Pilek dan flu (penyakit influenza) merupakan gangguan kesehatan yang membuat tubuh tidak merasa nyaman. Selain mengakibatkan bersin–bersin, kepala pusing, demam, meriang, hidung seperti tersumbat dan yang paling mengganggu adalah cairan lendir yang keluar dari dalam hidung membuat kita susah bernafas. Serangan pilek dan flu ini biasanya datang pada saat pergantian musim atau cuaca. Pilek adalah gejala yang timbul karena influenza atau yang biasa lebih dikenal dengan nama Flu dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari family orthomyxoviridae. Pilek bukan hanya menyerang manusia tapi juga binatang.

Menurut dr. Aditya Wicaksono, SpTHT-KL dokter spesialis THT Rumah Sakit Awal Bros Batam menjelaskan, hidup sehat pada dasarnya adalah cara yang tepat untuk menghindari sakit. Penyakit influenza bisa dialami siapa saja, virus ini bisa saja menyerang seseorang yang tadinya dalam kondisi sehat. Namun karena daya tahan tubuhnya dalam kondisi yang tidak baik, inilah yang menyebabkan seseorang bisa saja terserang flu.

Penyebab Penyakit Influenza

Dokter spesialis THT ini menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit influenza ini. Pertama adalah dengan membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan benar. Banyak orang tidak mencuci tangan mereka dengan benar. Cuci tangan sebanyaknya sepuluh kali sehari adalah salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah datangnya virus penyebab flu. Namun masih banyak orang yang tidak segera mencuci tangannya kurang dari 15 detik, padahal para ahli menganjurkan untuk mencuci tangan setidaknya 20 detik atau lebih. “Yang benar adalah dengan menggosok seluruh permukaan tangan antara jari dan pastikan tangan benar benar kering setelahnya.

Matikan keran dan lampu kamar mandi serta membuka pintu dengan tisu untuk menjaga tangan tetap bersih. Trik ini perlu dipraktekkan,” jelas dokter Aditya. Penyebab kedua yang mungkin bisa terjadi adalah olahraga yang terlalu sering. Kebiasaan berolahraga
dalam jumlah yang berlebihan justru akan melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. Pusat latihan kebugaran merupakan tempat yang banyak mengandung kuman mulai dari treadmill dan alat–alat fitness yang penuh keringat, bangku, ruang ganti dan mungkin saja di tas yang anda bawa pulang sudah ada kuman yang menempel.

Namun ini tidak berari harus berhenti berolahraga. Untuk menjaga diri dari serangan virus, lap terlebih dahulu mesin dan alat–alat fitness yang ingin anda gunakan, jangan lupa untuk cuci tangan,” jelasnya lagi.  Hal selanjutnya yang perlu dihindari adalah merokok. Merokok dapat melemahkan fungsi bulu–bulu halus dalam hidung untuk menyaring udara ke paru–paru sehingga kuman akan terperangkap dan masuk ke paru–paru. “Perokok kronis selalu jauh lebih rentan terhadap infeksi pernafasan. Mereka telah merusak paru–paru, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit,” kata dokter spesialis THT tersebut.

Cegah Penyakit Influenza

Penggunaan masker wajah yang salah adalah pemicu terserangnya virus Influenza. Sejak September 2012 lalu masker wajah tidak dianjurkan lagi untuk digunakan di dalam rumah dan lingkungan pekerjaan. Namun masih banyak yang menggunakannya terutama jika mereka berada dalam kondisi flu berat atau karena sehari hari berhadapan dengan orang sakit. Masker adalah sarang virus. Pastikan memakai dan membuangnya dengan benar. Jangan sampai menyentuh bagian depan yang paling mungkin terkontaminasi virus. Setelah itu, pastikan anda selalu cuci tangan dengan benar hingga bersih.

 

Ilustrasi oleh Evening Tao

Asma kambuh sangat menganggu kegiatan, belum lagi menghawatirkan. Penyakit asma ini bisa dialami oleh siapa aja baik usia muda hingga tua. Menurut dr. Abdul Malik Sp.P, dokter spesialis paru (Pulmonologist) Rumah Sakit Awal Bros Batam, ada sejumlah faktor yang bisa memicu kekambuhan asma. Di antaranya alergi debu, asap rokok, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, dan infeksi virus. Dan beberapa kasus disebabkan oleh faktor keturunan. Asma juga dikatakan sebagai penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan, yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan, sehingga menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Dan efek lainnya adalah nyeri dada, batuk, sulit bernapas.

Menghentikan Asma Kambuh

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan tetapi hanya sebatas mengontrol saja. Dan itu pun juga ada tiga bagian, terkontrol, setengah terkontrol, dan tidak terkontrol. Asma terkontrol adalah penderita tidak mengonsumsi obat lagi ketika asmanya kambuh. Caranya adalah melakukan terapi asma, dan ada obatnya untuk mengontrol asma.

“Ada terapi asma tapi kita klasifikasi dulu golongan asmanya seperti apa, ada golongan asma yang terkontrol, setengah terkontrol, dan tidak terkontrol, dengan begitu kita bisa melihat treatment-treatmenya,” ujar dokter spesialis paru tersebut. Dan yang dimaksud dengan tidak terkontrol yakni penderita setiap hari, baik pagi, siang, maupun malam merasakan sesak napas. Kemudian setengah terkontrol penderita akan merasakan sesak tiba-tiba.

Ia menyampaikan, salah satu terapi utama yang dilakukan untuk penderita pemberian Inhaled glucocorticosteroids (ICS) untuk mengontrol asma dan Long Acting ß2-agonists (LABA). Sedangkan untuk mengontrol asma bagi penderita yang asmanya belum terkontrol bisa memakai Long Acting karena bisa bertahan lebih dari 12 jam. “Asma ini juga menyebabkan kematian jika tidak dilakukan treatment yang baik,” kata dokter Abdul Malik, Sp.P

Tips Menghindari Asma Kambuh

  1. Hindarilah pencetus seperti alergi, seperti makan udang atau makanan yang menyebabkan sesak. Sebaiknya berhenti mengonsumsinya, karena dapat mencegah asma.
  2. Hindari olahraga yang berat
  3. Olahraga yang dianjurkan pada penderita asma seperti berenang, senam asma, bersepeda, jalan kaki.
  4. Hindari merokok.
  5. Hindari terhirup asap obat nyamuk bakar, dan polusi.

 

Ilustrasi oleh SXC

Bagaimanakah orang introvert itu?

Pernah tidak, sih, kalian bertemu dengan seseorang yang cenderung pendiam, berteman dengan beberapa orang saja, dan biasanya tidak banyak berinteraksi dengan banyak orang? Atau bahkan kalian sendiri yang mengalami ciri–ciri tersebut? Nah kalau memang iya, itu tandanya orang itu atau bahkan kamu merupakan sosok introvert tempramen.

Introvert termasuk ke dalam kategori tempramen, tempramen diartikan sebagai jenis–jenis orang. Dan lawan dari introvert itu sendiri adalah extrovert. “Introvert akan membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk masuk ke dunia baru. Dan mereka biasanya lebih pendiam, lebih mengobservasi, lebih hati–hati, dan tidak bisa langsung terlibat dengan dunia yang ada di sekelilingnya. Introvert lebih tidak terlihat sementara extrovert kebalikan introvert,” kata Ibu Maryana, Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Introvert tempramen bisa dipengaruhi oleh keturunan dan lingkungan, tetapi bisa berubah dalam kondisi lingkungan tertentu. Terutama saat dewasa, misalnya karena tuntutan pekerjaan. “Setelah dewasa tuntutan pekerjaan bisa juga menjadikan orang introvert. Pekerjaan yang lebih mengarah ke introvert misalnya akuntan, data analisis, bekerja di laboratorium. Tidak terlalu berhadapan dengan
banyak orang,” ujar psikolog tersebut.

Introvert berbeda dengan tidak percaya diri. Mereka akan merasa percaya diri saat sudah berada di lingkungan yang sesuai dengannya. Dan introvert juga mempunyai keunggulan walaupun terkenal dengan sosok pendiam. Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Batam tersebut mengatakan, orang introvert akan lebih berhati–hati dalam memilih teman, mereka akan memilih teman yang mengenalnya dengan baik. Maka dari sanalah, ia akan curhat dengan orang tersebut. Selain itu introvert lebih mudah untuk introspeksi diri dan lebih pintar dalam menilai dirinya.

Bagi kamu yang mempunyai teman seperti demikian, sebaiknya tidak dikucilkan. Mereka bukan bermaksud memilih teman tetapi dalam beradaptasi membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan extrovert.

Berteman dengan Orang Introvert

1. Jangan dikucilkan
2. Berikan waktu lebih banyak agar mereka lebih mudah untuk beradaptasi
3. Lingkungan bisa mengubahnya sesaat tidak keseluruhan. Jadi jangan kaget jika seseorang akan lebih suka berdiam diri.

 

Ilustrasi oleh Samuel Zeller

Anemia sering tidak disadari penderitanya. Padahal, penyakit ini begitu rentan bagi manusia. Dokter klinik umum RS Awal Bros Batam, dr. Avita Marthacagani mengatakan anemia bersumber dari kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel–sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang cukup. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen. “Sedangkan sel darah merah berfungsi membawa oksigen dari paru – paru ke seluruh tubuh. Jika seseorang memiliki terlalu sedikit sel – sel darah merah dan berbentuk tidak normal, maka sel – sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan hal itu disebut sebagai gejala anemia,” terang dokter Avita.

Pada kondisi di lapangan di lapangan, jarang sekali orang yang mau mengecek kadar Hb-nya di paramedis. Mungkin hal itu akan dilakukan rutin apabila sedang hamil. “Karena kurangnya keinginan untuk mengecek hb itulah yang membuat banyak orang tak sadar jika terkena anemia,” paparnya. Dr. Avita menyebutkan kadar hemoglobin dalam darah manusia berbeda – beda sesuai kategori kelamin dan usia. Pada bayi yang baru lahir kadar hemoglobinnya adalah 17 sampai 22 gram per desiliter (g/dl), pada anak – anak 11 sampai 13 g/dl, pria dewasa 14 sampai 18 g/dl dan wanita dewasa 12 sampai 16 g/dl.

“Jika nilai Hb seseorang kurang dari nilai tersebut, maka seseorang dapat dikatakan mengalami anemia,” tegas Avita. Penyakit ini juga disebut sebagai kelainan darah. Sasaran utamanya wanita, anak – anak dan orang yang menderita penyakit kronis ataupun lansia. Terhadap wanita, anemia sering terjadi saat hamil. Karena, bagi calon ibu yang sedang mengandung sering merasa Lelah dan lesu karena energinya terserap oelh dua orang sekaligus, yaitu ibu dan janin.

Secara umum, 50 persen kejadian anemia karena kurangnya asupan zat besi. Namun, penyebab lainnya juga didukung beberapa faktor yang umum terjadi dalam keseharian. Diantaranya karena menstruasi, melahirkan, operasi, mimisan, ambeien, kurang nutrisi, kurangnya protein hewani, diet ketat, pengonsumsi alcohol, bahkan bisa isebabkan karena donor darah.

Tips Menghindari Anemia

1. Memilih makanan kaya zat besi
2. Mengonsumsi makanan protein hewani
3. Memilih makanan kaya vitamin C
4. Mengonsumsi susu yang tidak berdekatan saat mengonsumsi sumber zat besi
5. Tidak mengonsumsi the dan kopi berlebihan

 

Ilustrasi oleh freepik exclusive vectors