Susah BAB (buang air besar) kerap dialami orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kurang minum dan makanan berserat jadi penyebabnya. Waspada jika tiga hari tidak bisa ke belakang. Menurut dokter umum Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Maria Bintang Panggabean, seseorang disebut mengalami konstipasi jika tidak BAB lebih dari tiga hari. Banyak yang mengira BAB keras saat puasa itu konstipasi. Namun hal itu terjadi akibat kekurangan cairan. “Di waktu puasa kita tak konsumsi cairan mulai pukul 05.00 hingga pukul 18.00. Lebih kurang 14 jam,” kata dokter tersebut.

Mencegah Susah BAB Saat Puasa

Untuk mensiasatinya dengan minum air putih saat sahur, berbuka, dan menjelang tidur. Dalam sehari tersebut, dianjurkan konsumsi tiga liter air putih. “Saat bangun tidur sahur 500 ml, sahur 500 ml, buka puasa 500 ml, setelah buka puasa 500 ml, dan menjelang tidur usahakan 1 liter,” terangnya. Saat puasa, kebanyakan orang minum sedikit air. Bahkan ketika berbuka, minuman manis yang dipilih. Air putih dilupakan. Kekurangan konsumsi buah dan sayur juga menyebabkan BAB keras atau konstipasi.

Dokter Maria menganggap normal seseorang yang BAB dua hari sekali. Namun yang dikahwatirkan adalah, bila kondisi tersebut terjadi hingga tujuh hari. Jika demikian, dr. Maria menyarankan untuks segera memeriksakan ke dokter, karena ditakutkan ada penyakit lain selain konstipasi, misalnya gangguan usus bukan karena dehidrasi.

Mengatasi Susah BAB

Bila mengalami sembelit, jangan dipaksa mengejan. Karena mengakibatkan keluar penyakit lain, seperti ambeien. Jika tak merasa mulas, lebih baik jangan dipaksa,” katanya. Obat pencahar tanpa resep dokter juga tidak disarankan, karena tidak baik untuk usus. Mengonsumsi  pencahar, secara berlebihan dapat mengganggu usus. Akibatnya bisa diare sehingga kondisi dehidrasi akan semakin parah. Kurang beraktivitas juga menyebabkan konstipasi. Karena usus lebih lambat bekerja dan membuat pembentukan veses lebih lama. “Saat puasa kita malas beregrak. Jadi olahraga yang tidak menguras tenaga, bisa jalan kaki 10 sampai 15 menit. Lebih mempengaruhi kerja usus lebih bagus,” ucapnya.

Menurut dr. Maria, makanan yang bisa menyebabkan kosntipasi hampir tidak ada, namun saat puasa, konsimsi sayur dan buah harus seimbang, minuman kopi seharusnya dihindari. “Kopi berpengaruh ke cairan. Kalalu kita minum kopi, sahur harus anyak konsumsi air. Karena kopi menyerap air. Lebih baik tidak usah minum kopi,” katanya. Buah yang disarankan adalah, semangka atau melon karena mengandung banyak air. “Sayuran hijau rata -rata mengandung banyak mineral tinggi,” jelasnya.

Bagi yang hamil, sembelit kebanyakan terjadi karena saluran reproduksi menekan saluran pencernaan atau usus. “Kebanyakan ibu hamil ketika BAB takut mengejan,” kata dokter Rumah Sakit Awal Bros Batam tersebut.

 

Ilustrasi oleh freepik exclusive vectors

Asma kambuh sangat menganggu kegiatan, belum lagi menghawatirkan. Penyakit asma ini bisa dialami oleh siapa aja baik usia muda hingga tua. Menurut dr. Abdul Malik Sp.P, dokter spesialis paru (Pulmonologist) Rumah Sakit Awal Bros Batam, ada sejumlah faktor yang bisa memicu kekambuhan asma. Di antaranya alergi debu, asap rokok, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, dan infeksi virus. Dan beberapa kasus disebabkan oleh faktor keturunan. Asma juga dikatakan sebagai penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan, yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan, sehingga menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Dan efek lainnya adalah nyeri dada, batuk, sulit bernapas.

Menghentikan Asma Kambuh

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan tetapi hanya sebatas mengontrol saja. Dan itu pun juga ada tiga bagian, terkontrol, setengah terkontrol, dan tidak terkontrol. Asma terkontrol adalah penderita tidak mengonsumsi obat lagi ketika asmanya kambuh. Caranya adalah melakukan terapi asma, dan ada obatnya untuk mengontrol asma.

“Ada terapi asma tapi kita klasifikasi dulu golongan asmanya seperti apa, ada golongan asma yang terkontrol, setengah terkontrol, dan tidak terkontrol, dengan begitu kita bisa melihat treatment-treatmenya,” ujar dokter spesialis paru tersebut. Dan yang dimaksud dengan tidak terkontrol yakni penderita setiap hari, baik pagi, siang, maupun malam merasakan sesak napas. Kemudian setengah terkontrol penderita akan merasakan sesak tiba-tiba.

Ia menyampaikan, salah satu terapi utama yang dilakukan untuk penderita pemberian Inhaled glucocorticosteroids (ICS) untuk mengontrol asma dan Long Acting ß2-agonists (LABA). Sedangkan untuk mengontrol asma bagi penderita yang asmanya belum terkontrol bisa memakai Long Acting karena bisa bertahan lebih dari 12 jam. “Asma ini juga menyebabkan kematian jika tidak dilakukan treatment yang baik,” kata dokter Abdul Malik, Sp.P

Tips Menghindari Asma Kambuh

  1. Hindarilah pencetus seperti alergi, seperti makan udang atau makanan yang menyebabkan sesak. Sebaiknya berhenti mengonsumsinya, karena dapat mencegah asma.
  2. Hindari olahraga yang berat
  3. Olahraga yang dianjurkan pada penderita asma seperti berenang, senam asma, bersepeda, jalan kaki.
  4. Hindari merokok.
  5. Hindari terhirup asap obat nyamuk bakar, dan polusi.

 

Ilustrasi oleh SXC

Bagaimanakah orang introvert itu?

Pernah tidak, sih, kalian bertemu dengan seseorang yang cenderung pendiam, berteman dengan beberapa orang saja, dan biasanya tidak banyak berinteraksi dengan banyak orang? Atau bahkan kalian sendiri yang mengalami ciri–ciri tersebut? Nah kalau memang iya, itu tandanya orang itu atau bahkan kamu merupakan sosok introvert tempramen.

Introvert termasuk ke dalam kategori tempramen, tempramen diartikan sebagai jenis–jenis orang. Dan lawan dari introvert itu sendiri adalah extrovert. “Introvert akan membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk masuk ke dunia baru. Dan mereka biasanya lebih pendiam, lebih mengobservasi, lebih hati–hati, dan tidak bisa langsung terlibat dengan dunia yang ada di sekelilingnya. Introvert lebih tidak terlihat sementara extrovert kebalikan introvert,” kata Ibu Maryana, Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Introvert tempramen bisa dipengaruhi oleh keturunan dan lingkungan, tetapi bisa berubah dalam kondisi lingkungan tertentu. Terutama saat dewasa, misalnya karena tuntutan pekerjaan. “Setelah dewasa tuntutan pekerjaan bisa juga menjadikan orang introvert. Pekerjaan yang lebih mengarah ke introvert misalnya akuntan, data analisis, bekerja di laboratorium. Tidak terlalu berhadapan dengan
banyak orang,” ujar psikolog tersebut.

Introvert berbeda dengan tidak percaya diri. Mereka akan merasa percaya diri saat sudah berada di lingkungan yang sesuai dengannya. Dan introvert juga mempunyai keunggulan walaupun terkenal dengan sosok pendiam. Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Batam tersebut mengatakan, orang introvert akan lebih berhati–hati dalam memilih teman, mereka akan memilih teman yang mengenalnya dengan baik. Maka dari sanalah, ia akan curhat dengan orang tersebut. Selain itu introvert lebih mudah untuk introspeksi diri dan lebih pintar dalam menilai dirinya.

Bagi kamu yang mempunyai teman seperti demikian, sebaiknya tidak dikucilkan. Mereka bukan bermaksud memilih teman tetapi dalam beradaptasi membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan extrovert.

Berteman dengan Orang Introvert

1. Jangan dikucilkan
2. Berikan waktu lebih banyak agar mereka lebih mudah untuk beradaptasi
3. Lingkungan bisa mengubahnya sesaat tidak keseluruhan. Jadi jangan kaget jika seseorang akan lebih suka berdiam diri.

 

Ilustrasi oleh Samuel Zeller

Penyakit Diabetes muncul karena kadar gula darah yang tinggi, kemudian dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh, tidak terkecuali organ vital pada mata. Namun, bagaimana bisa terjadi pada mata dan apakah akibatnya?

Salah satu benang merah ketakutan dari penderita diabetes adalah komplikasi. Sebagai salah satu penyakit yang menyerang melalui darah, diabetes berpotensi merusak semua organ tubuh. Dalam sistem tubuh, darah terus mengalirkan oksigen dan nutrisi lalu memasoknya ke seluruh bagian tubuh.

Lalu, bagaimana dengan penderita diabetes yang sejatinya mempunyai gangguan gula darah? Hal inilah yang disebut dengan komplikasi. Seperti yang dikatakan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Ani Yeo, SpPD, berdasarkan data Rumah Sakit Awal Bros Batam, penyakit diabetes termasuk 10 besar penyakit yang paling banyak pengidapnya. Tiap tahun pengidapnya selalu meningkat, karena diabetes adalah penyakit regeneratif.

Kadar gula darah (glukosa) sendiri merupakan sumber energi utama bagi tubuh, namun pada penderita diabetes yang memiliki kadar jauh di atas normal, glukosa inilah yang harus terus dikendalikan. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes ini tidak mampu memproduksi hormon tersebut sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Dokter Ani Yeo, SpPD menyebutkan diabetes dibagi menjadi dua, yakni diabetes tipe 1 dan 2. Untuk diabetes Tipe 1, banyaknya sekitar 10 persen dari para penderita diabetes, umumnya penderita berusia di bawah 15 tahun. “Pankreas mengalami kerusakan da tidak memproduksi insulin. Ditandai dengan napas berat sesudah berolahraga dan kadar gula di atas 400 mg/dl,” jelas dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Sedangkan diabetes Tipe 2, pengidapnya rata-rata dewasa, dan 90 persen dari penderita penyakit diabetes mengidap tipe ini. Tipe 2 terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin).

Penyakit Diabetes dan Kerusakan Mata

Semua orang yang menderita diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 berisiko mengalami komplikasi diabetes pada mata. Itu sebabnya semua orang dengan diabetes harus mendapatkan pemeriksaan mata sedini mungkin untuk mengenali gejala awalnya. Penglihatan kabur, ada bintik-bintik atau bercak bayangan hitam mengambang dalam penglihatan serta gangguan penglihatan lainnya menjadi pertanda komplikasi diabetes sudah menjalar pada mata. Dokter spesialis mata Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Hafizah, SpM mengatakan ada tiga penyakit yang diakibatkan oleh diabetes sendiri, yakni retinopati diabetik, glaukoma, dan katarak. Retinopati sendiri merupakan mata kabur akibat diabetes. Pembuluh darah yang rusak akibat penyempitan saluran darah ke mata atau kurangnya nutrisi yang diterima oleh mata menyebabkan kekurangan penglihatan hingga kebutaan.

“Retinopati ini dapat menyerang penderita diabetes Tipe 1 dan Tipe 2. Selama masih memiliki diabetes dan gula darah yang kurang terkontrol, semakin besar kemungkinan mengembangkan komplikasi mata ini,” jelas dokter spesialis mata tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelebihan gula darah ini secara langsung dapat menyebabkan kerusakan, terutama dengan mempengaruhi lapisan pembuluh darah kecil yang membawa darah ke mata. “Diabetes juga menyebabkan perubahan di belakang mata. Pada tahap ini perubahan akan mempengaruhi penglihatan secara bertahap,” ujarnya. Sama halnya dengan glaukoma yang terjadi karena ada peningkatan tekanan cairan abnormal secara bertahap di dalam mata, karena pengaruh dari diabetes itu sendiri. Seiring waktu, tekanan akan meningkat sehingga merusak saraf optik dan berujung kehilangan penglihatan total alias kebutaan. Kemudian untuk katarak yang merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh keruhannya lensa mata ini, tidak hanya akibat degenerasi lensa, tapi juga menjadi akibat dari komplikasi diabetes.

Hal-Hal yang Diwaspadai dari Penyakit Diabetes

Suatu kasus, cerita dr. Hafizah, SpM mendapati beberapa pasien mengalami sakit tidak tertahan pada bola matanya, datang ke dirinya meminta untuk melepasnya. “Hal inilah yang harus diwaspadai, komplikasi diabetes pada mata sebaiknya harus ditangani secepat mungkin,” kata dr. Hafizah, SpM di hadapan peserta Seminar Awam Komplikasi Diabetes pada Mata di Rumah Sakit Awal Bros Batam. Ia mengingatkan lebih baik menjaga kesehatan dibandingkan mengobati. Karena itu penting sekali menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari segala penyakit. Untuk penatalaksanaan ketiga penyakit mata akibat komplikasi diabetes ini dapat dicegah dengan kurangi makan lalu langsung tidur, berolahraga, jaga makanan, jaga berat badan, minum obat dan kontrol gula darah secara teratur.

Siapa saja yang bisa terkena DM?

1. Usia lebih 45 tahun
2. Usia kurang 45 tahun, terutama dengan kegemukan yang disertai dengan faktor resiko:

Kapan harus periksa ke dokter?

1. Tidak dapat melihat dengan baik dalam cahaya redup
2. Melihat bintik-bintik kebutaan dalam penglihatan
3. Penglihatan ganda
4. Berkurangnya lapangan pandang
5. Rasa sakit kepala atau bagian mata

 

Ilustrasi oleh Patrick Brinksma

Pada dasarnya, memiliki asam urat di tubuh adalah hal yang normal normal. Namun, ketika menjadi penyakit, asam urat tidaklah mudah dideteksi, sehingga untuk mengatasi asam urat tidaklah mudah.

Asam urat adalah penyakit khas di persendian. Di mana, kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Ani Yeo, SpPD mengatakan kadar normal asam urat dalam darah 7,0 sampai 7,2 miligram perdesiliter (mg/dl) bagi laki – laki, dan 5,7 sampai 6,7 mg/dl pada perempuan. Dalam keadaan yang melebihi normal itu, maka terbentuklah kristal monosodium urat yang mengendap di sendi.

“Hal ini yang menyebabkan timbulnya nyeri sendi dan pembengkakan”, ujar dr. Ani. Namun, kebanyakan orang salah kaprah dengan gejala tersebut. Penyakit ini kerap disamakan dengan rematik. Padahal rematik merupakan istilah umum untuk menggambarkan rasa sakit persendian atau otot yang mengalami peradangan. Sedangkan penyakit asam urat hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian.

“Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini belum tentu. Karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout itu,” terang dr. Ani.

Pada gejalanya, rasa nyeri dan pembengkakan yang dirasakan penderita disebabkan terjadinya tusukan kristal–kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. “Dominannya, didukung oleh faktor genetik dan makanan yang dikonsumsi,” terangnya.

Dalam istilah gout yang disebut penyakit para raja, lanjut dr. Ani, karena mudah menyerang bagi orang–orang yang dapat mengkonsumsi makanan dengan bebas. Misalnya, senang mengkonsumsi makanan dengan bebas. Misalnya, senang mengkonsumsi daging merah, hidangan laut, jeroan, bahkan minuman beralkohol yang dominan menjadi gaya hidup para raja dan orang berkedudukan tinggi ataupun kaya. Dan umumnya dilakukan oleh pria, yang juga mendominasi terserang gout.

Di samping itu, memiliki riwayat penyakit lain yang berkolaborasi dengan asam urat sangat berpotensi pada kematian. “Penyakit rawan itu diantaranya bagi mereka yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik,” sebutnya.

Gejala Asam Urat

Dr. Ani memaparkan, seseorang yang menderita gout akan mengalami gejala nyeri yang tak tertahankan hingga mengganggu aktivitas normal. Sering kali penderita penyakit ini kesulitan untuk berjalan akibat rasa sakit yang sangat mengganggu. Dan itu dapat muncul kapan saja, tanpa terduga. Rasa nyeri berkembang dengan cepat dalam tempo yang singkat. Setelah itu, disertai dengan pembengkakan, sensasi panas, serta kemunculan warna kemerahan pada kulit yang melapisi sendi.

“Serangan penyakit asam urat bisa berlangsung dalam kurun 3-10 hari,” jelasnya. Saat gejala merada dan bengkak mengempis, kulit di sekitar sendi yang kena akan tampak bersisik, terkelupas, dan terasa gatal. Meski serangan bisa reda dengan sendirinya, namun kondisi ini tidak boleh diabaikan. Pengobatan harus tetap dilakukan agar mencegah risiko kambuh dengan tingkat keparahan gejala yang meningkat, seperti kerusakan permanen pada sendi. “Untuk penanganannya, hanya berfungsi meringankan gejala dan mencegah serangan terulang kembali. Bukan untuk menyembuhkan,” tegas dr. Ani.

Pemeriksaan untuk Asam Urat

Sebagai diagnosis awal, penyakit ini harus ditangani dokter yang berkompeten di bidangnya. “Harus didiagnosis dokter langsung, tidak bisa hanya dengan pengecekan darah yang biasa dibuka di tempat-tempat umum,” ujarnya.

Pasalnya pemeriksaan atau tes untuk memastikan adanya kristal–kristal natrium urat pada persendian itu harus dilakukan dengan pengambilan darah pada orang yang melaksanakan puasa dalam waktu 10 jam. “Baru hasilnya akurat, tidak bisa instan,” ucap dr. Ani.

Dari hasil tes itu, sang dokter juga perlu melihat riwayat penyakit lain yang diderita pasien. Jika menunjukkan kadar asam urat dalam darah di atas 9 sampai 10 mg/dl namun tidak memiliki riwayat penyakit beresiko, maka penanganannya dapat dibantu dengan obat-obat standar.

“Tapi jika sebaiknya, kadar asam urat berkisar normal tapi pola hidupnya yang tidak sehat hingga menimbulkan riwayat penyakit lainnya,  maka perlu dilakukan terapi, obat anti peradangan , hingga perubahan pola hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam hal ini, disarankan penderita gout untuk melakukan diet rendah purin yang merupakan protein dari golongan nucleoprotein. Karena, peningkatan produksi asam urat berasal dari makanan yang banyak mengandung protein yang akhirnya peningkatan pembentukan purrin pada penyakit tertentu.

HARUS TAHU

1. Kadar purin makanan normal sehari dapat mencapai 600 – 1000 mg, sedangkan diet rendah purin hanya mengandung 120 – 150 mg purin.
2. Batasi konsumsi lemak yang menghambat pengeluaran asam urat seperti, sarden, jeroan, daging merah, dan alkohol.
3. Konsumsi karbohidrat tinggi dan banyak minuman cairan pendorong keluarnya asam urat.

 

ilustrasi oleh whatwolf

Anemia sering tidak disadari penderitanya. Padahal, penyakit ini begitu rentan bagi manusia. Dokter klinik umum RS Awal Bros Batam, dr. Avita Marthacagani mengatakan anemia bersumber dari kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel–sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang cukup. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen. “Sedangkan sel darah merah berfungsi membawa oksigen dari paru – paru ke seluruh tubuh. Jika seseorang memiliki terlalu sedikit sel – sel darah merah dan berbentuk tidak normal, maka sel – sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan hal itu disebut sebagai gejala anemia,” terang dokter Avita.

Pada kondisi di lapangan di lapangan, jarang sekali orang yang mau mengecek kadar Hb-nya di paramedis. Mungkin hal itu akan dilakukan rutin apabila sedang hamil. “Karena kurangnya keinginan untuk mengecek hb itulah yang membuat banyak orang tak sadar jika terkena anemia,” paparnya. Dr. Avita menyebutkan kadar hemoglobin dalam darah manusia berbeda – beda sesuai kategori kelamin dan usia. Pada bayi yang baru lahir kadar hemoglobinnya adalah 17 sampai 22 gram per desiliter (g/dl), pada anak – anak 11 sampai 13 g/dl, pria dewasa 14 sampai 18 g/dl dan wanita dewasa 12 sampai 16 g/dl.

“Jika nilai Hb seseorang kurang dari nilai tersebut, maka seseorang dapat dikatakan mengalami anemia,” tegas Avita. Penyakit ini juga disebut sebagai kelainan darah. Sasaran utamanya wanita, anak – anak dan orang yang menderita penyakit kronis ataupun lansia. Terhadap wanita, anemia sering terjadi saat hamil. Karena, bagi calon ibu yang sedang mengandung sering merasa Lelah dan lesu karena energinya terserap oelh dua orang sekaligus, yaitu ibu dan janin.

Secara umum, 50 persen kejadian anemia karena kurangnya asupan zat besi. Namun, penyebab lainnya juga didukung beberapa faktor yang umum terjadi dalam keseharian. Diantaranya karena menstruasi, melahirkan, operasi, mimisan, ambeien, kurang nutrisi, kurangnya protein hewani, diet ketat, pengonsumsi alcohol, bahkan bisa isebabkan karena donor darah.

Tips Menghindari Anemia

1. Memilih makanan kaya zat besi
2. Mengonsumsi makanan protein hewani
3. Memilih makanan kaya vitamin C
4. Mengonsumsi susu yang tidak berdekatan saat mengonsumsi sumber zat besi
5. Tidak mengonsumsi the dan kopi berlebihan

 

Ilustrasi oleh freepik exclusive vectors

Batu saluran kemih (BSK) atau batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih, mudah dipicu dari beragam faktor kebiasaan sehari-hari. Kurang minum air putih, kuat merokok, bahkan jarang olahraga, termasuk sebagai pemicunya.

Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Mohammad Fariz, SpU mengatakan batu saluran kemih ini adalah penyakit terbanyak di bidang urologi. Dengan risiko seseorang mengalami batu saluran kemih sepanjang hidupnya adalah sekitar 5-10%. Penyakit ini terjadi lebih tinggi pada laki-laki daripada wanita dengan perbandingan 3:1.

Awal mulanya, batu terbentuk di ginjal yang biasa disebut batu ginjal. Dalam kondisi berbeda, batu bisa turun ke saluran ureter hingga saluran kemih. Saluran ureter ini adalah saluran yang menghubungkan saluran ginjal dengan saluran kencing. “Akan parah jika batu berada di uretra (saluran kemih akhir) pasien. Akibatnya akan sulit sekali buang air kecil,” kata dokter spesialis urologi tersebut.

Keluhan utama adalah sakit pinggang, makannya jangan anggap remeh hal ini. Kebanyakan individu tidak ada yang menyadari, saat batu saluran kemih terbentuk di dalam ginjal, keluhan sakit pinggang yang diabaikan adalah satu gejala yang mesti diwaspadai. “Pasien akan merasakan sakit, saat batunya sudah berada disaluran uretra tersebut. Proses turunnya batu ini akan bisa mengakibatkan sakit pinggang hingga kencing berdarah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kalau sudah medical check up, pasiennya baru sadar batu terbentuk di ginjal. Mengenai pencegahan, dari sisi makanan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, kecuali asam urat tinggi. “Biasanya yang dikurangi adalah kacang-kacangan. Karena asam urat tinggi bisa menimbulkan batu ginjal,” ujar dokter Fariz.

Lebih lanjut, dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan, pencegahan bisa dilakukan dengan minum air minimal 1,5 liter tiap harinya dan perbanyak gerak atau berolahraga. “Kalau pekerjaan banyak duduk di depan computer dan kurang minum jelas ini membentuk batu ginjal tersebut,” ungkapnya.

Begitu juga dengan mengkonsumsi jeruk nipis atau lemon untuk pencegahannya. “Biasanya dengan membuat infused water,” sebutnya. Penanganan batu ginjal dan abut kemih, sambung dokter Fariz, disesuaikan dengan ukuran batu dan letaknya. Saluran ureter manusia berdiameter maksimal 6-7 milimeter. Jadi, jika ukurannya lebih kecil bisa dibantu dengan konsumsi obat-obatan seperti antinyeri, antiradang dan obat golongan alphablocker agar mempermudah keluarnya batu.

Untuk batu dengan ukuran dua centimeter ke bawah, bisa dilakukan teknik Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) dengan menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh tanpa operasi. “Alat ini ada di Rumah Sakit Awal Bros Batam,” ucap dokter spesialis urologi tersebut

Prosesnya, pasien tinggal berbaring, ESWL ini sudah dilengkapi dengan X-Ray yang bisa memantau keberadaan batu, lalu dilanjutkan dengan targeting. “Rasanya seperti disentil, tidak dibius hanya pemberian obat antinyeri. Kurang lebih 45 menit sampai 1 jam, batu sudah pecah,” ungkap dokter berusia 36 tahun tersebut.

Setelah pecah, pasien bisa langsung pulang, namun tetap kontrol disertai obat untuk mengeluarkan pecahan batu lewat saluran kemih. Tentu saja harus tetap dibarengi dengan perbanyak minum dan banyak olahraga. “Rata-rata pasien sudah tidak merasakan batu tersebut keluar karena batu tersebar pecah menyerupai ukuran pasir,” jelas dokter Fariz. Kalau batu sudah berukuran di atas dua centimeter, bisa dilaksanakan Percutaneous Nephrolitotripsy (PCNL). PCNL ini salah satu prosedur untuk memindahkan batu dari ginjal dengan luka kecil hingga maksimum satu sentimeter melalui kulit. “Berbeda lagi kalau ukuran batu besar, terpaksa harus dilakukan operasi terbuka. Ini jika kasusnya batu berada di dalam ginjal,” tegasnya.

Berbeda jika batu berada di saluran ureter dengan ukuran dua sentimeter ke atas, bisa dilaksanakan Ureterorenoscopy (URS). Ureterorenoscopy menggunakan alat endoskopi semirigid atau fleksibel berukuran kurang dari 30 milimeter. “Yang dimasukkan melalui saluran kemih ke dalam saluran ginjal (ureter). Kemudian batu dipecahkan dengan gelombang udara,” pungkasnya.

Faktor Risiko Batu Saluran Kemih

  1. Riwayat keluarga dengan batu saluran kemih
  2. Penyakit asam urat
  3. Riwayat hipertensi
  4. Riwayat hiperpaaratiroid
  5. Kelainan anatomi saluran kemih
  6. Bekerja di tempat panas, banyak duduk
  7. Kurang minum

Gejala dan Tanda Batu Saluran Kemih

  1. Nyeri saat buang air kecil
  2. Sulit buang air kecil
  3. Buang air kecil berdarah
  4. Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan demam

Pencegahan Batu Saluran Kemih

  1. Minum yang cukup
  2. Pengaturan diet untuk pasien asam urat
  3. Meningkatkan konsumsi buah–buahan yang banyak mengandung sitrat (jeruk nipis atau lemon)

 

 

Diterbitkan oleh: BATAM POS | HEALTHY LIVING | HAL. 4 | 29 APRIL 2018

Sahur sangat penting agar puasa bisa berjalan baik dan tetap sehat sehingga tidak akan mempengaruhi rutinitas selama puasa. Walaupun harus puasa selama satu tahun penuh, bukan berarti kamu bermalas-malasan dan tidak melakukan aktivitas apapun. Kamu akan tetap bugar dan bersemangat jika saat sahur dan berbuka puasa mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, serta dalam takaran yang benar.

Jika hari biasanya kamu makan tiga kali sehari, selama Ramadan pastinya hanya dua kali sehari, yakni sahur dan berbuka puasa. Lantas, seberapa banyakkah makanan yang harus dikonsumsi saat sahur dan berbuka?

Menurut dr. Brian Gantoro, SpGK, dokter spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Awal Bros Batam, sebaiknya sahur mengonsumsi makanan sama seperti saat sarapan di hari-hari biasa. “Jumlah sahur sebaiknya disesuaikan dengan jumlah sarapan,” kata dokter spesialis tersebut.

Dokter Brian juga menyarankan agar saat sahur menghindari makanan yang terlalu banyak. Satu lagi, sangat disarankan untuk menghindari minum kopi di saat sahur. Alasannya, kopi mengandung diuretik yakni zat pendorong produksi seni, sehingga proses pengeluaran cairan dalam tubuh akan lebih cepat. Dengan begitu, jumlah cairan tubuh yang dikeluarkan pun lebih banyak. Tentu saja ini kurang baik saat berpuasa karena tubuh bisa kekurangan cairan.

“Hindari pula mengonsumsi obat-obat yang dapat mengeluarkan cairan lebih banyak saat sahur,” tambah dokter Brian. Dokter spesialis gizi klinis tersebut juga menyarankan, selain mengonsumsi air putih dan minuman yang biasa di minum saat sarapan, baiknya tambahkan satu gelas jus atau minuman yang terdapat elektrolitnya sehingga mineral dalam tubuh tetap terjaga. Dia juga manganjurkan, setelah imsak beristirahat sebelum melakukan kegiatan rutin harian.

Sedangkan saat buka puasa, Anda dianjurkan untuk konsumsi makanan yang memiliki kandungan air tinggi dan manis terlebih dahulu. Manfaatnya, agar menaikkan kadar gula dan cairan di dalam tubuh. Anda pun tidak dianjurkan untuk langsung menyantap makanan utama karena akan memberikan efek lebih terasa cepat lapar. Selain itu, tidak dianjurkan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak karena akan membuat lambung terasa sakit.

“Bagi yang mempunyai sakit berat seperti gangguan ginjal dan diabetes yang perlu suntik insulin sebaiknya tidak perlu puasa. Obat penurun gula darah juga jangan dikonsumsi saat sahur,” ungkap dokter Brian. Jika kamu dalam keadaan kurang fit, saat sahur bisa menambahkan konsumsi vitamin B atau C. Namun, jika kamu dalam keadaan fit, vitamin B dan C tidak terlalu dikonsumsi karena vitamin tersebut sangat mudah larut dalam air.

 

TIPS JAGA NUTRISI SAAT PUASA

  1. Hindari konsumsi kopi, obat penurunan gula darah, dan obat yang dapat mengeluarkan cairan dalam tubuh lebih cepat saat sahur.
  2. Jangan berlebihan makan saat sahur dan buka puasa. Porsi sahur sama banyaknya dengan sarapan di hari biasa.
  3. Tambahkan satu gelas minuman jus atau minuman yang mengandung elektrolit.
  4. Perlunya istirahat siang saat berpuasa dan kurangi aktivitas yang melelahkan.
  5. Tetap bisa melakukan aktivitas olahraga ½ – 1 jam sebelum berbuka puasa.
  6. Utamakan konsumsi cairan dan karbohidrat ringan yang memiliki rasa manis saat buka puasa.
  7. Setelah selesai sholat, kamu bisa mengonsumsi makanan utama namun jangan terlalu banyak.

 

Gambar oleh: Lily Banse

Kemarin 25 April adalah Hari Malaria Sedunia. Kepulauan Riau termasuk daerah endemis Malaria meski jumlah kasusnya tidak tinggi. Oleh sebab itu, penting untuk memahami cara penularan dan pencegahannya.

Selain demam berdarah, malaria juga penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk, namun jenis nyamuknya berbeda. Penyakit ini ditularkan nyamuk Anopheles, sedangkan demam berdarah disebabkan gigitan nyamuk Aides Aegypti, . Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan parasit yang ditransfer oleh nyamuk yang terinfeksi. Parasit tersebut merupakan plasmodium. Orang yang telah terinfeksi akan mengalami gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, badan lemas, dan sakit otot. Biasanya gejala akan timbul 10 sampai 15 hari setelah digigit nyamuk.

Penularan penyakit malaria

“Penyakit infeksi masuknya bisa karena kuman jamur yang menimbulkan reaksi tubuh. Penyebabnya dari parasit (plasmodium). Cara penularannya dari gigitan nyamuk Anopheles betina,” kata dokter Anna Maria dari Rumah Sakit Awal Bros Batam. Jika seseorang merasa demam selama dua hari, maka disebut malaria tertiana disebabkan plasmodium vivax dan plasmodium ovale. Jika mengalami demam setiap hari, disebut menderita malaria kuartana yang disebabkan plasmodium. Paling berat adalah malaria tropika, dengan gejala demam tidak beraturan, dan disebabkan oleh falciparum. Penyakit ini bisa membuat seseorang meninggal dunia, sebab infeksi terjadi sampai ke otak hingga mengalami kejang–kejang dan tidak sadarkan diri.

Plasmodium terdapat di dalam air liur nyamuk, kemudian masuk ke dalam darah manusia saat nyamuk menggigit. Selanjutnya plasmodium dari dalam darah akan mengalir ke hati dan berubah menjadi plasmodium dewasa atau merozoite. Merozoite akan berkembang biak, lalu kembali masuk ke dalam darah.

“Jika kadernya banyak dapat membahayakan manusia dan membuat komplikasi ke organ tubuh,” kata dokter Anna. Seseorang yang didiagnosa penyakit ini akan diketahui melalui pemeriksaan darah. Dapat dilihat dari mikroskop, apakah terdapat plasmodium atau tidak. Bisa juga melalui pemeriksaan immunochromatographic test (ICT) malaria.

“Kalau ada keluhan demam, kemudian setelah dua hari membaik, sebaiknya periksa ke dokter. Apalagi habis dari berpergian ke daerah endemis. Batam, Kepualauan Riau (Kepri) juga termasuk daerah endemis,” kata dokter Rumah Sakit Awal Bros tersebut. Penyembuhannya tergantung dari pemeriksaan dari mikroskop atau ICT malaria. Dari hasil pemeriksaan tersebut barulah dokter menentukan terapi obat yang akan diberikan. “Pencegahannya, untuk di rumah harus dijaga kebersihannya. Jangan ada air yang tergenang. Kalau ada kolam renang, ganti airnya,” kata dokter Anna.

 

Diterbitkan oleh KORAN SINDO | HEALTH | HAL. 16 | 26 APRIL 2018
Ilustrasi gambar oleh Prakasit Khuansuwan

Hari lupus sedunia yang baru saja diperingati tiga hari lalu, tepatnya 10 Mei, menjadi peringatan tentang bahayanya lupus yang termasuk salah satu penyakit mengancam jiwa penderitanya.

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Arif Koswandi, SpPD – KGEH menjelaskan lupus atau penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem imun atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing dengan sel jaringan tubuh sendiri.

“Kondisi ini membuat sisitem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan dan organ tubuh yang sehat, seperti jantung, ginjal, paru–paru, kulit, dan otak,” ujar dokter Arif. Dalam teorinya, lupus termasuk penyakit kategori langka dengan angka kejadian 3-20 orang per 100.000 penduduk. Namun, penyakit ini memungkinkan siapapun bisa terkena penyakit ini. Mayoritas penderitanya adalah perempuan dengan perbandingan 9:1 dengan laki-laki.

“Penyakit ini dapat mengenai segala umur, terutama di usia golongan produktif 15 – 45 tahun,” sebut dokter Arif. Penyakit yang tidak bisa menular namun mengancam jiwa ini, dikatakan dokter spesialis penyakit dalam tersebut belum diketahui pasti penyebabnya. Beberapa menduga penyakit ini disebabkan faktor genetik yang dipicu oleh infeksi, stress, pajanan matahari, dan obat-obatan.

Dari jenisnya, lupus terbagi tiga tipe yang dilihat dari cara terjangkitnya dan penularannya.  Tiga jenis tersebut adalah lupus Eritematosus Sistemik (SLE), Cutaneus Lupus Erythematosus (CLE), dan lupus karena obat–obatan. “Jenis yang paling sering adalah SLE dengan angka 70 persen kasus di dunia, yang juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah,” ucap dokter Arif.

Mengapa disebut penyakit seribu wajah? Hal ini disebabkan SLE memiliki gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam dan mirip dengan penyakit lainnya. Sehingga seringkali menimbulkan kekeliruan dalam upaya menganalisa.

Dokter lulusan Kedokteran Universitas Padjajaran itu menambahkan, SLE memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit dideteksi. Tingat keparahannya pun beragam, mulai dari ringan hingga yang mengancam jiwa. “Gejala SLE dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Pasien SLE dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau bersifat sementara sebelum akhirnya kambuh lagi,” paparnya. Misalnya terjadi kemerahan pada kulit tangan, hidung dan pipi yang dikira menderita penyakit kulit, padahal hal tersebut adalah salah satu gejala lupus. Atau ketika seseorang merasakan lelah dan demam berkepanjangan, rambut rontok, persendian bengkak dan sariawan, tanda-tanda tersebut juga menunjukkan terkena lupus.

Gejala lupus

Ada 12 gejala yang umum terjadi pada penderita positif lupus. Jika minimal empat gejala terpenuhi, maka seseorang tersebut sudah dapat dipastikan terkena lupus,” ujar dokter Arif. Dua belas gejala tersebut yakni, sensitif terhadap sinar matahari berupa perubahan warna kulit ataupun bentuk kemerahan (rash). Gejala lain adalah timbul bercak kemerahan di kedua pipi dan hidung seperti gambaran kupu–kupu (butterfly rash), ruam kemerahan di kuit terutama lengan (discoid lupus), sariawan yang tidak kunjung sembuh dan tidak biasa tempatnya terutama di atap rongga mulut dan tenggorokan, nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai serta menyerang lebih dari dua sendi (artritis).

Selanjutnya, terjadi nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik nafas panjang karena peradangan di paru–paru dan jantung, kejang atau kelainan saraf, kelainan hasil pemeriksaan laboratorium yaitu kurang darah (anemia) atau jumlah sel darah putih rendah, jumlah sel pembekuan darah (trombosit) rendah, kelainan pemeriksaan ginjal, antibodi ANA, dan kelainan pemeriksaan imunologik dengan Ds DNA Positif.

Untuk pengobatan, dokter Arif mengaku hingga saat ini orang dengan lupus (odapus) belum dapat disembuhkan total. Odapus dapat mengalami remisi yang artinya tanpa gejala dengan tanpa obat, dan sewaktu–waktu bisa kambuh kembali.

“Tujuan pengobatan hanya untuk mendapatkan remisi panjang (remisi komplit), mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dan memperpanjang harapan hidup. Dengan berkembangnya teknologi pengobatan SLE, sebagian penderita SLE dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal,” papar dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Pengobatan itu dibantu dengan obat–obatan (medikamentosa) maupun nonobat (lifestyle). Dalam penerapan gaya hidup ini, odapus harus memperhatikan aspek keamanan untuk mempertahankan kualitas hidup, agar dapat hidup normal dan melakukan aktivitas sehari–hari tanpa hambatan.

 

Diterbitkan oleh Batam Pos, Healthy Living, Minggu 13 Mei 2018, Hal. 19
Ilustrasi gambar oleh Kirsty