Tingkah laku anak yang sering tidak terkontrol dianggap ada kekeliruan dalam pola asuh orang tua. Maryana, M. Psi., Psi selaku Psikolog Anak Rumah Sakit Awal Bros Batam menjelaskan bahwa temper tantrum atau kemarahan pada anak biasanya terjadi pada usia 18 bulan hingga 4 tahun. Hal ini terjadi karena anak tidak bisa mengontrol luapan emosinya.

Anak-anak masih belajar dalam mengontrol emosi karena belum paham bagaimana caranya mengungkapkan perasaannya sehingga temper tantrum sering terjadi. Temper tantrum atau tantrum adalah cara anak memanipulasi orang tuanya agar kemauannya dituruti. Agar hal tersebut tidak dilakukan berulang sebaiknya orang tua tetap tenang dan tidak langsung menuruti segala kemauan sang anak. “Orang tua bisa membawa anak ke tempat yang sepi misalnya di dalam mobil, setelah diam ajaklah duduk dengan tenang dan mulailah bicara dan sampaikan bahwa bukan begitu cara untuk meminta,” tutur Maryana.

Orang tua juga harus bisa memberikan contoh bagaimana berperilaku yang baik dan semestinya karena perilaku anak merupakan bagian dari pola asuh dari orang tua. “Orang tua adalah cermin perilaku anak. Jika orang tua tidak dapat mengontrol emosi seperti gampang marah, maka jangan heran jika si anak akan seperti itu juga,” katanya. Meskipun sedang marah, pesan yang disampaikan harus jelas. Orang tua dan anak pun harus memiliki kesepakatan terhadap aturan dirumah seperti waktu bermain, waktu belajar dsb dan setiap pelanggaran yang terjadi memiliki konsekuensinya. Dengan begitu, si anak akan tahu jika dia salah karena melanggar aturan.

“Yang terpenting adalah orang tua harus konsisten dalam setiap peraturan yang berlaku dan setiap perilaku memiliki konsekuensinya,” Ujar Maryana Psikolog dari Rumah Sakit Awal Bros Batam. Temper tantrum bisa diatasi bila orang tua benar dalam pola asuh karena tantrum adalah permasalahan tentang perilaku. Tingkatkan komunikasi antar anggota keluarga bisa meminimalisir permasalahan ini.

Faktor Lingkungan Berpengaruh pada Pola Asuh

Selain pola asuh orang tua, temper tantrum juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Anak usia 2-5 tahun adalah masa dimana sang anak mengeksplorasi batas-batas lingkungan seperti dia akan mencoba apa saja yang dilihat dan didengar. Oleh karena itu bila sang anak selalu di manja, maka ketika berada di lingkungan luar rumah akan mengalami kesulitan. Anak pun akan menjadi kurang rasa percaya dirinya.

Tidak Membandingkan

Di dunia ini tidak ada yang sempurna, untuk itu jangan pernah membanding-bandingkan dengan yang lain dalam pola asuh anak. Evaluasi adalah cara terbaik dalam menerapkan pola asuh kepada anak sehingga kita bisa review apa yang semestinya baik untuk dijalankan. Sebab, pola asuh sangat menentukan karakter anak hingga mereka dewasa.

Penghargaan

Dalam menerapkan aturan, sebaiknya orang tua mengajak anak membuat kesepakatan. Pemberian reward dan punishment diperlukan. Anak merasa bertanggung jawab karena terlibat dalam pembuatan hukuman tersebut, sehingga sang anak berupaya mematuhi peraturan. “Apresiasi dari orang tua bisa dengan memuji seperti ungkapan senang dan bangga itu penting, bahkan meskipun si anak gagal tetaplah apresiasi usahanya. Jangan selalu mengiming-imingi hadiah,” Jelasnya.

Jangan Mudah Emosi

Tantrum dikatakan tidak normal jika mulai membahayakan. Misalnya, anak menyakiti diri sendiri dengan membenturkan kepala ke dinding atau memukul orang lain. Tantrum dapat dipicu dari karakteristik atau sifat anak dan cara lingkungan memperlakukan dia. Peran orangtua sangatlah besar, karenanya orang tua harus menjadi role model yang baik buat anaknya.

Anak berkebutuhan khusus pun juga memiliki resiko lebih besar mengalami tantrum. Misalnya, autis, hiperaktif serta anak dengan gangguan pendengaran dan keterlambatan berbicara. Mereka sulit menyampaikan informasinya secara verbal. Dalam hal ini, akan ada penanganan khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Hal terpenting adalah jangan sekali pun membuat tantrum atau marah yang berlebihan sebagai hal wajar. Orang tua tidak boleh ikut terbawa energi negatif dan menjadi emosi. Kalau ikut emosi, anak akan berfikir bahwa tindakan marah itu adalah hal benar. Orang tua juga harus pandai memilih kata dan intonasi supaya tidak terkesan menjatuhkan anak. Keberhasilan jailnan komunikasi orang tua dengan anak membuat tantrum bisa berkurang atau bahkan hilang sebelum anak memasuki usia sekolah.

Ilustrasi Gambar: Nathan Dumlao

Untuk Anda penggemar kopi tentu berbagai macam olahan minuman dengan bahan dasar kopi sudah pasti menjadi pilihan utama Anda ketika sedang berkumpul dengan teman, tak hanya di Indonesia, kopi juga menjadi minuman favorit di banyak kalangan orang di dunia, terlihat makin berjamurnya coffee shop atau kedai kopi di setiap kota di Indonesia. Tak sedikit generasi millennial yang bahkan menjadi coffee addict atau candu kopi. Tiada hari tanpa ngopi, bukan hanya saat pagi hari, tetapi dalam kesehariannya harus minum kopi, agar lebih bersemangat dan memiliki banyak inspirasi dalam bekerja. Berbagai macam persepsi yang menjadikan mereka coffee addict.

Kegemaran meminum kopi berlaku tidak hanya kepada kaum laki – laki, tetapi juga kaum wanita masa kini. Dr. Brain Gantoro, SpGK selaku dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit Awal Bros Batam mengatakan bahwa kopi itu baik untuk kesehatan liver atau hati. Kopi juga mampu meningkatkan metabolisme yaitu mengurangi tumpukan cadangan kalori, hingga menurunkan berat badan. Kopi bahkan bisa mengaktifkan kewaspadaan otak.

“Yang kita dapat dari kopi adalah kafein yang bisa meningkatkan metabolisme. Caramel, wangi aroma yang menyenangkan,” ujarnya. Kafein yang ada di dalam kopi seperti sejenis stimulan. Setelah dikonsumsi, kafein bisa langsung menyerap ke darah dalam waktu dua puluh menit. Setelah terserap oleh darah, kafein akan menyebabkan lonjakan tekanan darah dan detak jantung. Jadi tidak heran jika minum kopi akan memberikan efek semangat, menghilangkan kantuk, hingga membuat mood menjadi lebih baik.

“Tetapi tergantung kebiasaan daya tahan atau toleransi individu. Ada yang sanggup minum kopi sampai lima gelas sehari, ada juga yang hanya satu gelas sudah berdebar debar. Jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing – masing. Penting juga tidak berlebihan mengkonsumsi kopi,” tuturnya.

Tips sehat untuk para penggemar kopi

1. Secara umum cukup dua cangkir kopi sehari
2. Tidak menggunakan susu creamy, atau gula dalam kopi dengan berlebihan
3. Stop minum kopi jika sering buang air setelah meminumnya
4. Jika merasa mules setelah minum kopi, sebaiknya hindari minum kopi yang terlalu berlebihan

Ilustrasi gambar : Nathan Dumlao

Penyakit Sariawan adalah luka kecil dan dangkal yang muncul pada jaringan lunak pada mulut atau pada dasar gusi. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan mempersulit makan dan berbicara. Sariawan tidak menular dan dapat muncul satu atau beberapa. Namun pada beberapa kasus, luka sariawan mulut bisa disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak, seperti pada kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut.

Sebenarnya, Apa Itu Penyakit Sariawan?

Penyakit sariawan kebanyakan dialami oleh remaja usia 10 hingga 19 tahun. Biasanya terjadi akibat kurang menjaga kebersihan mulut atau adanya kerusakan pada selaput lendir di rongga mulut. Gejala sariawan yang muncul biasanya tidak parah dan dapat pulih tanpa pengobatan medis dalam waktu satu hingga dua minggu. Lokasi sariawan dapat terjadi di bagian dalam pipi atau bibir, serta di permukaan gusi dan lidah.

Sariawan biasanya dikenali karena tampak kelainan pada selaput lendir mulut berbentuk bulat dan berwarna putih atau kuning. Biasanya tampak tepiannya berwarna merah akibat peradangan. Drg. Toni Masruri, SpPM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Mulut dari Rumah Sakit Awal Bros Batam mengatakan, sariawan umumnya bukan penyakit menular.

“Untuk kasus yang sederhana, sariawan bisa karena luka tergigit dan defisiensi nutrisi seperti kekurangan vitamin C dan zat besi.” drg. Toni berkata. Namun dalam kajian medis, sariawan bisa disebabkan infeksi (bakteri, virus, jamur), kalainan imun (autoimun, alergi, efisiensi imun), penyakit sistemik (HIV/AIDS) serta akibat stres. Dokter Spesialis Penyakit Mulut tersebut menyebutkan gejala sariawan yang muncul biasanya tidak parah, dan dapat pulih tanpa pengobatan medis dalam waktu 10 -14 hari. “Apabila lebih dari 14 hari dan lokasi sariawan menetap di tempat yang sama, maka diindikasikan adanya kanker rongga mulut,” ucap drg. Toni. Dokter spesialis penyakit mulut tersebut menyarankan jika mengalami sariawan yang tidak kunjung sembuh untuk segera memeriksakan ke dokter.

Tips Mencegah Sariawan

  1. Mencagah kesehatan mulut dengan sikat gigi secara teratur
  2. Mengelola stres
  3. Gaya hidup sehat dengan konsumsi nutrisi bagik bagi tubuh

Narasumber: drg. Toni Masruri, SpPM – RS Awal Bros Batam
Informasi jadwal dokter silakan klik disini
Ilustrasi gambar oleh Paweł Czerwiński

Tumor otak dapat menyerang siapa saja. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami keluhan tak biasa di area kepala.

Tumor otak terjadi karena adanya pertumbuhan sel abnormal di wilayah sekitar otak, jenisnya terbagi dua, yaitu tumor jinak dan ganas. Tumor otak jinak pertumbuhannya cenderung lambat, sementara tumor otak ganas sangat cepat. Tumor yang ganas disebut juga sebagai kanker otak dan bisa menyebabkan kematian. Penyakit kanker otak bisa terjadi pada semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kanker otak diawali dengan tumor yang membesar dalam otak, sehingga ada jaringan otak sehat yang menderita. Jika tidak segera diobati, dikhawatirkan tumor ini membesar sehingga mengganggu fungsi otak.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Hadi Sirwandanu, SpBS mengatakan, jika ada keluhan di area kepala, misalnya sakit kepala, gangguan penciuman dan kelemahan gerak, maka segera periksa ke dokter.

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak yang ringan antara lain sakit kepala dan pusing hingga terasa berputar. Namun gejala yang berat adalah gangguan penglihatan bahkan buta. Selain itu, dapat juga terjadi gangguan penciuman yang muncul dalam bentuk halusinasi bau pada penderita. Pertumbuhan tumor tergantung dari pertumbuhan jaringannya. Misalnya, pertumbuhan tumor jinak bisa butuh waktu 10–15 tahun, namun tumor ganas lebih cepat.

“Gejala awal terasa tidak terlalu berdampak, namun makin lama makin membesar. Ketika sudah besar, baru gejala muncul dengan maksimal. Gejala berat yang terjadi bisa hingga mengakibatkan tubuh lumpuh sebelah. Gejala-gejala yang berat terkadang munculnya tidak disadari oleh pasien, apalagi gejala yang terjadi pada otak, sebab kemunculannya sangat cepat. Misalnya dari sakit kepala sampai pemburukan, perkembangannya memakan waktu kurang dari sebulan. Gejala-gejala berat yang demikian menandakan mengarah ke tumor otak ganas,” kata dokter spesialis bedah saraf, dr. Hadi, SpBS.

Penyebab tumor otak, sampai sekarang masih belum diketahui. Belum ada yang bisa membuktikan bahwa tumor ini berasal dari faktor keturunan, sedangkan faktor radiasi juga masih diperdebatkan. “Setiap manusia membawa kode genetik yang suatu saat dapat menjadi tumor otak,” terang dokter Hadi.

Mendeteksi dan Terapi Tumor Otak

Untuk melacak keberadaan tumor di dalam otak, dapat dilakukan dengan melihat gejala dan reaksinya. Setelah itu pasien dapat dipindai dengan menggunakan CT Scan atau MRI. Alat-alat tersebut dapat memastikan letak tumor, diameter, dan jaringan pembuluh darah yang terlibat dalam tumor.

Dokter Hadi mengatakan, yang dilakukan dokter untuk benda asing yang ada di otak ada dua. Satu, dokter melakukan tindakan operasi dan yang kedua adalah terapi radiasi. “Untuk tumor kecil di tempat yang vital, terapinya cukup dengan radiasi. Pilihannya bisa dengan radiasi konvensional atau radiasi gamma knife. Kalau lokasinya tidak pada daerah vital, bisa dilakukan operasi pengangkatan tumor,” jelas dokter spesialis bedah saraf tersebut. Daerah vital yang dimaksud di atas adalah jika tumor berada di batang otak atau di tengah. Daerah ini sangat vital karena berfungsi untuk kendali jantung, paru-paru, dan organ penting lain.

Pendeteksian tumor otak tidak membutuhkan waktu lama. Pasien yang datang dengan keluhan dan gejala tumor otak akan disarankan oleh dokter untuk CT Scan. Dari hasil CT Scan dapat diputuskan untuk melakukan tindakan operasi atau tidak. Kemudian juga ada rehabilitasi untuk membantu mengembalikan fungsi otak setelah ditangani.

 

Ilustrasi gambar oleh jesse orrico

Gigi tidak hanya bagian penting dari penampilan, tapi juga memiliki kaitan lain dengan fungsi organ lain. Pemasangan kawat gigi yang tidak dilakukan oleh ahlinya, kenyataannya justru memperparah keadaan rahang dan wajah. Hal ini bahkan dapat berpengaruh terhadap kesehatan penggunanya. Baik untuk alasan kecantikan ataupun kesehatan, banyak orang memutuskan untuk menggunakan kawat gigi. Kawat gigi sendiri adalah alat bantu yang digunakan dokter gigi untuk memperbaiki susunan gigi dengan cara memberikan tekanan pada gigi dalam periode waktu yang panjang. Beragam alasan mulai dari ketidakrapian gigi dan bentuk rongga mulut mendasari seseorang untuk memutuskan menggunakan kawat gigi.

Pemasangan Kawat Gigi

Pemasangan kawat gigi yang tidak sesuai aturan dan dilakukan oleh bukan pada ahlinya, justru meninggalkan masalah lain seperti nyeri wajah, gusi bengkak, asimetri wajah, infeksi gusi, gangguan fungsi kunyah dan masalah lainnya.  Dokter gigi spesialis ortodonti Rumah Sakit Awal Bros Batam, drg. Josephine R Trenggonowati, SpOrt mengatakan suatu kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsinya dinamakan Maloklusi.

Maloklusi sendiri dipengaruhi faktor keturunan, dimana ada ketidaksesuaian ukuran rahang dengan ukuran gigi dalam mulut. “Dalam sebuah contoh kasus, garis keturunan seorang anak mengikuti ukuran rahang ibu yang kecil. Namun untuk ukuran gigi anak tersebut, ia mengikuti ukuran gigi ayah yang besar,” terang dokter gigi spesialis ortodonti tersebut. Keadaan ini akan membuat si anak memiliki gigi yang tidak cukup letaknya dalam lengkungan gigi, sehingga gigi anak akan berdesakan atau saling berhimpitan. Ada beberapa kebiasaan lainnya pada anak yang menyebabkan susunan gigi menjadi tidak baik. Beberapa alasan di antaranya adalah mengisap ibu jari, mengisap bibir bawah, menggigit kuku atau pensil dan lainnya.

Maloklusi sendiri terbagi menjadi tiga klasifikasi menurut angle atau sudut.

Maloklusi Klas I. Biasanya hanya sebatas ketidakteraturan pada gigi dalam batasan normal. Misalnya gigi tampak berdesakan atau berhimpitan. Bisa juga ada jarak antara gigi satu dengan yang lain, atau gigi tidak berada pada tempat yang seharusnya dan sebagainnya.

Maloklusi Klas II. Kondisi dimana lengkung gigi atas yang menonjol keluar.

Maloklusi Klas III. Merupakan kebalikan dari kondisi Klas II. Di mana lengkung gigi bawah keluar dari jalur semestinya.

Pengaruh maloklusi terhadap pengidapnya sendiri berbeda beda tergantung klas tersebut. “Ada yang merasakan nyeri pada engsel rahang atau otot wajah, pusing, gangguan fungsi bicara hingga fungsi kunyah,” sebut dokter gigi spesialis ortodonti dari Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Pemasangan Kawat Gigi pada Maloklusi

Pengaruh tersebut juga menjadi-jadi apabila maloklusi ditangani oleh seorang yang bukan ahli di bidangnya, “Banyaknya kasus pemasangan kawat gigi bukan di dokter ahli justru berakhir ketidaksesuaian harapan pasien. Mengharapkan gigi tertata rapi justru berakhir nyeri pada rahang penyangga gigi,” ujarnya. Padahal beda kelas Maloklusi, beda penanganannya, kata drg. Josephine.

Kecenderungan harga murah biasanya mempengaruhi keputusan seseorang. “Padahal pemasangan kawat gigi tergantung kelas Maloklusi seseorang. Ini tergantung hasil dari foto panoramic gigi,” ucap dokter gigi spesialis ortodonti tersebut. Jika gigi terlalu berhimpitan, biasanya dokter spesialis Ortodonti akan memutuskan pencabutan gigi yang berada di tempat yang kurang sesuai tersebut. “Seiring berjalannya waktu melalui pemasangan kawat gigi, gigi akan bergerak secara perlahan menempati rongga yang kosong, sampai akhirnya gigi terlihat rapih,” jelasnya.

Lalu, apa yang perlu dilakukan selama proses perawatan ortodonti? Paling penting adalah menjaga kebersihan mulut. Lainnya adalah dengan menjaga cara makan melalui memotong kecil makanan. Hindari juga makanan yang lengket dan keras dan tentu saja kontrol rutin. Drg. Josephine, SpOrt juga mengungkapkan hasil pemasangan ortodonti cetak tidak akan terlihat, seperti sudah pernah memasang kawat gigi. “Kasus berbeda jika terjadi pada anak-anak di masa peralihan gigi susu. Maka anak-anak akan dipasangkan kawat gigi atau ortodonti lepasan.”

Kawat Gigi Lepasan (Ortodonti Lepasan)

Alat ortodonti lepasan ini digunakan terbatas pada kasus yang ringan saja. Contohnya pada anak, ortodonti lepasan digunakan untuk mengoreksi kelainan tata letak satu atau beberapa gigi. “Ortodonti lepasan ini juga biasanya digunakan pasca-perawatan ortodonti aktif selesai. Ortodonti lepasan disebut juga dengan retainer untuk mencegah bergesernya kembali susunan gigi,” jelas dokter gigi sepesialis ortodonti tersebut. Usia paling efektif untuk pemasangan kawat gigi sebenarnya adalah usia 8–14 tahun. Karena pada usia tersebut, tulang wajah masih berkembang.

Apakah orang dewasa tidak efektif memasang kawat gigi? Drg. Josephine mengatakan tidak ada kata terlambat. Hanya saja orang dewasa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk perawatan ortodonti. Selama proses ini membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun.

Karena penggunaan kawat gigi mempunyai resiko, baik jangka pendek maupun jangka panjang, maka pemasangan harus dilakukan oleh dokter gigi yang memiliki kompetensi di bidang ortodonti. Dokter gigi umum, dokter gigi spesialis ortodonti memiliki kompetensi untuk melakukan perawatan behel gigi. Yang membedakan adalah kasus yang boleh ditangani disesuaikan dengan pendidikannya. Karena sudah mengikuti pendidikan lanjut untuk ortodonsi, maka dokter spesialis ortodonsi memiliki kewenangan untuk menangani kasus kelainan susunan gigi ringan hingga berat.

 

Ilustrasi gambar oleh Exclusive Vectors on Freepik

Semua wanita berisiko terkena osteoporosis di usia lanjut. Kepadatan tulang terus menurun alias tulang keropos. Kondisi ini bisa dicegah dengan cara menabung tulang.

Pada tahun 2050 diperkirakan angka osteoporosis di Indoensia meningkat 15 hingga 20 persen. Di dunia, WHO (World Health Organization) bahkan menyatakan 1 dari 3 orang wanita akan terkena osteoporosis. Karena pada wanita hormonnya lebih cepat habis karena melewati masa hamil, menyusui dan menopause.

Namun tak semua orang osteoporosis, melainkan berisiko osteoporosis. Terlebih saat muda menderita penyakit seperti gangguan hormone yang mempengaruhi kondisi kepadatan tulang. Orang dengan kondisi ini akan mengalami osteoporosis lebih cepat.

“Osteoporosis merupakan kondisi menurunnya kepadatan tulang. Tulang jadi lebih mudah rapuh dan keropos. Biasanya, gejalanya  tidak dirasakan. Prosesnya terjadi sejak lama. Maka itu osteoporosis sering disebut silent disease,” kata dr. Ronny Sutanto, SpOT (K), MARS Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Pada situasi ini biasanya seseorang tidak merasakan bahwa tulangnya sudah keropos, rapuh, hingga rentan cedera. “Misalnya jatuh dari kursi atau terpeleset di kamar mandi atau salah memegang sesuatu, langsung nyeri pergelangan, bahu, tangan, atau nyeri pinggul. Kalau osteoporosisnya parah bisa terjadi patah tulang,” kata dr. Ronny.

Sejak Kapan Kepadatan Tulang Mulai Menurun?

Sejak dalam kandungan, bayi mendapatkan kalsium dari ibunya. Maka secara otomatis, sejak usia 0 hari, menjadi bayi, remaja, hingga masa puncak, tulang yang ditumpuk pada tulang lebih baik ketimbang yang dibongkar. Artinya, antara sel pembentuk dan pembongkar seimbang. Sehingga zat masa pertumbuhan tubuh jadi lebih tinggi dan tulang membesar.

Menurut penelitian, masa puncak tulang saat usia 35 tahun sampai 40 tahun. “Jika sudah di atas usia itu tulang berangsur-angsur berkurang kepadatannya,” katanya. Kondisi ini disebut normal, namun jika kepadatannya terus berkurang, maka akan terjadi osteoporosis.

Karena itu, kata dia, menabung tulang sangat penting. Tujuannya, ketika sampai puncaknya, tubuh sudah siap menghadapi berkurangnya kepadatan tulang secara alami, sehingga tidak keropos. “Namun kebanyakan orang tidak mau menabung tulang saat masa pertumbuhan sebelum masa puncaknya,” katanya.

Menabung tulang yakni dengan memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium, magnesium, dan fosfor. Dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa membuat kepadatan tulang tetap baik alias tidak keropos di usia lanjut nanti. “Saat menabung tulang, mulai usia 0 hari hingga masa puncaknya, kita harus memperhatikan apa yang masuk dalam tubuh, seperti makanan 4 sehat 5 sempurna,” kata dr. Ronny.

Kandungan kalsium tertinggi ada pada olahan ikan, seperti minyak ikan. Bahan ini baik untuk dikonsumsi setiap hari. Semua produk olahan susu, sayuran, dan kacang – kacangan juga banyak mengandung kalsium.

Jika sudah osteoporosis, saat pengobatan, kalsium tetap dibutuhkan. Obat diberikan untuk mencegah tulang keropos. “Saar masa pertumbuhan tulang akan membentuk terus. Masa puncaknya, bongkar terus. Yang bongkar ini dihentikan dengan obat. Dengan mengonsumsi kalsium, bisa mengisi yang keropos tadi,” katanya.

Tips Cegah Osteoporosis Sejak Dini

  1. Perhatikan asupan gizi untuk menabung tulang sampai masa puncaknya
  2. Berjemur setiap pagi dari pukul 07.00 hingga 09.00
  3. Olahraga yang baik, teratur dan sesuai kemampuan
  4. Perbaiki gaya hidup, seperti tidak merokok
  5. Jika sedang mengonsumsi obat – obatan harus dikontrol. Hentikan jika berpengaruh pada kepadatan tulang

Ilustrasi Gambar: Calum Lewis
Informasi jadwal dokter silakan klik di sini

Di era ini, berbagai macam hal akan bergerak berubah dengan cepat. Contohnya adalah fashion, perkembangan teknologi, dan hal lainnya yang kerap menawarkan model terupdate setiap saat. Ketika melihat barang fashion atau gadget terbaru, tak sedikit dari kita yang ingin segera membawanya pulang. Kita tentu akan memutar otak untuk bisa memiliki barang–barang tertentu yang didamkan. Maryana, M, Psi, Psi selaku psikolog di Rumah Sakit Awal Bros Batam mengatakan bahwa seseorang yang suka membandingkan dirinya dengan orang lain, termasuk masalah gengsi serta takut ketinggalan dengan orang lain, akan menjadikan seseorang tersebut mempunyai sifat konsumerisme.

Konsumerisme dan Kurang Percaya Diri

“Kalau di zaman sekarang, wajar jika seseorang lebih konsumtif, walau kewajarannya juga harus dilihat lagi,” ujar Psikolog tersebut. Jika sudah mempunyai sifat konsumerisme, maka segala hal akan kita lakukan untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Segala hal yang dilakukan tidak mesti merugikan orang lain, tetapi orang tersebut bisa saja menabung, mengajukan kredit, atau melakukan segala cara agar barang yang diinginkan bisa kita dapatkan.

“Sebenarnya kurang baik kalau kita meletakan kebahagiaan dengan membeli barang-barang yang dibeli karena ingin bukan karena butuh. Hal itu membuat kita menjadi lebih konsumtif,” katanya. Konsumerisme muncul saat kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau tren. Yang lebih parah, seandainya merasa tidak aman jika tidak mengikuti tren saat ini hingga tidak mempedulikan orang lain.

“Orang tua juga mempengaruhi sifat konsumtif. Selain itu juga dipengaruhi lingkungan sekitar, dan yang paling utama adalah karena rasa tidak aman. Rasa tidak aman di sini berarti yang bersangkutan tidak bisa menerima kondisi dirinya sendiri. Oleh sebab itu ia menggunakan barang yang dimiliki sebagai benteng pertahanan untuk percaya diri. Padahal, percaya diri bukan datang dari barang-barang yang dipakai, tetapi penerimaan dan potensi diri,” tuturnya. Ada baiknya ketika kita tertarik untuk membeli sesuatu, pertimbangkan dulu sebelum benar-benar membeli. Perlu diingat, keinginan bukan berarti kebutuhan, tapi kadang lebih ke arah ingin berada di posisi yang lebih daripada orang lain. Jika sudah terpenuhi, belum tentu akan bahagia atau tenang, karena sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

“Kita akan jauh lebih bahagia saat membantu orang lain dalam kesusahan. Hal tersebut akan bertahan lebih lama dibandingkan menaruh kebahagiaan pada barang yang cuma sementara. Lama-lama barang tersebut akan membuat kita bosan, sehingga membeli sesuatu yang baru lagi,” ucap Psikolog tersebut.

Tips Mengontrol Konsumerisme

  1. Sadar dengan kondisi saat ini
  2. Menimbang sebelum membeli
  3. Ubah pola pikir, sadari bahwa barang-barang baru bukanlah segalanya
  4. Cari teman yang menerima Anda apa adanya

 

Ilustrasi gambar oleh Artem Bali

Munculnya jerawat pada remaja adalah hal yang paling menyebalkan. Segal cara dilakukan agar jerawat tidak meradang dan timbul lagi. Dari memencet, facial, hingga menggunakan laser.

Timbulnya jerawat pada remaja berasal dari kelenjar minyak yang besar, produksi minyak yang banyak sehingga membuat wajah berminyak. Minyak menyumbat pori – pori sehingga timbul komedo. “Jika komedonya masih di dalam Namanya whitehead dan jika komedonya keluar, namanya blackhead,” kata dr. Gita Puspita, Dokter Kecantikan di Beauty Clinic Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Jika komedo masih menyumbat pori – pori, minyak tidak bisa keluar. Kulit setiap hari selalu bertemu debu dan polusi sehingga kuman masuk ke dalam pori – pori kulit membuat peradangan, maka timbulah jerawat pada kulit remaja. Namun sebenarnya minyak tersebut berfungsi untuk meminyaki kulit. Supaya kulit wajah lembab dan kenyal. Jika tak ada minyak, kulit akan pecah – pecah.

Jika sudah menjadi jerawat, maka muncul nanah. Dr. Gita mengatakan, jerawat boleh saja dipencet jika menggunakan alat steril. Tangan yang digunakan untuk memencet jerawat juga steril. “Kalau tidak berani mengeluarkan jerawat, jangan dipencet – pencet. Nanti menyebabkan bopeng,” kata dr. Gita.

Penyebab jerawat bisa karena faktor keturunan. Faktor lingkungan juga mempengaruhi timbulnya jerawat, seperti stres, debu, polusi, dan hormonal. Makanan juga memicu timbulnya jerawat, seperti makanan pedas dan berminyak.

Perawatan yang bisa dilakukan salah satunya dengan facial. Menurut dr. Gita Puspita, facial dapat mencegah terjadinya jerawat pada kulit muka. Dengan perawatan ini komedo bisa terangkat. Jerawat akan diberikan obat untuk dipakai pagi dan malam. Obat tersebut untuk menyembuhkan peradangan. “Diberi obat oles atau krim yang dipakai. Juga obat minum,” terangnya.

Namun bagi yang alergi terhadap krim, alternatif lainnya dengan menggunakan laser untuk menghilangkan jerawat atau disebut acne laser. Perawatan dengan laser bisa dilakukan hingga tiga kali. Sekali perawatan, jerawat hilang hingga 40 persen. “Kita lihat kasus pasiennya seperti apa, kebutuhannya apa. Selain mengobati jerawat, juga bisa mencerahkan,” kata dr. Gita Puspita.

Tips Cara Singkirkan Jerawat Batu

Jerawat apapun jenisnya bisa mempengaruhi penampilan. Apalagi jika jenis jerawat batu cystic acne. Lakukan perawatan sederhana berikut, seperti dikutip dari Allure.

Ilustrasi Gambar: Scott Webb

Informasi jadwal dokter klik disini

Seharian berada di depan layar sudah menjadi kebiasaan orang zaman sekarang. Pekerja kantoran, pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga hidup tidak jauh dari layar gadget. Mulai dari layar laptop, HP, tablet, hingga televisi. Padahal, terlalu sering melihat ke layar gadget membuat mata lelah.

Mengapa Mata Lelah Saat Menatap Gadget?

Kegiatan menatap gadget menimbulkan beberapa efek samping ke mata karena kurangnya frekuensi berkedip. American Academy of Ophthamology dari Amerika Serikat mengatakan bahwa melihat perangkat digital sebenarnya tidak merusak mata. Akan tetapi, lama-lama hal ini bisa menimbulkan ketegangan dan gejala yang mengganggu pengelihatan Anda. Faktanya, manusia biasanya berkedip selama 15 kali tiap menitnya. Namun, saat menatap ke layar gadget maka jumlah kedipan akan turun. Kedipan mata bisa berkurang hingga setengah atau 3 kali lipatnya. Kondisi inilah yang menyebabkan mata cepat lelah karena dipaksa bekerja fokus menatap layar tanpa banyak berkedip.

Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Hafizah, SpM mengatakan setiap mata berkedip akan memberikan nutrisi bagi lensa mata. “Karena itu, ketika menatap layar dalam waktu lama, mata terasa pedih dan lelah. Ini dikarenakan kurangnya asupan nutrisi melalui proses berkedip,” kata dr. Hafizah. Hal yang biasa terjadi ketika mata lelah adalah mata kering, perih, merah dan selanjutnya berair. Untuk jangka panjang biasanya akan berdampak pada turunnya kualitas hidup. “Pelajar biasanya akan lesu, insomnia, kurangnya nafsu makan hingga berdampak pada turunnya prestasi di sekolah,” sebut dokter spesialis mata tersebut.

Dokter yang tahun lalu mendapatkan lagi sebuah penghargaan Rekor MURI untuk operasi katarak dengan prosedur phacoemulsifikasi ini juga memperingatkan dampak menatap layar lainnya. “Jika menatap layar di ruang ber-AC, sebaiknya perbanyak juga minum,” sarannya. Secara tidak langsung, keasyikan menatap layar tidak hanya berdampak pada kesehatan mata, tapi juga pada kesehatan ginjal. “Saking asyik, akan lupa makan dan minum. Inilah yang harus diwaspadai,” ungkap dokter spesialis mata tersebut. Rutinitas menatap layar ini, memang tidak bisa dihindari, namun efeknya dapat dikurangi. “Misalnya setiap satu jam, mata harus diistirahatkan minimal dua menit. Dengan cara menatap ke arah jauh atau memejamkan mata sejenak.”

“Usahakan juga untuk membiasakan diri berkegiatan di luar setiap harinya serta melindungi mata dari paparan sinar matahari secara langsung,” tutup dr. Hafizah, SpM.

 

Ilustrasi oleh rawpixel

Mimisan pada anak kerap mengkhawatirkan orangtua. Jangan panik jika anak hidungnya mengeluarkan darah. Ketahui cara menangani jika anak mimisan.

Tahukah Anda? Mimisan yang biasa terjadi pada anak-anak adalah mimisan anterior. Mimisan anterior adalah pendarahan yang berasal dari nasal septum bagian bawah. Bagian nasal septum memiliki banyak pembuluh darah halus dan menerima darah dari arteri karotis. Sedikit benturan pada bagian ini bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan mengeluarkan darah (mimisan).

Mimisan merupakan kondisi keluarnya darah dari hidung. Penyebabnya adalah pembuluh darah yang rentan pada daerah hidung. Saat anak mimisan, jangan langsung panik, sebab mimisan biasa terjadi pada anak usia 2 sampai 5 tahun. Mimisan mungkin terjadi karena cuaca udara yang kering, sehingga membuat pembuluh darah meregang, gampang luka dan berdarah. “Seiring bertambahnya usia anak, posisi pembuluh darah akan ke dalam. Mimisan yang terjadi pada anak biasanya karena perubahan cuaca, kurang cairan, terjadinya trauma seperti terbentur dan mengorek hidung, atau infeksi dari bakteri dan virus,” kata dokter Putri Yuliani Dokter Umum Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Yang paling ditakuti kebanyakan orangtua adalah terjadi gangguan pembekuan darah. “Mimisan memang dapat merupakan salah satu pertanda gangguan pembekuan darah. Namun mimisan karena ini jarang sekali terjadi,” ujar dokter Putri. Dokter Rumah Sakit Awal Bros Batam tersebut mengatakan bahwa pembekuan darah jika tidak ditangani dengan benar akan berbahaya. Namun orangtua tak perlu terlalu khawatir, karena mimisan jarang menyebabkan anemia atau kurang darah. Mimisan akan berhenti dengan sendirinya, yang terpenting penangannya benar.

Karena letak pembuluh darah berada di permukaan, setiap anak dapat mengalami mimisan. Namun kondisi anak berbeda-beda karena kebiasaan dan status gizi. Jika rajin diberikan minum air putih atau lingkungan rumah bersih, risiko mimisan lebih rendah.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Mimisan?

Dokter Putri mengatakan, saat terjadi mimisan upayakan posisi kepala anak merunduk. Hindari posisi menengadah karena darah yang mengalir ke belakang akan berbahaya, sebab darah akan masuk ke saluran pernafasan. “Saat mimisan, kepala condongkan ke depan. Kemudian hidung dipencet menggunakan jari telunjuk dan jempol selama 10 menit. Selama itu, gunakan mulut untuk bernapas. Jika darah mengalir ke tenggorokan, jangan ditelan. Harus dibuang karena ditakutkan masuk ke saluran pernafasan. Kemudian apabila setelah 10 menit mimisan belum berhenti, bawa ke rumah sakit,” kata dokter Putri.

Ada tiga macam pengobatan untuk mimisan. Yang pertama adalah menggunakan tampon yakni kasa atau kapas diselipkan di hidung untuk menghentikan pendarahan. Kasa tersebut diteteskan obat pembekuan darah. Pengobatan kedua menggunakan router. Sedangkan pengobatan ketiga dioleskan dengan salep yang bisa membantu mempercepat pembekuan darah.

Tips Anak Mimisan

Salah satu penyebab mimisan pada anak adalah kurangnya cairan. Oleh sebab itu, pastikan konsumsi air minum anak cukup. Untuk mengukur beberapa banyak anak seharusnya minum, dapat dilihat dari berat badan anak. Jika anak masih minum susu, dapat diimbangi dengan minum air putih 30 cc per kilogram per hari. “Misalnya berat badannya 30 Kg dikali 30 cc per hari kurang lebih 900 cc per hari. Kalau anak demam atau cuaca panas, air minum bisa ditambah sekitar 10 persen,” tutup dokter Putri.

 

Ilustrasi gambar oleh Caleb Woods