Susah BAB (buang air besar) kerap dialami orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kurang minum dan makanan berserat jadi penyebabnya. Waspada jika tiga hari tidak bisa ke belakang. Menurut dokter umum Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Maria Bintang Panggabean, seseorang disebut mengalami konstipasi jika tidak BAB lebih dari tiga hari. Banyak yang mengira BAB keras saat puasa itu konstipasi. Namun hal itu terjadi akibat kekurangan cairan. “Di waktu puasa kita tak konsumsi cairan mulai pukul 05.00 hingga pukul 18.00. Lebih kurang 14 jam,” kata dokter tersebut.

Mencegah Susah BAB Saat Puasa

Untuk mensiasatinya dengan minum air putih saat sahur, berbuka, dan menjelang tidur. Dalam sehari tersebut, dianjurkan konsumsi tiga liter air putih. “Saat bangun tidur sahur 500 ml, sahur 500 ml, buka puasa 500 ml, setelah buka puasa 500 ml, dan menjelang tidur usahakan 1 liter,” terangnya. Saat puasa, kebanyakan orang minum sedikit air. Bahkan ketika berbuka, minuman manis yang dipilih. Air putih dilupakan. Kekurangan konsumsi buah dan sayur juga menyebabkan BAB keras atau konstipasi.

Dokter Maria menganggap normal seseorang yang BAB dua hari sekali. Namun yang dikahwatirkan adalah, bila kondisi tersebut terjadi hingga tujuh hari. Jika demikian, dr. Maria menyarankan untuks segera memeriksakan ke dokter, karena ditakutkan ada penyakit lain selain konstipasi, misalnya gangguan usus bukan karena dehidrasi.

Mengatasi Susah BAB

Bila mengalami sembelit, jangan dipaksa mengejan. Karena mengakibatkan keluar penyakit lain, seperti ambeien. Jika tak merasa mulas, lebih baik jangan dipaksa,” katanya. Obat pencahar tanpa resep dokter juga tidak disarankan, karena tidak baik untuk usus. Mengonsumsi  pencahar, secara berlebihan dapat mengganggu usus. Akibatnya bisa diare sehingga kondisi dehidrasi akan semakin parah. Kurang beraktivitas juga menyebabkan konstipasi. Karena usus lebih lambat bekerja dan membuat pembentukan veses lebih lama. “Saat puasa kita malas beregrak. Jadi olahraga yang tidak menguras tenaga, bisa jalan kaki 10 sampai 15 menit. Lebih mempengaruhi kerja usus lebih bagus,” ucapnya.

Menurut dr. Maria, makanan yang bisa menyebabkan kosntipasi hampir tidak ada, namun saat puasa, konsimsi sayur dan buah harus seimbang, minuman kopi seharusnya dihindari. “Kopi berpengaruh ke cairan. Kalalu kita minum kopi, sahur harus anyak konsumsi air. Karena kopi menyerap air. Lebih baik tidak usah minum kopi,” katanya. Buah yang disarankan adalah, semangka atau melon karena mengandung banyak air. “Sayuran hijau rata -rata mengandung banyak mineral tinggi,” jelasnya.

Bagi yang hamil, sembelit kebanyakan terjadi karena saluran reproduksi menekan saluran pencernaan atau usus. “Kebanyakan ibu hamil ketika BAB takut mengejan,” kata dokter Rumah Sakit Awal Bros Batam tersebut.

 

Ilustrasi oleh freepik exclusive vectors

Pilek dan flu (penyakit influenza) merupakan gangguan kesehatan yang membuat tubuh tidak merasa nyaman. Selain mengakibatkan bersin–bersin, kepala pusing, demam, meriang, hidung seperti tersumbat dan yang paling mengganggu adalah cairan lendir yang keluar dari dalam hidung membuat kita susah bernafas. Serangan pilek dan flu ini biasanya datang pada saat pergantian musim atau cuaca. Pilek adalah gejala yang timbul karena influenza atau yang biasa lebih dikenal dengan nama Flu dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari family orthomyxoviridae. Pilek bukan hanya menyerang manusia tapi juga binatang.

Menurut dr. Aditya Wicaksono, SpTHT-KL dokter spesialis THT Rumah Sakit Awal Bros Batam menjelaskan, hidup sehat pada dasarnya adalah cara yang tepat untuk menghindari sakit. Penyakit influenza bisa dialami siapa saja, virus ini bisa saja menyerang seseorang yang tadinya dalam kondisi sehat. Namun karena daya tahan tubuhnya dalam kondisi yang tidak baik, inilah yang menyebabkan seseorang bisa saja terserang flu.

Penyebab Penyakit Influenza

Dokter spesialis THT ini menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit influenza ini. Pertama adalah dengan membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan benar. Banyak orang tidak mencuci tangan mereka dengan benar. Cuci tangan sebanyaknya sepuluh kali sehari adalah salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah datangnya virus penyebab flu. Namun masih banyak orang yang tidak segera mencuci tangannya kurang dari 15 detik, padahal para ahli menganjurkan untuk mencuci tangan setidaknya 20 detik atau lebih. “Yang benar adalah dengan menggosok seluruh permukaan tangan antara jari dan pastikan tangan benar benar kering setelahnya.

Matikan keran dan lampu kamar mandi serta membuka pintu dengan tisu untuk menjaga tangan tetap bersih. Trik ini perlu dipraktekkan,” jelas dokter Aditya. Penyebab kedua yang mungkin bisa terjadi adalah olahraga yang terlalu sering. Kebiasaan berolahraga
dalam jumlah yang berlebihan justru akan melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. Pusat latihan kebugaran merupakan tempat yang banyak mengandung kuman mulai dari treadmill dan alat–alat fitness yang penuh keringat, bangku, ruang ganti dan mungkin saja di tas yang anda bawa pulang sudah ada kuman yang menempel.

Namun ini tidak berari harus berhenti berolahraga. Untuk menjaga diri dari serangan virus, lap terlebih dahulu mesin dan alat–alat fitness yang ingin anda gunakan, jangan lupa untuk cuci tangan,” jelasnya lagi.  Hal selanjutnya yang perlu dihindari adalah merokok. Merokok dapat melemahkan fungsi bulu–bulu halus dalam hidung untuk menyaring udara ke paru–paru sehingga kuman akan terperangkap dan masuk ke paru–paru. “Perokok kronis selalu jauh lebih rentan terhadap infeksi pernafasan. Mereka telah merusak paru–paru, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit,” kata dokter spesialis THT tersebut.

Cegah Penyakit Influenza

Penggunaan masker wajah yang salah adalah pemicu terserangnya virus Influenza. Sejak September 2012 lalu masker wajah tidak dianjurkan lagi untuk digunakan di dalam rumah dan lingkungan pekerjaan. Namun masih banyak yang menggunakannya terutama jika mereka berada dalam kondisi flu berat atau karena sehari hari berhadapan dengan orang sakit. Masker adalah sarang virus. Pastikan memakai dan membuangnya dengan benar. Jangan sampai menyentuh bagian depan yang paling mungkin terkontaminasi virus. Setelah itu, pastikan anda selalu cuci tangan dengan benar hingga bersih.

 

Ilustrasi oleh Evening Tao

Pada dasarnya, memiliki asam urat di tubuh adalah hal yang normal normal. Namun, ketika menjadi penyakit, asam urat tidaklah mudah dideteksi, sehingga untuk mengatasi asam urat tidaklah mudah.

Asam urat adalah penyakit khas di persendian. Di mana, kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Ani Yeo, SpPD mengatakan kadar normal asam urat dalam darah 7,0 sampai 7,2 miligram perdesiliter (mg/dl) bagi laki – laki, dan 5,7 sampai 6,7 mg/dl pada perempuan. Dalam keadaan yang melebihi normal itu, maka terbentuklah kristal monosodium urat yang mengendap di sendi.

“Hal ini yang menyebabkan timbulnya nyeri sendi dan pembengkakan”, ujar dr. Ani. Namun, kebanyakan orang salah kaprah dengan gejala tersebut. Penyakit ini kerap disamakan dengan rematik. Padahal rematik merupakan istilah umum untuk menggambarkan rasa sakit persendian atau otot yang mengalami peradangan. Sedangkan penyakit asam urat hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian.

“Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini belum tentu. Karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout itu,” terang dr. Ani.

Pada gejalanya, rasa nyeri dan pembengkakan yang dirasakan penderita disebabkan terjadinya tusukan kristal–kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. “Dominannya, didukung oleh faktor genetik dan makanan yang dikonsumsi,” terangnya.

Dalam istilah gout yang disebut penyakit para raja, lanjut dr. Ani, karena mudah menyerang bagi orang–orang yang dapat mengkonsumsi makanan dengan bebas. Misalnya, senang mengkonsumsi makanan dengan bebas. Misalnya, senang mengkonsumsi daging merah, hidangan laut, jeroan, bahkan minuman beralkohol yang dominan menjadi gaya hidup para raja dan orang berkedudukan tinggi ataupun kaya. Dan umumnya dilakukan oleh pria, yang juga mendominasi terserang gout.

Di samping itu, memiliki riwayat penyakit lain yang berkolaborasi dengan asam urat sangat berpotensi pada kematian. “Penyakit rawan itu diantaranya bagi mereka yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik,” sebutnya.

Gejala Asam Urat

Dr. Ani memaparkan, seseorang yang menderita gout akan mengalami gejala nyeri yang tak tertahankan hingga mengganggu aktivitas normal. Sering kali penderita penyakit ini kesulitan untuk berjalan akibat rasa sakit yang sangat mengganggu. Dan itu dapat muncul kapan saja, tanpa terduga. Rasa nyeri berkembang dengan cepat dalam tempo yang singkat. Setelah itu, disertai dengan pembengkakan, sensasi panas, serta kemunculan warna kemerahan pada kulit yang melapisi sendi.

“Serangan penyakit asam urat bisa berlangsung dalam kurun 3-10 hari,” jelasnya. Saat gejala merada dan bengkak mengempis, kulit di sekitar sendi yang kena akan tampak bersisik, terkelupas, dan terasa gatal. Meski serangan bisa reda dengan sendirinya, namun kondisi ini tidak boleh diabaikan. Pengobatan harus tetap dilakukan agar mencegah risiko kambuh dengan tingkat keparahan gejala yang meningkat, seperti kerusakan permanen pada sendi. “Untuk penanganannya, hanya berfungsi meringankan gejala dan mencegah serangan terulang kembali. Bukan untuk menyembuhkan,” tegas dr. Ani.

Pemeriksaan untuk Asam Urat

Sebagai diagnosis awal, penyakit ini harus ditangani dokter yang berkompeten di bidangnya. “Harus didiagnosis dokter langsung, tidak bisa hanya dengan pengecekan darah yang biasa dibuka di tempat-tempat umum,” ujarnya.

Pasalnya pemeriksaan atau tes untuk memastikan adanya kristal–kristal natrium urat pada persendian itu harus dilakukan dengan pengambilan darah pada orang yang melaksanakan puasa dalam waktu 10 jam. “Baru hasilnya akurat, tidak bisa instan,” ucap dr. Ani.

Dari hasil tes itu, sang dokter juga perlu melihat riwayat penyakit lain yang diderita pasien. Jika menunjukkan kadar asam urat dalam darah di atas 9 sampai 10 mg/dl namun tidak memiliki riwayat penyakit beresiko, maka penanganannya dapat dibantu dengan obat-obat standar.

“Tapi jika sebaiknya, kadar asam urat berkisar normal tapi pola hidupnya yang tidak sehat hingga menimbulkan riwayat penyakit lainnya,  maka perlu dilakukan terapi, obat anti peradangan , hingga perubahan pola hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam hal ini, disarankan penderita gout untuk melakukan diet rendah purin yang merupakan protein dari golongan nucleoprotein. Karena, peningkatan produksi asam urat berasal dari makanan yang banyak mengandung protein yang akhirnya peningkatan pembentukan purrin pada penyakit tertentu.

HARUS TAHU

1. Kadar purin makanan normal sehari dapat mencapai 600 – 1000 mg, sedangkan diet rendah purin hanya mengandung 120 – 150 mg purin.
2. Batasi konsumsi lemak yang menghambat pengeluaran asam urat seperti, sarden, jeroan, daging merah, dan alkohol.
3. Konsumsi karbohidrat tinggi dan banyak minuman cairan pendorong keluarnya asam urat.

 

ilustrasi oleh whatwolf

Kata-kata “hati-hati obesitas,” sering terdengar saat Idul Fitri sebab hari tersebut memperingati hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh. Makan sajian nikmat pada hari lebaran, seperti ketupat, rendang, opor, kue kering dan masih banyak lagi adalah hal yang normal. Namun jangan terbuai dengan menu nikmat lebaran ini terlebih lagi apabila pola makan tidak diatur dan dikontrol karena tanpa diduga, berat badan akan bertambah tanpa disadari, dengan kata lain kita bisa menjadi obesitas atau kelebihan berat badan.

Apa itu Obesitas?

Obesitas akhir-akhir ini semakin sering terdengar. Betapa tidak, jika dilihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 jumlah orang gemuk di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan data mencatat bahwa Indonesia berada pada peringkat 10 negara kelebihan berat badan atau obesitas terbanyak.

Kondisi ini merupakan kondisi berlebihnya lemak tubuh sehingga terjadi kelebihan berat badan. Begitu tingginya angka penderita dan banyaknya komplikasi kesehatan yang ditimbulkan, membuat obesitas masuk ke dalam kategori penyakit.

 

Bahaya Obesitas

Kelebihan berat badan sebaiknya dihindari karena bisa membahayakan tubuh. Selain mengarah kepada penampilan, seseorang yang menderita kelebihan berat badan memiliki risiko mudah terkena penyakit lainnya seperti diabetes tipe 2, darah tinggi, kolesterol, asam urat, osteoatritis atau peradangan sendi. Kondisi ini juga bisa memicu terjadinya serangan jantung dan gangguan pernafasan. Tidak hanya itu obesitas bisa megakibatkan serangan stroke, gangguan kesuburan, hingga depresi.

 

Penyebab Obesitas

Pola makan yang tidak benar merupakan penyebab terjadinya obesitas. Apalagi di masa saat ini begitu banyak makanan yang mengandung tinggi lemak dan garam. Begitu pula makanan yang manis-manis dan berkarbohidrat tinggi. Ketika asupan kalori yang kita makan jauh lebih besar daripada yang keluar di situlah berpotensi terjadi obesitas.

Berdasarkan hasil riset kesehatan, Indonesia memang mengalami peningkatan prevalensi kelebihan berat badan hingga hampir 30 persen, tidak jauh berbeda dengan angka prevalansi dunia. Riau merupakan salah satu provinsi dengan angka penderita obesitas yang tinggi.

 

Deteksi Obesitas

Untuk mengetahui seseorang menderita obesitas atau tidak sebaiknya dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Pengukuran komposisi tubuh dapat dilakukan dengan menggunakan timbangan komposisi tubuh. Alat ini bekerja untuk menghitung kadar lemak tubuh, kandungan otot, tulang, kadar air hingga usia sel metabolik.

Namun ketika timbangan komposisi tubuh tidak ada, cara yang mendekati adalah melalui perhitungan indeks massa tubuh (IMT), di mana berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat  tinggi badan dalam satuan meter. Hasil penghitungan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kelompok. Jika indeksnya  di bawah 18,5 , artinya berat badan kurang , 18,5-22,9 berat badan ideal, 23-24,9 berat badan lebih (overweight), 25-29,9 obesitas derajat 1, di atas 30 masuk dalam kategori obesitas derajat 2. Misalnya berat badan 70 kg, lalu tinggi badan 170 cm (1,70 meter). Maka indeks massa badan adalah 70/(1,7×1,7) = 24,22. Dari angka tersebut, masuk ke kategori berat badan berlebih (overweight).

Pengaturan pola makan yang sehat diperlukan bagi penderita obesitas. Sangat disarankan agar seseorang tidak sembarangan melakukan diet karena salah justru bisa mendatangkan kerugian bagi tubuh. Tidak jarang seseorang karena mau mengurangi berat badan dia melakukan diet yang salah. Contohnya tidak makan di saat jam makan (skipping meal), tidak mengonsumsi jenis makanan tertentu padahal asupan itu diperlukan oleh tubuhnya sehingga malah menimbulkan masalah baru.

Pemeriksaan obesitas tidak selalu baru dilakukan ketika seseorang menderita penyakit karena obesitas. Ibarat pepatah yang mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati maka pemeriksaan kesehatan bisa saja dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami obesitas atau tidak dan melakukan terapi sebelum penyakit lain bermunculan.

 

Penanganan Obesitas

Untuk penanganan penderita, biasanya dilakukan treatment dan edukasi dalam penyusunan pola makanan dan asupan kalorinya. Tetapi dalam kondisi tertentu ada juga pasien yang diberikan obat. Dalam hal treatment memang semuanya akhirnya berpulang dari pasien apakah mau memenuhi penyusunan pola makan yang diberikan atau tidak. Biasanya pasien menuruti anjuran dari dokter.

Ada kalanya diet yang salah mengakibatkan terjadi apa yang dinamakan sebagai sindrom yoyo, ibarat bermain yoyo yang naik dan turun. Seseorang yang memutuskan diet ketat dengan cara mengurangi asupan makanan secara drastis bisa saja  tidak lama kemudian justru berat badannya naik lagi dan akan sulit menurunkannya.

Untuk menghindari obesitas, disarankan untuk tidak berlebihan mengkonsumsi makanan yang manis-manis, makanan berminyak terutama lemak jenuh, sebaliknya tingkatkan asupan makanan kaya serat seperti dari buah, sayur, kacang-kacangan, serta gandum utuh. Jika merasa harus diet, datanglah ke dokter agar dapat konsultasi untuk mengetahui komposisi tubuh, berapa  yang akan dikurangi secara bertahap dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung diet tersebut.

 

Narasumber:
dr. Imelda Goretti, M.Gizi, SpGK
Dokter Spesialis Gizi Klinik

Ilustrasi oleh yanalya

Hanya dalam hitungan beberapa hari lagi bulan Ramadhan akan segera berlalu. Hari Raya Idul Fitri atau lebaran pun sebentar lagi akan datang. Sudah menjadi tradisi sekaligus budaya bagi masyarakat di Indonesia untuk pulang ke kampung halaman (Mudik) saat menjelang Hari Raya Lebaran Idul Fitri.

Melalui tradisi mudik ini, masyarakat seperti bernostalgia dengan kenangan-kenangan semasa di kampung halaman sekaligus dijadikan ajang untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara di kampung.

Biasanya pemudik banyak yang memilih untuk mudik dengan moda transportasi darat, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan umum. Tak sedikit juga dari para pemudik yang bakal menempuh jarak perjalanan dengan waktu yang lumayan lama, antara belasan hingga puluhan jam. Tentu saja dalam hal ini, pemudik harus mempersiapkan diri secara baik sebelum melakukan keberangkatan. Salah satu hal yang mesti dilakukan adalah menjaga kondisi badan tetap sehat dan fit hingga sampai di kampung halaman.

Untuk itu, Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, dr. Hendra Asputra, SpPD akan memberikan tips menjaga kesehatan saat mudik. Beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh para pemudik agar kondisi kesehatannya tetap terjaga dan prima.

Tips sehat selama mudik:

  1. Sahur dengan porsi makanan dan minuman yang seimbang. Pemudik harus lebih ekstra dalam menjaga asupan makanannya. Semuanya harus tercukupi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin, semua harus seimbang.
  2. Pentingnya minum air putih yang banyak 2 hingga 3 liter sehari dan juga mengonsumsi buah-buahan sebagai asupan energi dan guna mencukupi kebutuhan vitamin dalam tubuh.
  3. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Selain kita bisa mengatur sendiri seperti apa asupan makanan yang dibutuhkan, kita juga akan terhindar dari potensi makanan atau minuman yang dijual di tempat makan yang kita temukan di jalan di mana belum tentu terjamin kebersihan.
  4. Usahakan untuk istirahat setiap 4 jam sekali untuk kembali membuat tubuh fresh kembali.
  5. Melakukan olah raga kecil yang bertujuan untuk melenturkan kembali otot-otot atau saraf yang tegang lantaran berlama-lama berkendara di jalanan.
  6. Pemudik juga dapat mengonsumsi tambahan multivitamin tertentu jika diperlukan untuk menambah imunitas tubuh. Namun usahakan tetap mengonsumsi asupan vitamin alami, misalnya dari buah-buahan dan sayuran.
  7. Pemudik harus mengetahui di mana lokasi untuk mendapatkan fasilitas kesehatan terdekat, seperti klinik, rumah sakit, puskesmas, dan lain-lain. Jangan lupa membawa resep atau contoh obat dari dokter untuk berjaga-jaga kalau penyakitnya kambuh atau obatnya habis.
  8. Para pemudik juga disarankan untuk dapat melakukan pengecekan kondisi kesehatannya sebelum melakukan perjalanan mudik. Hal ini untuk mengetahui seperti apa status kesehatannya.
  9. Yang tak kalah pentingnya yang harus diwaspadai adalah kondisi cuaca ekstrim dan terkadang suka berubah-ubah tak menentu. Maka perlu menyiapkan jaket tebal, mantel hujan, dan juga obat-obatan yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu kondisi tubuh kita turun.
  10. Selama mudik usahakan juga untuk menghindari diri dari begadang hingga larut malam.

Hal yang harus diperhatikan untuk pemudik yang memiliki riwayat penyakit tertentu:

  1. Pemudik yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, asma, dan lain-lain, disarankan melakukan persiapan obat-obatan yang dibutuhkan, dan juga menjaga pola makan.
  2. Untuk penderita hipertensi disarankan agar menjauhi makanan yang banyak mengandung lemak dan garam.
  3. Untuk penderita diabetes hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, misalnya minuman ringan (soft drink), manisan, dan lain-lain.
  4. Pemudik juga harus memahami seperti apa kondisi di kampung halamannya. Misalnya penderita asma, kalau di tempat dingin biasanya akan cepat kambuh penyakit. Ini juga harus diwaspadai. Persiapkan obat-obatan dan segala sesuatunya yang diperlukan. Jangan lupa konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan awal apabila penyakit tersebut kambuh.

Nah, sekarang sudah tahu apa saja yang perlu diperhatikan sebelum berangkat mudik ke kampung halaman. Semoga selamat sampai tujuan. (ATQ)

Narasumber dr. Hendra Asputra, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Awal Bros Pekanbaru

Ilustrasi gambar: Freepik

Kemarin 25 April adalah Hari Malaria Sedunia. Kepulauan Riau termasuk daerah endemis Malaria meski jumlah kasusnya tidak tinggi. Oleh sebab itu, penting untuk memahami cara penularan dan pencegahannya.

Selain demam berdarah, malaria juga penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk, namun jenis nyamuknya berbeda. Penyakit ini ditularkan nyamuk Anopheles, sedangkan demam berdarah disebabkan gigitan nyamuk Aides Aegypti, . Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan parasit yang ditransfer oleh nyamuk yang terinfeksi. Parasit tersebut merupakan plasmodium. Orang yang telah terinfeksi akan mengalami gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, badan lemas, dan sakit otot. Biasanya gejala akan timbul 10 sampai 15 hari setelah digigit nyamuk.

Penularan penyakit malaria

“Penyakit infeksi masuknya bisa karena kuman jamur yang menimbulkan reaksi tubuh. Penyebabnya dari parasit (plasmodium). Cara penularannya dari gigitan nyamuk Anopheles betina,” kata dokter Anna Maria dari Rumah Sakit Awal Bros Batam. Jika seseorang merasa demam selama dua hari, maka disebut malaria tertiana disebabkan plasmodium vivax dan plasmodium ovale. Jika mengalami demam setiap hari, disebut menderita malaria kuartana yang disebabkan plasmodium. Paling berat adalah malaria tropika, dengan gejala demam tidak beraturan, dan disebabkan oleh falciparum. Penyakit ini bisa membuat seseorang meninggal dunia, sebab infeksi terjadi sampai ke otak hingga mengalami kejang–kejang dan tidak sadarkan diri.

Plasmodium terdapat di dalam air liur nyamuk, kemudian masuk ke dalam darah manusia saat nyamuk menggigit. Selanjutnya plasmodium dari dalam darah akan mengalir ke hati dan berubah menjadi plasmodium dewasa atau merozoite. Merozoite akan berkembang biak, lalu kembali masuk ke dalam darah.

“Jika kadernya banyak dapat membahayakan manusia dan membuat komplikasi ke organ tubuh,” kata dokter Anna. Seseorang yang didiagnosa penyakit ini akan diketahui melalui pemeriksaan darah. Dapat dilihat dari mikroskop, apakah terdapat plasmodium atau tidak. Bisa juga melalui pemeriksaan immunochromatographic test (ICT) malaria.

“Kalau ada keluhan demam, kemudian setelah dua hari membaik, sebaiknya periksa ke dokter. Apalagi habis dari berpergian ke daerah endemis. Batam, Kepualauan Riau (Kepri) juga termasuk daerah endemis,” kata dokter Rumah Sakit Awal Bros tersebut. Penyembuhannya tergantung dari pemeriksaan dari mikroskop atau ICT malaria. Dari hasil pemeriksaan tersebut barulah dokter menentukan terapi obat yang akan diberikan. “Pencegahannya, untuk di rumah harus dijaga kebersihannya. Jangan ada air yang tergenang. Kalau ada kolam renang, ganti airnya,” kata dokter Anna.

 

Diterbitkan oleh KORAN SINDO | HEALTH | HAL. 16 | 26 APRIL 2018
Ilustrasi gambar oleh Prakasit Khuansuwan

Hari lupus sedunia yang baru saja diperingati tiga hari lalu, tepatnya 10 Mei, menjadi peringatan tentang bahayanya lupus yang termasuk salah satu penyakit mengancam jiwa penderitanya.

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Arif Koswandi, SpPD – KGEH menjelaskan lupus atau penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem imun atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing dengan sel jaringan tubuh sendiri.

“Kondisi ini membuat sisitem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan dan organ tubuh yang sehat, seperti jantung, ginjal, paru–paru, kulit, dan otak,” ujar dokter Arif. Dalam teorinya, lupus termasuk penyakit kategori langka dengan angka kejadian 3-20 orang per 100.000 penduduk. Namun, penyakit ini memungkinkan siapapun bisa terkena penyakit ini. Mayoritas penderitanya adalah perempuan dengan perbandingan 9:1 dengan laki-laki.

“Penyakit ini dapat mengenai segala umur, terutama di usia golongan produktif 15 – 45 tahun,” sebut dokter Arif. Penyakit yang tidak bisa menular namun mengancam jiwa ini, dikatakan dokter spesialis penyakit dalam tersebut belum diketahui pasti penyebabnya. Beberapa menduga penyakit ini disebabkan faktor genetik yang dipicu oleh infeksi, stress, pajanan matahari, dan obat-obatan.

Dari jenisnya, lupus terbagi tiga tipe yang dilihat dari cara terjangkitnya dan penularannya.  Tiga jenis tersebut adalah lupus Eritematosus Sistemik (SLE), Cutaneus Lupus Erythematosus (CLE), dan lupus karena obat–obatan. “Jenis yang paling sering adalah SLE dengan angka 70 persen kasus di dunia, yang juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah,” ucap dokter Arif.

Mengapa disebut penyakit seribu wajah? Hal ini disebabkan SLE memiliki gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam dan mirip dengan penyakit lainnya. Sehingga seringkali menimbulkan kekeliruan dalam upaya menganalisa.

Dokter lulusan Kedokteran Universitas Padjajaran itu menambahkan, SLE memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit dideteksi. Tingat keparahannya pun beragam, mulai dari ringan hingga yang mengancam jiwa. “Gejala SLE dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Pasien SLE dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau bersifat sementara sebelum akhirnya kambuh lagi,” paparnya. Misalnya terjadi kemerahan pada kulit tangan, hidung dan pipi yang dikira menderita penyakit kulit, padahal hal tersebut adalah salah satu gejala lupus. Atau ketika seseorang merasakan lelah dan demam berkepanjangan, rambut rontok, persendian bengkak dan sariawan, tanda-tanda tersebut juga menunjukkan terkena lupus.

Gejala lupus

Ada 12 gejala yang umum terjadi pada penderita positif lupus. Jika minimal empat gejala terpenuhi, maka seseorang tersebut sudah dapat dipastikan terkena lupus,” ujar dokter Arif. Dua belas gejala tersebut yakni, sensitif terhadap sinar matahari berupa perubahan warna kulit ataupun bentuk kemerahan (rash). Gejala lain adalah timbul bercak kemerahan di kedua pipi dan hidung seperti gambaran kupu–kupu (butterfly rash), ruam kemerahan di kuit terutama lengan (discoid lupus), sariawan yang tidak kunjung sembuh dan tidak biasa tempatnya terutama di atap rongga mulut dan tenggorokan, nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai serta menyerang lebih dari dua sendi (artritis).

Selanjutnya, terjadi nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik nafas panjang karena peradangan di paru–paru dan jantung, kejang atau kelainan saraf, kelainan hasil pemeriksaan laboratorium yaitu kurang darah (anemia) atau jumlah sel darah putih rendah, jumlah sel pembekuan darah (trombosit) rendah, kelainan pemeriksaan ginjal, antibodi ANA, dan kelainan pemeriksaan imunologik dengan Ds DNA Positif.

Untuk pengobatan, dokter Arif mengaku hingga saat ini orang dengan lupus (odapus) belum dapat disembuhkan total. Odapus dapat mengalami remisi yang artinya tanpa gejala dengan tanpa obat, dan sewaktu–waktu bisa kambuh kembali.

“Tujuan pengobatan hanya untuk mendapatkan remisi panjang (remisi komplit), mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dan memperpanjang harapan hidup. Dengan berkembangnya teknologi pengobatan SLE, sebagian penderita SLE dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal,” papar dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Pengobatan itu dibantu dengan obat–obatan (medikamentosa) maupun nonobat (lifestyle). Dalam penerapan gaya hidup ini, odapus harus memperhatikan aspek keamanan untuk mempertahankan kualitas hidup, agar dapat hidup normal dan melakukan aktivitas sehari–hari tanpa hambatan.

 

Diterbitkan oleh Batam Pos, Healthy Living, Minggu 13 Mei 2018, Hal. 19
Ilustrasi gambar oleh Kirsty

Khusus bagi ibu hamil di trimester pertama yang merasa mual, pusing, dan muntah tidak dianjurkan untuk puasa, sebagian orang biasa membuat pernyataan ini, namun apakah ahli gizi melarang ibu hamil berpuasa?

Dokter spesialis gizi klinis Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Brian Gantoro, SpGK menjelaskan bahwa sepanjang ibu hamil memperhatikan gizi dan tubuhnya untuk tetap sehat, silahkan saja berpuasa ketika hamil. Sebenarnya menurut agama, ibu hamil punya dispensasi untuk tidak menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan. “Namun tak sedikit ibu hamil yang berniat berpuasa karena merasa sanggup dan sayang melewati bulan yang penuh berkah ini,” jelas dokter Brian.

Dokter spesialis gizi klinik tersebut menjelaskan bahwa boleh puasa, tapi ada syaratnya. Sebenarnya yang dikhawatirkan dari ibu hamil yang berpuasa adalah kurang makanan sehingga janin kekurangan gizi. Jadi asal kondisi kehamilan Anda sehat dan Anda juga memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka puasa, maka boleh–boleh saja berpuasa.

Tanda ibu hamil untuk tidak berpuasa

Jika ibu hamil menderita penyakit tekanan darah tinggi, diabetes melitus (DM) atau muntah–muntah berlebihan saat hamil, jelas lebih baik ibu menunda keinginan untuk berpuasa. Tekanan darah tinggi menyebabkan suplai darah ke jaringan terganggu khususnya jaringan plasenta. Akibatnya proses masuknya oksigen ke jaringan jadi terhambat dan memicu keluhan, seperti pusing, badan tidak sehat, dan nafsu makan menurun.

“Bila suplai darah ke plasenta terganggu, suplai oksigen dan makanan ke janin pun ikut–ikutan terganggu. Pada akhirnya akan mengganggu pertumbuhan janin,” terang dokter Brian kemudian. Dokter spesialis gizi klinik tersebut menambahkan hal yang perlu diperhatikan berat badan, karena merupakan indikator tumbuh kembang janin. Sebagai patokan, kenaikan berat badan Anda yang normal hingga 20 minggu pertama kehamilan adalah sekitar 3,5 – 4 kilo gram. Pada 20 minggu berikutnya kira–kira ½ kilo gram per minggu. Pada akhir kehamilan, kenaikan berat badan sekitar 12,5 – 14 kilo gram. Dari patokan tersebut, aturan mainnya adalah jangan berpuasa jika berat badan Anda turun drastis, dikhawatirkan ini bisa mempengaruhi perkembangan janin.

 

Diterbitkan oleh: HALUAN KEPRI | IBU & ANAK| 23 MEI 2018 | HAL. 12
Ilustrasi gambar oleh Suhyeon Choi 

Atlet tetap harus berlatih meskipun sambil menjalankan ibadah puasa. Supaya stamina tubuh tidak menurun dan tetap prima, para atlet harus memperhatikan kuncinya, yakni menjaga asupan nutrisi, cairan tubuh dan istirahat yang cukup.

Kandungan nutrisi bagi seorang atlet tidak sama dengan orang biasa, karena beban yang atlet terima juga tidak sama. Tapi, selama puasa, pola makan atlet memang perlu disiasati di samping latihan dan istirahat yang cukup demi menjaga stamina. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Brian Gantoro, SpGK, asupan nutrisi yang lengkap untuk kebanyakan orang yang menjalani ibadah puasa adalah lewat konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein. Tiga kandungan ini bisa menjaga tubuh tetap berenergi.

Tapi, di antara nurisi tersebut, karbohidrat menjadi sumber energi utama bagi seorang atlet. Karbohidrat terdiri dari dua macam, yakni, karbohidrat sederhana dan karbohidrat komplek. Karbohidrat sederhana adalah sumber energi yang cepat diolah tubuh. Struktur kimia molekulnya lebih sederhana, membuat karbohidrat sederhana lebih cepat dicerna tubuh.

Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana antara lain gula pasir, gula merah, sirup, jagung, madu, jus buah, dan lainnya. Karbohidrat sederhana ini khususnya bisa dikonsumsi saat berbuka. Tapi bila ingin berolahraga berat seperti atlet, maka pilihlah karbohidrat komplek, ujar dokter spesialis gizi klinik tersebut.

“Nah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain nasi putih, nasi merah, atau kentang. Untuk protein pilihlah ayam tanpa kulit, telur, tempe, tahu dan ikan. Kemudian pisang, beras, cokelat, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel. Ada juga buah dan sayur seperti asparagus, brokoli, kol, wortel, terong, timun, strawberi, dan tomat. Atlet butuh mengonsumsi makanan tersebut,” ujar dokter Brian.

Dokter spesialis gizi klinik tersebut menjelaskan, karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang struktur kimianya terdiri dari tiga molekul gula atau lebih yang biasanya saling terikat dalam suatu rantai molekul. Tubuh tidak kekurangan karbohidrat dan gula dalam tubuh, sehingga badan tetap fit dalam bulan puasa. Gula dari karbohidrat lebih kaya serat, vitamin, dan mineral. Karena molekulnya lebih kompleks, karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh.

“Karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, maka karbohidrat komplek menyebabkan kenaikan glukosa darah seseorang dengan lebih lambat beberapa saat setelah dikonsumsi jika dibandingkan dengan efek mengkonsumsi karbohidrat sederhana,” ungkap dokter Brian. Makan tetap tiga kali, yakni waktu sahur, buka puasa dan menjelang tidur. Sayur dan buah–buahan juga mengandung serat, sehingga bisa memperlambat proses lapar dalam lambung.

Makanan yang perlu dihindari atlet selama puasa

Untuk makanan yang harus dikurangi adalah makanan tinggi lemak, dan makanan yang bisa merangsang asam lambung. Untuk minumannya, kurangi konsumsi kopi dan teh saat sahur karena membuat tubuh sering buang air kecil. Sementara untuk kadar latihan bisa dikurangi dibandingkan hari biasa, untuk olahraga ringan bisa dilakukan menjelang berbuka puasa. Kalaupun olahraga berat dan intensif, dianjurkan beberapa jam setelah makan berat dan ibadah. “Namun, jika menghendaki olahraga yang cukup berat bisa dilakukan setelah dua jam mengkonsumsi hidangan utama berbuka puasa,’ ungkap dokter Brian.

Selain pola makan, pola tidur yang disarankan sama saja seperti orang kebanyakan, idealnya 9 jam. Adanya waktu sahur tidak masalah. Namun disarankan atlet tinggal memajukan jam tidur atau tidur di siang hari. “Setidaknya harus istirahat paling lama satu jam di siang hari,” tutup dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Awal Bros Batam tersebut.

 

Ilustrasi gambar oleh Edoardo Busti.

Di dunia kesehatan, lupus adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini dianggap setara dengan kanker, karena mematikan. Penyanyi cantik Selena Gomez diketahui menderita penyakit lupus. Dia didiagnosa lupus nefritis sekitar tiga tahun lalu. Akibatnya, ia harus melakukan transplantasi ginjal. Ia diketahui juga mengalami arthritis atau peradangan sendi.

Lupus merupakan penyakit autoimun. Kondisi saat sistem imun atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing dengan sel jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat, seperti jantung, ginjal, paru–paru, kulit, serta otak.

“Lupus tidak menular tapi mengancam jiwa, bisa juga disebut silent killer,” kata Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Arif Koswandi, SpPD-KGEH. Spesialis penyakit dalam tersebut mengatakan, penyakit ini termasuk kategori penyakit langka, namun siapa saja bisa terkena. Kejadiannya 20 hingga 30 orang per 1.000 penduduk. Sebagian besar diderita oleh wanita, dengan perbandingan 9 wanita dengan 1 pria, sedangkan kelompok usia yang sering terkena adalah usia 15 hingga 45 tahun. “Penyebab pasti lupus belum diketahui. Diduga faktor genetik atau dicetuskan oleh infeksi, stress, pancaran sinar matahari, dan obat obatan,” kata dokter Arif spesialis penyakit dalam.

Salah satu jenis lupus yang paling sering terjadi adalah Lupus Eritematousus Seismetik (SLE) yang dikenal sebagai penyakit seribu wajah. Karena SLE memiliki tampilan penyakit beragam dan mirip dengan penyakit lain, seringkali menimbulkan kekeliruan dalam menganalisanya. SLE gejalanya mirip dengan penyakit lain sehingga sulit dideteksi. Tingkat keparahannya beragam mulai dari ringan hingga mengancam nyawa. Gejala SLE dapat timbul secara tiba–tiba atau berkembang perlahan. “Pasien SLE dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau sakit sementara sebelum akhirnya kambuh lagi,” ujar dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Penderita lupus, kata dokter Arif, mempunyai gejala beragam. Biasanya penderita mengalami keluhan pada kulitnya sehingga berobat ke dokter spesialis kulit. Gejala lupus adalah kulit kemerahan di sekitar hidung dan pipi bercak–bercak merah di bagian wajah atau lengan. “Selain pada kulit, penderita juga merasakan lelah, demam berkepanjangan, rambut rontok, persendian bengkak, dan sariawan, terangnya.

Karena itu, dokter Arif menyarankan agar waspada terhadap kemungkinan lupus. Program SALURI (Periksa Lupus Sendiri) dapat dilakukan di Puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan lain untuk mengenali gejala-gejala tersebut. “Jika mengalami empat gejala dari seluruh gejala yang disebutkan, dianjurkan untuk segera konsultasi dengan dokter di Puskesmas atau Rumah Sakit. Agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” ucap dokter Arif.

Hingga saat ini penderita lupus belum dapat disembuhkan total. Pengobatan ditujukan untuk mendapatkan remisi panjang, mengurangi gejala, mencegah kerusakan organ dan memperpanjang harapan hidup. “Pengobatan lupus meliputi obat–obatan dan non-obat yakni memperhatikan diet, makanan sehat, hindari stress fisik maupun psikis, serta olahraga dalam kondisi tidak terpapar sinar matahari. Dukungan dari teman dan keluarga berperan penting dan membantu penderita menghadapi penyakitnya.” Dokter spesialis penyakit dalam tersebut menambahkan.

 

Waspada Gejala Lupus

Jika empat dari gejala ini dialami, maka kunjungilah dokter Anda untuk diperiksa dan ditangani dengan segera.

  1. Sensitif terhadap sinar matahari. Terjadi perubahan warna kulit, timbul kemerahan atau ruam (rash) bila terkena matahari. Di kedua pipi dan hidung seperti gambar kupu–kupu (butterfly rash) dan di kulit lengan.
  2. Sariawan tak kunjung sembuh dan tidak biasa tempatnya. Terutama di atap rongga mulut dan tenggorokan.
  3. Nyeri dan bengkak di persendian. Terutama di lengan tungkai. Serta menyerang lebih dari dua sendi (artristis).
  4. Nyeri dada. Terutama saat berbaring dan menarik napas panjang karena peradangan di paru–paru dan jantung.
  5. Kejang atau kelainan saraf.
  6. Kelainan saat pemeriksaan di laboratorium, kurang darah (anemia), jumlah sel darah putih rendah, jumlah sel pembekuan darah (trombosit) rendah.
  7. Kelainan hasil pemeriksaan ginjal. Ada kelainan pemeriksaan di urine protein.

 

 

Diterbitkan oleh Koran Sindo, Health, Rabu 16 Mei 2018, Hal. 16