Puasa di bulan Ramadhan diwajibkan kepada seluruh umat muslim. Terkecuali bagi mereka yang berhalangan oleh karena keadaaan tertentu. Dan diharuskan menggantikannya di bulan lain. Hal tersebut merupakan perintah Allah SWT seperti disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 183. Puasa juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu agar memperoleh derajat Taqwa.

Ada rahasia apa sebenarnya dengan puasa Ramadhan sehingga Allah memberikan penekanan khusus kepada puasa? Jauh sebelum ilmu kedokteran berkembang dan para peneliti memahami manfaat puasa, Muhammad SAW telah mengeluarkan sebuah hipotesis bahwa puasa itu menyehatkan. Dan ternyata baru sekarang para ahli memahami manfaat puasa bagi kesehatan. Para ahli kedokteran di negara maju seperti Swiss dan Jerman menemukan manfaat puasa yang dijadikan sebagai salah satu terapi. Puasa juga dapat untuk penyembuhan pasien yang kronis. Oleh sebab itu Risiko serangan jantung dapat diturunkan.

Dr. Afdhalun Hakim, SpJP, FiHA, FAsCC yang merupakan dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Awal Bros Batam mengatakan, jika puasa dilakukan benar sesuai tuntunan Rasullulah, pasti akan bermanfaat bagi seseorang dalam dua aspek:

  1. Aspek Fisik: Akan menyehatkan fisik, karena berpuasa dapat menurunkan kadar kolesterol dan lemak. Selain itu akan mengistirahatkan kerja sistem pencernaan dan hati, yang berdampak memperbaiki kerja organ tersebut. Puasa juga mempercepat destruksi (penghancuran) jaringan-jaringan yang rusak melalui lapar. Selanjutnya membangun jaringan baru dan juga dianggap sebagai sarana peremajaan luar bisa dan memperpanjang usia. Organ paru-paru akan menjadi lebih bersih karena para perokok mampu mengentikan rokok selama bulan Ramadhan ini.
  2. Aspek Psikologis: Seorang yang menjalankan ibadah puasa dengan khusuk dan penuh pengharapan agar ibadahnya diterima oleh Allah, akan membawa ketentraman dan kedamaian, ditambah lagi mereka melakukan peningkatan baik kualitas dan kuatintas ibadah selama bulan Ramadhan, mereka akan mampu mengendalikan nafsu dan emosi, yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kadar hormon epinefrin/adrenalin yang memicu denyut jantung maupun tekanan darah dan hormon lain yang dapat memicu naiknya gula darah, tentu saja bagi mereka yang berpuasa terdapat stabilitas terhadap kerja organ-organ dalam tubuh.

Risiko Serangan Jantung dan Puasa

Apa kaitannya antara dampak puasa dengan risiko serangan jantung? Kita ketahui bahwa serangan jantung yang paling mematikan adalah serangan jantung coroner yang dapat terjadi pada setiap individu, kapan saja dan biasanya berakibat fatal pada 2 jam pertama setelah serangan. Penyempitan koroner terjadi oleh karena adanya penimbunan kadar kolesterol (LDL Cholesterol) yang prosesnya berlangsung terus menerus dan dipercepat bagi mereka yang mempunyai penyakit darah tinggi, perokok, kadar kolesterol yang tinggi, stress, obesitas, dan orang yang mempunyai kepribadian tipe A gampang marah dan emosi.

Serangan jantung dapat dipicu bila seseorang marah, tekanan darah dan denyut jantung yang naik mendadak. Bagi mereka baik yang sudah menderita sakit jantung maupun mereka yang potensial untuk mengalami serangan jantung, tentu saja hal ini dapat dihindari. Dengan melaksanakan puasa secara benar sesuai dengan tuntunan Rasullulah SAW sehingga faktor-faktor risiko tersebut dapat dikurangi. Faktor risiko tersebut misalnya kadar kolesterol menurun, hormon adrenalin yang beredar menurun, kadar gula darah yang paling rendah, bagi para perokok dapat berhenti merokok, lebih tenang. Faktor pemicunya pun dapat dihindari, misalnya tekanan darah dan denyut jantung menurun, dapat mengendalikan emosi. Untuk itu Rasullulah telah menegaskan “berpuasalah kamu supaya kamu sehat” yang sehat akan bertambah sehat, yang sakit dapat menjadi sehat.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Batam di +62 813 6431 7777 atau 0778-431777 ext 1991/1992. Semoga bermanfaat.

DITERBITKAN OLEH KORAN SINDO | HAL. 2 | 21 MEI 2018

Apakah mungkin terjadi serangan jantung karena diabetes melitus? Penyakit jantung adalah kelainan yang diturunkan maupun didapat yang menyebabkan kerusakan pada jantung. Kelainan itu bisa terjadi di selaput jantung (perikard), otot jantung (miokard), katup jantung, irama jantung dan yang terbanyak penyakit jantung koroner atau penyakit akibat tersumbatnya aliran darah yang memberikan makanan ke jantung. Salah satu penyebab seseorang bisa menderita sakit jantung adalah penyakit Diabetes Melitus (disingkat Diabetes).

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana hubungan Sakit Jantung dan Diabetes, Redaksi berkesempatan menemui dr Yudistira Panji Santosa SpPD-KKV., M.Kes., FAPSIC., FICA., FINASIM, spesialis jantung dari RS Awal Bros Tangerang. “Diabetes atau kencing manis dapat membuat kelainan pada berbagai organ maupun sistim tubuh. Salah satu sistim tubuh yang sering terkena dan berakibat fatal adalah sistim kardiovaskuar (jantung dan pembuluh darah),” ujarnya. Kelainan itu disebabkan akibat stress oksidatif dari keadaaan gula yang meningkat dan mengakibatkan iritasi dari endotel (selaput dalam) pembuluh darah dan mengakibatkan terjadinya plak aterosklerosis atau sumbatan di pembuluh darah.

Pembuluh darah yang terkena dapat terjadi di semua organ tubuh seperti pembuluh darah di otak, mata, ginjal, kaki dan yang fatal dapat terjadi di pembuluh darah jantung. Sumbatan yang terjadi jika makin bertambah maka akan menyebabkan gejala dan tanda pada tubuh manusia. Gejala dan tanda yang terjadi, seperti: nyeri dada saat aktifitas, sesak nafas, mudah lelah dan terbangun pada malam hari karena sesak atau batuk.

Kerusakan dapat juga terjadi pada syaraf yang mengatur irama jantung, sehingga irama jantung menjadi tidak teratur bahkan dapat terjadi henti sejenak dari irama jantung. Selain itu dapat mengakibatkan ketidaksesuaian irama. Respons dari ketidaksesuaian irama ini bisa mengakibatkan penderita berdebar-debar, hilang pandangan mendadak, pingsan maupun kejang-kejang.

Pencegahan Serangan Jantung karena Diabetes

Tindakan Pencegahan serangan jantung karena Diabetes menurut dr Yudistira bisa dibagi 3, yaitu tindakan pencegahan Primer, Sekunder dan Tertier.

Tindakan pencegahan primer bertujuan mencegah terjadinya penyakit jantung pada pasien Diabetes yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiogram (EKG)), uji latih (treadmill test), echocardiography yang berkala atau jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh dokter.

Sedangkan pencegahan sekunder adalah untuk mendeteksi dini penyakit jantung dan segera mengobatinya untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pemeriksaan jantung dapat dilakukan pada penderita kencing manis seperti pemeriksaan elektrokardiogram setiap enam bulan, treadmill test setiap tahun dan echocardiogram setiap dua tahun. “Sedangkan untuk mengatasi dan mengontrol faktor risiko lain yang dapat menyertai kencing manis dapat dilakukan tiap tiga bulan. Jika diperlukan dilakukan pemeriksaan CT scan jantung, MRI jantung bahkan kateterisasi jantung jika mengarah terjadi penyakit jantung,” jelas dokter spesialis oenyakit dalam Rumah Sakit Awal Bros tersebut.

Pencegahan tertier adalah pemulihan atau rehabilitasi untuk terjadinya kecacatan dan kematian. Seperti contoh pada kasus ini adalah penderita kencing manis yang sudah mengalami serangan jantung dan dokter berusaha mengurangi terjadinya gagal jantung akibat kerusakan otot jantung. Pemeriksaan jantung yang dilakukan seperti elektrokardiogram, echocardiogram, treadmill test atau stress echocardiogram dilakukan lebih intensif. Sedangkan pemeriksaan CT scan jantung, MRI jantung dan kateterisasi jantung dapat dilakukan secara berkala.

Gaya hidup sedentari dan sakit jantung

Apakah benar orang yang lebih banyak duduk atau kurang aktifitas lebih berisiko terkena sakit jantung?  “Orang yang banyak duduk dan kurang aktifitas dapat menyebabkan ketidakseimbangan pengeluaran energi dan pemasukan makanan. Orang yang tidak aktif cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan/cemilan daripada orang yang senang berjalan maupun berlari. Energi yang dikeluarkan juga jauh lebih sedikit daripada aktifitas berjalan dan berlari,” terang dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Awal Bros tersebut.

Dengan ketidakseimbangan itu akan dapat menimbulkan beberapa penyakit dan yang paling sering terjadi adalah obesitas atau berat badan berlebih. Obesitas merupakan keadaan yang dapat menimbulkan terjadinya kencing manis, peningkatan kadar kolesterol dan pengentalan darah. Hal-hal ini dapat memberikan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung pada orang yang lebih banyak duduk atau kurang aktifitas.

Beberapa Faktor Risiko yang Dapat Mengakibatkan Serangan Jantung

Faktor-faktor risiko yang dapat mempermudah seseorang mengidap penyakit jantung baik sendiri mapun bersama-sama adalah:

Semakin banyak faktor risiko di atas yang dimiliki oleh seseorang, semakin tinggi risikonya.

Pencegahan Serangan Jantung

Pencegahan umum penyakit jantung yang terbaik, menurut dr Yudistira adalah dengan melakukan hidup sehat. Konsumsi makanan yang secukupnya, seimbang dan tak berlebih. Melakukan aktifitas fisik dan olah raga yang teratur. Sedangkan jika sudah menderita sakit jantung maka diperlukan tatalaksana yang komprehensif, menyeluruh dan holistik baik diet, program aktifitas, meminum obat yang teratur, dan jika diperlukan tindakan seperti pemasangan ring maupun operasi.

**

Tips Agar Tidak Terjadi Serangan Jantung Karena Diabetes

Tips agar tidak terjadi serangan jantung karena diabetes adalah melakukan tatalaksana diabetes melalui diet, aktifitas fisik dan berolah raga. Jika gula darah masih belum terkontrol maka diperlukan obat untuk menurunkan kadar gula darah yang tepat dan jika diperlukan penggunaan insulin. Target gula darah yang perlu dicapai adalah HBA1C < 7.0 (hemoglobin yang tereduksi < 7.0). Diperlukan juga melakukan tatalaksana faktor-faktor risiko kardiovaskuler yang lain di luar diabetes mellitus seperti berhenti merokok, tatalaksana peningkatan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, penatalaksanaan hipertensi, mengatasi kegemukan, menjauhi stress dan alkohol. Melakukan pemeriksaan yang rutin baik pemeriksaan ke dokter dan pemeriksaan penunjang yang tepat yang dianjurkan ke dokter dan jika sudah terjadi akan mengikuti saran dan tatalaksana yang diberikan oleh dokter demi terjadinya peningkatan kesehatan pasien.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Tangerang di 021 5575 8888. Semoga bermanfaat.

 

Ilustrasi Gambar: Unsplash