA Evasari

Puluhan bidan dan perawat dari Malaysia mengunjungi Rumah Sakit Ibu dan Anak Evasariuntuk melakukan studi banding tentang pelaksanaan pola perawatan serta asuh ibu dan anak di RSIA Evasari. Hal yang luar biasa jika menilik begitu banyaknya jumlah warga negara kita yang memilih pergi ke luar negeri, sebagian ke Malaysia, untuk berobat.

  • Share on Tumblr
IMG_20141114_170933

Sambut Keluarga Baru RS Awal Bros Panam, Bayi Lahir Kembar 3

Pendapat bahwa saudara kembar itu memiliki sifat dan kebiasaan yang sama persis, atau juga punya rasa keterikatan yang dekat, benar tidak ya?

  • Share on Tumblr
WDD

Banyak Orang Tak Sadar Dirinya Mengidap Diabetes

Penyakit Diabetes Melitus (DM) tidak memiliki gejala. Karena tidak pernah melakukan pemeriksaan, sebagian besar orang yang mengidap DM tidak menyadarinya. Mereka abai pada fakta bahwa DM bisa timbul akibat pola hidup yang tidak sehat.

  • Share on Tumblr
pegawai awal bros memakai baju pink

Bertabur Pita Pink di RS Awal Bros Panam

Dalam Rangka Breast Cancer Awarness 26 Oktober 2014 Ada yang berbeda di pagi senin tgl 27 Oktober 2014 di RS Awal Bros Panam, semua petugas menggunakan baju berwarna pink dan pasien serta pengunjung menggunakan pita di dada sebelah kanan, usut punya usut rupanya hari itu bertepatan dengan hari dan bulan pencegahan kanker payudara yang merupakan…

  • Share on Tumblr
Dr. Shalina Sebayang, SpKK

Kelainan Kulit Akibat Pajanan Sinar Matahari

Sinar matahari dapat memberikan dampak negatif juga pada kulit, diantaranya dapat memberikan reaksi kulit akut (sunburn), kanker, serta photoaging

  • Share on Tumblr
10704102_604409872998901_135275371284375827_n

RS Awal Bros Makassar “The Best Social Media Performance of 2013-2014″

RS Awal Bros Makassar meraih penghargaan pada Awal Bros Social Media Award dalam lingkup RS Awal Bros Hospital Group sebagai “The Best Social Media Performance of 2013-2014″

  • Share on Tumblr